empat; always maybe

7 1 0
                                    

"Yang nanya itu adalah..........

Jreng

Jreng

Jreng

Jreng

Cowok yang lu suka" ucap lani antusias

"Siapa lan? Syira kan suka banyak cowok" Rani terkekeh. 5 sahabatnya kini pun ikut menertawainya. Sebal! Satu kata di hati syira saat ini.

"Cowok yang lu suka di kelas ini" ucap lani santai. Syira pun mengebrak mejanya.

"Serius kamu!?"

"Iyaa syir"

"Ya ampun, ya ampun, ya ampun. Emang dia nanyanya gimana?" Sekarang giliran syira yang antusias. Sepertinya rani, rara, katin, dan Cantika hanya menjadi penonton yang baik.

"Oh yang kata kemaren lan?" Rani pun bersuara. "Iyaa ni" lani menganggukan kepalanya.

"Jadi kemaren kan rani minta temenin aku ke kamar mandi, waktu itu jam istirahat, kan kamu masih di UKS. Terus pas ke luar kelas si ikram nanya gini" lani sengaja memotong pembicaraan rani.

"Ekhem ekhem 'eh temen lu mana yang najis itu' pas ngomong gitu aku pengen banget loh nonjok dia" rani melanjutkan omongan lani. Syira yang tadinya antusias jadi pendiam. Rani, rara, katin, lani, dan cantika pun melihat perubahan syira.

Tanpa sepatah kata pun syira melajukan kakinya ke kamar mandi. "Syir, jangan marah, emang si ikram songong!" Ucap katin memukul tangannya di udara. "Iyaa syir, songong banget emang tuh" Rara menambahkan.

"Orang kayak begitu ngapain disukai. Upss!" Keenam sahabatnya kecuali syira menatapnya tajam. Cantika menutup mulutnya yang tidak sengaja keceplosan itu. Syira pun berhenti dan menghadapkan mukanya ke sahabat-sahabatnya.

"Kalian balik ke kelas yakk, aku mau kencing, sumpah! Kalian mau ikutin aku sampe ke kamar mandi?" Syira pun mengangkat 2 jarinya ke udara. Mendengar itu sahabat2 syira kesal. Mereka mengira syira kesal dengan si tuan putih songong itu. Ternyata diamnya syira tadi adalah nahan kencing. Sungguh keterlaluan! Hufttt.

Syira sudah terbiasa dengan kata2 kasar dari mulut tuan putih itu, dia tadi malah mengira si tuan putih mengkhawatirkannya. Fenomena alam!

POV Syira

Di dalam kamar mandi aku menari-nari bahkan yang melihatku seperti itu langsung lari ke luar kamar mandi. Biarlah! Aku harus merayakan ini!

Oh iya! Besok kan ulang tahunnya si teri yaa ngucapin langsung gak yahhh hmmmm??? Ngucapin langsung aja deh besok pas pulang sekolah. Senangnya hatiku! Aku sudah suka teri setahun setengah saat aku memasuki kelas 10. Dia baik sihh untuk cowok seukuran dia, dia juga penurut orangnya, tapi sama aku keknya dia nggak. Sedih aku tuh tapi aku kan orangnya kuat! Tidak pantang menyerah! Aku harus mendapatkan tiga hati cowok ini lalu apa yang terjadi kalau itu terjadi yakk? Hmmmm. Tidak bisa kubayangkan. Aku? Seorang syira disukai cowok? Hahaha kayaknya gk ada dehh. Sedikit cerita, memang ada sihh yang nembak aku gitu dulu(bukan pake pistol ya guyss. Itu pake ketikan guys nembaknya)  dia nembak aku sebelum aku tau dia, dia tau aku. Yaa aku gk mau lahh. Mau dikata apa aku? Ditembak dari chattan dan langsung diterima? Never. Itu aja  papaku yang balas semua chat cowok yang aku suka. Kan dulu aku tuhh gk megang hp kalau mau buka sosmed itu juga di hp papaku. Jadi, ketahuan dehhh. Curcor pah kan aku anti pacaran-pacaran club😎

Keesokan harinya, sepulang sekolah

"Teri!" Ucap syira dengan lari tergopoh-gopoh diikuti 3 sahabatnya di belakang. "Iyaa knp, syir?" Teri yang saat itu ingin pulang sendiri, berbalik dan menatap syira

"Ehmmm. Happy Birthday! Wish you all the best in the world..." Syira yang ragu menyuarakan suaranya dengan nada senang dan agak sedikit keras. Lalu Melanjutkan perkataannya dengan nada pelan hanya dia dan yang di atas yang tau "and always in my heart" (maybe always or not too) (tak tahulah yaa. Semua akan berjalan seiring berjalannya waktu)

"Wihh syira beneran ngucapin langsung" lani yang berada disampingnya memujinya. "Iya hebat kamu" Rara pun juga memujinya dengan 1 jempolnya mengarah ke syira. Sedangkan Cantika hanya terdiam memandangi drama yang baru beberapa detik ditontonnya. Mungkin Cantika tau apa yang terjadi selanjutnya karena selama ini dia melihat teri memperlakukan syira seperti apa.

"Ohh, happy birthday juga syira waktu itu. Maaf belum ngucapin. Dan makasih juga yaa" ucap teri datar kemudian berjalan pulang tanpa memikirkan yang dibelakangnya. "Sama-sama! Hufttt" syira melambaikan tangannya ke arah teri yang menjauh. 'sakit teteh tuh diginiin. Seenggaknya kamu gak kayak dia yang gk read ataupun bales pesanku' (please peka ya Allah:v)

Bersambung

Maap yaakkk dikit #hehe

Many Love Lots In One Heart Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang