"ayo ke rumah ku, aku punya hadiah untuk teman ku ini" ajak Pooja
Mandra yang masih heran lalu mengangguk pelan. Dia mengambil helm nya dan menaiki motor nya. Melihat itu Pooja bertanya-tanya.
"Hei! Mau apa kau menaiki motor? Ayolah tuan, rumah ku itu tak seluas Taj mahal,"
Mandra tersenyum lalu membuka kaca helm nya.
"Hei nyonya, motor ku ini bukan daun yang bisa ditinggalkan begitu saja. Setidaknya aku bisa menempatkannya di depan rumahmu,"
"Yasudah cepat cepat" kata Pooja sambil naik ke atas motor Mandra.
"Eh, mau apa kau naik ke atas motor ku?"
"Lebih baik kau cepat jalankan motor mu. Lagi pula jika kau memberikan tumpangan pada seorang wanita, dewi Laksmi akan melindungimu! Sudah cepat jalan. 200 meter lagi rumahku!"
"Iya nona cerewet" jawab Mandra sambil menutup kembali kaca helm nya. Lalu dia menghidupkan motornya dan mulai melesat, membelah udara hangat sore itu.
"Sudah sampai" kata Mandra kepada Pooja.
"Cepat sekali, kau mantan pembalap ya?"
"Rumah mu hanya berjarak 200 meter, jalan kaki pun hanya membutuhkan waktu 10 menit,"
Pooja turun dari motor "kau tunggu di teras. Aku akan kedalam mengambilnya,"
"Motor ku juga dibawa ke teras?"
"Tentu saja tidak! Bodoh kau ini" kata Pooja sambil berjalan masuk kedalam rumah nya.
Mandra memarkir motornya. Dia lalu duduk di kursi sambil memutar-mutar kunci motornya. Tak lama, Pooja datang.
"Ini untuk mu," kata Pooja sambil menyerahkan 2 mangkok Halwa.
"Kau yang membuatnya?" Tanya Mandra sambil mengamati Halwa.
"Tentu saja, mana mungkin aku wanita India tidak bisa membuat Halwa,"
"Kau ternyata benar-benar ibu India," Mandra dan Pooja tertawa. "Kau benar-benar tak mau memberiku sendok?" Lanjut Mandra.
"Oh iya aku lupa, yasudah begini saja. Kamu makan satu mangkuk disini."
"Lalu yang satu nya lagi?"
"Bawa pulang, untuk ibu mu. Mangkok nya kembalikan besok!"
"Jadi aku makan menggunakan tangan?"
"Setidaknya dengan begini kau akan bersyukur atas anugrah dewa yang sudah memberikan mu tangan," kata Pooja sambil menepuk jidat Mandra.
Mandra mulai memakan Halwa buatan pooja. Dia seperti orang kelaparan.
Pooja tersenyum "kau lapar?"
"Tidak, aku hanya belum pernah merasakan Halwa seenak ini,"
"Aku curiga, setengah hidup mu kau habiskan untuk makan makanan seperti pizza, burger, atau spaghetti. Orang kelas atas memang sangat jarang yang makan makanan seperti ini,"
"Tidak juga, tapi benar ini lezat"
"Terimakasih" jawab Pooja atas pujian Mandra.
Waktu berlalu begitu cepat membawa sore itu menuju malam yang gelap.
"Aku pulang ya Pooja" pamit Mandra sambil menenteng helm nya.
"Oh iya silahkan, jangan lupa mangkuknya bawa besok atau lusa" kata Pooja sambil membenarkan selendang nya yang sudah turun sampai bahu.
"Iya, aku pamit ya"
"Iya Mandra"
"Benar aku pamit ya"
"Iya Mandra, sekali lagi kamu bertanya, aku akan memukul mu"
Mandra tertawa karena mungkin keusilannya berhasil.
"Kau ternyata wanita yang pemarah ya, tidak baik bagimu. Nanti kamu akan cepat menua dan masa muda mu terbuang sia-sia"
"Oh tentu saya tidak, aku adalah wanita India dengan hati selembut Dewi Laksmi" kata Pooja sambil menyatukan tangannya.
Mandra pun tersenyum lalu mencubit pelan bahu Pooja
"Aww, kau ini kenapa?" Tanya Pooja sambil mengusap-usap bekas cubitan Mandra.
"Julurkan lidah mu!" Perintah Mandra
"Buat apa ?" Heran Pooja sambil masih mengusap-usap bahu nya.
"Julur kan saja"
Pooja pun menuruti perintah Mandra. Lalu, setelah itu Mandra tertawa keras sekali.
"Kau lebih mirip Dewi kaali dibanding Dewi Laksmi," ejek Mandra
Pooja pun menatap sinis Mandra. Sedangkan Mandra terus saja tertawa. Tak perlu khawatir, meski begitu Pooja wanita baik. Dia tak pernah dendam.
"Sudah selesai tertawanya?" tanya Pooja ketika Mandra mulai berhenti tertawa.
"Iya iya sudah. Aku juga mau pamit sekali lagi"
Mandra menaiki motornya. Pooja berdiri sambil menyender di tiang teras nya.
"Hati-hati, awas banyak ibu-ibu," ejek Pooja sambil tersenyum.
Mandra pun mengendarai motornya dan perlahan menghilang dari pandangan.
Sungguh Hari yang indah.
Bagi kalian yang penasaran akan cerita bagian selanjutnya maka sabar ya,,, jika vote cerita ini sudah sampai 500 vote lebih maka saya akan update ceritanya. Jangan lupa share dan coment jika ingin memberi saran. Terimakasih.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dibalik Kain Saree (साड़ी के पीछे प्रेम)
Teen Fictionmenceritakan tentang seorang gadis bernama pooja dari India yang mendapat kisah cinta rumit dalam hidupnya... hanya satu yang harus dia temukan dibalik ribuan cerita ini. Cinta hanya itu dan cuma itu...