Tengah semester pun tiba, syira mempunyai tugas bahasa indonesia dengan teman sebangkunya dan disuruh maju untuk membacakan hasilnya. Keringat dingin mulai membasahi wajahnya, panas mulai terasa di daerah dahinya, tangannya sedingin es, syira selalu seperti ini kalau disuruh maju meskipun di kelasnya sendiri ataupun di hadapan banyak orang.
"Syira Nazminers dan Rani Aprilianti, giliran kalian" ucap Bu Iyah, guru bahasa indonesia ke mereka berdua. Syira pun maju dengan gemetaran di depannya sudah ada rani yang terlihat santai maju ke depan kelas. Rani membacakan hasilnya dengan mulus, tetapi syira membacanya dengan gugup sedikit-sedikit dia lupa apalagi di depannya duduk si tuan putih, menambah kegugupan yang dialaminya, tapi dia langsung mencari kata lain.
Setelah selesai, syira pun merasa panas pada dirinya sendiri, dahinya, tangannya, pipinya, dan memcoba menghirup banyak oksigen. Rani yang melihatnya menyuruh syira menuju ke uks. Syira pun menurut, rani mengantarnya ke uks dan kembali ke kelas. Bel istirahat berbunyi, syira lupa kalau tasnya ada di kelas dan didalam tasnya berisi bekal untuk syira makan.
Guru menyuruh syira untuk pulang dan beristirahat di rumahnya syira pun menurut. Guru tersebut menyuruh beberapa siswa untuk mengambil tas syira lalu pergi ke tempat parkiran motor dan membawa motornya pergi ke hadapan syira. Tepat pada siswa tadi yang disuruh membawa tas syira datang dan guru tersebut mengantar syira pulang. Syira sedikit ragu, untung saja gurunya itu cewek jadi syira agak sedikit tenang.
Sesampainya di rumah, guru itu memberitahu mama syira sementara syira melangkahkan kakinya menuju kasur empuknya dan merebahkan diri.
18 Oktober
Syira merasa sudah agak baikan dan berniat untuk sekolah dan mamanya pun mengijinkannya. Syira datang ke sekolah agak pagian karena syira berangkat bareng papanya yang hendak pergi kerja. Kelas masih kosong hanya terlihat si tuan putih duduk manis di bangkunya.
'Jadi, dia datang sepagi ini? Akan kuusahakan aku berangkat pagi terus, lumayan cuci mata' pikir syira sambil berjalan ke tempat duduknya dan menaruh dirinya di atas meja sambil memandang lama tuan putih.
POV Ikram
Aku memang selalu datang pagi karena rumahku sangat jauhhh dengan sekolahku walaupun ini sedikit melelahkan bagiku. Aku berjalan menuju kelasku dan kosong! Hanya ada aku disini. Aku pun menuju ke bangkuku dan merebahkan diriku disini. Gk terlalu nyaman tapi bisa membuatku cukup untuk tidur sejenak.
Lamaku tertidur akhirnya ku terbangun namun sebelum kubuka mataku lebar-lebar, aku melirik ke seseorang yang melihatku lebih tepatnya memandangiku. Hey! Emangnya aku lukisan apa!? Dipandangi terus!?
Ohh itu syira, aku menyukai cewek tersebut tetapi satu hal menghalangiku untuk mendekatinya. Aku sendiri pun tak tau satu hal itu apa! Hufttt. Aku harus mencuci mataku. Untung syira udah keluar. Aku pun langsung menuju ke kamar mandi dan melihat syira memandangi sekolah
Aku menyukai gadis itu entah sejak kapan, aku malu mengakuinya karena teman2ku pasti akan mengejeknya. Gadis itu selalu diejek temanku, aku tak tahan. Jadi, setiap mereka mengejek gadis itu, aku berusaha tidak perduli padahal aku pun juga sering mengejeknya. Hehe(😐timpukin ikram yukk😤)
Selesai dari kamar mandi, aku pun ke kelas lagi dan siswa siswi kelasku mulai berdatangan satu persatu. Aku melihat syira mengobrol dengan temannya. Mungkin sahabatnya! Teman sebangku ku pun sudah datang.
"Syira! Syira! Tau gk!?" Ucap lani yang baru tiba itu sambil ngosh-ngoshan.
"Gk tau lan. Nih minum dulu!" Perintah syira karena pasti lani akan mengucapkan sesuatu dengan terburu-buru saat napasnya tidak teratur.
"Makasih syir" lani menerima minuman yang ditawarkan syira. "Syira udah sehat? Apa kabar?" Tanya lani saat selesai minum dengan nada senang karena melihat syira sudah pulih dan menjalankan aktifitasnya sebagai siswa.
"Baik dong! Karna kamu belom pernah bisa pindah dari hati aku" ucap syira dengan nada sedikit lebay. 3 sahabatnya itu pun tertawa. Yang datang baru lani, Rani, dan Rara. Dari kejauhan si tuan putih pun ikut menyunggingkan senyumannya. "Oh iya tadi kan kamu mau kasih info, kasih info apa?"
Lani menepuk jidatnya. "Oh iya jadi itu lohhh" ucap lani dengan nada berbisik. "Kemarin kan pas kamu sakit tuhh"
"Iyaa"
"Ada yang nanyain syira kemana, terus aku jawab aja syiranya sakit terus disuruh pulang deh"
"Siapa emangnya? Aku kayak artis aja dicari kemana-mana" dengan nada sedikit sombong. "Iyain dah syir biar fast" syira pun mengerucutkan bibirnya.
Bersambung
Biar yang lain penasaran#xixixi

KAMU SEDANG MEMBACA
Many Love Lots In One Heart
FantasyAku, aku seorang wanita yang bisa dibilang tidak hanya suka dengan satu cowok. Tak mengerti bagaimana itu aku pun tak tau dengan perasaanku sendiri yang selalu berubah-ubah. "Oh ya Allah mengapa hati ini, mengapa aku tidak bisa menatapnya lama-lama...