"Naruto, kau di panggil presdir ke ruangannya"ucap Kiba.
"Benarkah "?
"Hm, cepat jangan lambat. Kena semprot tahu rasa"
"Diam kau kiba, jangan menakuti Naruto " ujar Tenten.
"Kena semprot juga gak apa, udah biasa Naru kan strong"balas Naruto, sambil bangkit dari duduknya.
"Iya strong, tapi gagal Move on'" ledek Sakura, yang di anggap angin lalu oleh Naruto.
Naruto, menghela nafasnya. Sebelum mengetuk pintu ruangan presdirnya. Setelah Merasa tenang, ia memberanikan diri mengetuk pintunya.
"Tok tok tok"
Tak lama, terdengar sahutan dari dalam.
"Masuk "
Naruto, masuk dan mendapati fugaku, sudah menunggunya. Ia, karna Itachi masih sakit, Fugakulah yang menggantikannya.
"Bapak memanggil saya " Tanya Naruto.
"Iya, pembicaraan kita yang tadi ada yang terlewat, kamu masih mau dengarkan"
"Iya pak". Jawab Naruto tegas.
"Baiklah, mulai saat ini. Kau di angkat menjadi sekertarisnya Itachi, dan selama dia di rumah Sakit, kamu dan Sasuke yang akan meng handle nya"
"Tapi pak, memang tidak ada yang lain"? Tanya Naruto.
"Tidak, karna saya lebih percaya dengan kemampuan kamu"
"Baik pak"
"Terimakasih, dan mulai besok kau sudah bekerja di ruangan ini"pinta Fugaku.
"Sama sama. Ada lagi pak "?
"Tidak , kau boleh kembali ke ruangan mu".
Naruto bangkit dari duduknya, memberi hormat pada Fugaku , dan segera keluar dari ruangan Itachi.
"Kalau gini terus, bisa bisa gagal. Move on"
Naruto, berjalan dengan lesu ke ruangannya, Membuat teman temanya heran.
Naruto, langsung duduk di tempat kerjanya.
Teman temanya pada kepo, langsung pada nimbrung kan.
"Naru apa yang di bilang tuan Fugaku, kau tidak di pecatkan"Tanya Sakura bertui tubi.
Naruto , hanya menghela nafas lalu berkata, "Aku tidak di pecat Sakura, hanya saja aku di pindah tugaskan."
"Naik jabatan rupanya, selamat ya"? Teriak ino heboh, sambil meluk Naruto, tak lama datanglah Sai yang tengah patroli.
"Halo Nona nona, berhenti berisik ini belum waktunya istirahat. Tutup mulut kalian, atau ku tutup gaji bulanan kalian"
"Baik pak"jawab mereka serempak, setelah Sai pergi, Ino berceloteh.
"Dasar muka mayat,main seenaknya saja"
"Yamanaka san, jam makan siang datang ke ruangan saya "..
Wajah Ino, merah padam karna ke tahuan oleh orang yang di umpatnya
"Mampus kau ino"
Ketika jam makan siang, Naruto tak bisa makan. Dia, hanya memainkan ramen ke sukaannya, membuat teman temanya heran. Karna menurut mereka, Naruto dan ramen itu, satu paket yang tak bisa terpisahkan.
Naruto, melemparkan sumpitnya lalu pergi begitu saja. Meninggalkan teman temanya yang keheranan.
Ketika , akan pergi ke ruangannya, tak sengaja ia berpapasan dengan Sasuke.
Naruto, membungkukan badannya sedikit, lalu dia beranjak dari sana,namun suara dingin Sasuke membuatnya berhenti.
"Dobe, bisakah kita bicara 4 mata"?
"Tentu saja pak"jawab Naruto, lalu membuntuti Sasuke dari belakang.
"Jangan berjalan di belakang, kau seperti peliharaan saja"ucap Sasuke dingin.
"Aku memang peliharaan anda bukan ", jawab Naruto .
Sasuke, diam sebentar, lalu dia menarik tangannya Naruto, dengan kasar.
"Kau memang benar benar keras kepala "ucap Sasuke, berusaha menaham amarahnya. Agar tidak meluluh lantahkan gadis cantik incaran Kakanya.
"Anda sudah tahu, "?
"Naruto, tak bisakah kita bicara baik baik, jangan seperti ini "
Naruto menghela nafasnya, lalu menatap Sasuke dengan mata yang melembut.
"Memangnya apa yang ingin kau bicarakan Teme"
"Soal aniki ku, "
"Aku tidak peduli "potong Naruto, dengan cueknya.
Sasuke menghela nafas, lalu menarik ke dua bahu Naruto.
"Dengarkan aku baik baik"
"Hm"
"Aniki akan di Jodohkan dengan putri keluarga Hyuga, jika kau benar benar ingin melepaskannya. "
Deg, "
Jantung Naruto, seakan mau keluar dari tempatnya ketika mendapatkan kabar tak mengenakan untuk hatinya.
"Aku tidak peduli Sasuke, aku sudah move on darinya"
"Aku tidak percaya, kau benar benar tak ingin memberikan kesempatan kedua untuknya"
"Harus berapa kali aku bilang Sasuke "
Sasuke terdiam lalu menatap Naruto dengan tatapan yang campur aduk.
"Jika kau benar benar sudah move on dari aniki, dalam minggu ini aku harus mendengar kau tak singgel lagi"
"Memang apa peduli mu, aku singgel atau tidaknya"
Sasuke, smirk lalu berkata.
"Berarti kau belum move on sepenuhnya dari Itachi "
Naruto, mengeratkan tangannya. Dalam hati ia bergumam, 'Benarkah ia belum move on '.
"Hanya ini yang ingin bapak bicarakan, kalau begitu saya permisi dulu"ucap Naruto, ia membungkukan badannya sedikit, dan segera pergi dari ruangan Sasuke.
Sasuke, mengeratkan tangannya pada kursi yang ia duduki.
"Dia benar benar keras kepala, "
Naruto, berjalan dengan langkah lunglai, ia sedikit melamun. Otaknya tertuju pada Ucapan Sasuke beberapa menit yang lalu.
Benarkah ia masih mencintai Itachi, tapi karna sipat egois dan keras kepala yang mendarah daging, membuatnya tak ingin mengakuinya.
Karna saking asiknya melamun, ia sampai tersandung kakinya sendiri.
"Kyaaaaaaaaaaaa"
Hei, para pembaca yang terhormat, mending jadi sider aja, dari pada komen yang bikin aku drop. Aku ridho gitu, dari pada serba salah.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Boss My Second (end)
RomanceNaruto, tak menyangka. Jika kepindahan nya, ke kantor pusat. Mempertemukan nya, dengan mantan pacar, yang ia benci , dan ternyata eh ternyata dia juga merangkap diri sebagai bos nya.