Parkhani dan dinda berjalan ke lorong rumah sakit .. hati dinda pun gusar karna kimbaek koma lumayan lama
"Din kita sudah sampai" sambil menunjuk ruangan yang paling pojok ..
"Boleh aku masuk..?" Dibalas anggukan oleh parkhani
Ceklek dinda sudah disambut oleh suara
Elektrokardiograf dinda melangkah dengan pelan tapi pasti"Assalamualaikum oppa" berbisik di telinga kimbaek
"Oppa aku merindukan mu" suara lirih dinda
"Tapi kau sudah milik taeyon" lanjut dinda
"Oppa hiks mianhae oppa hiks mianhae.." tangisan dinda pecah di ruangan ICU berbalapan dengan suara Elektrokardiograf
Kringgg kringgg
Dinda langsung pergi keluar untuk mengakat telfon"Hallo ada apa gadista ...?"
"Ahhh dinda ini kabar baik.."
Dinda tepelongo"kabar apa ..?"
"Mama mu sudah pulih normal din ini lagi berbicang bincang dengan haruko dan aku , mama mu juga sudah nerima kalau ayah mu sudah tiada"
"Benarkah , aku ingin sekali mendengar suara nya boleh aku berbincang dengan mama...?"
"Boleh lah bentar "
"Ma.."
"Ya anak ku dinda wulan sari kau kapan pulang ke LA nak ..?"
"Syukurlah mama sudah kembali seperti dulu"
"Mungkin 4 hari ma di sini aku bertemu teman lama ku ..."
"Ahhh mama dengar kau kesana ingin bertemu dengan kimbaek kalau gak salah"
"Ha mama tau dari mana ..?"
"Dari haruko "
"Iya mah dia koma aku harus disini dan seterus nya bolak balik LA korsel."
"Ahhh yasudah kau rawat nak kimbaek kalau sembuh bawa dia ke LA oke"
"Ya ma yasudah salam kan aku ke mereka "
Tutttut
"Kerja bagus daniel"
"Dinda" dinda menengok kearah parkhani
"Aku ingin bilang sesuatu" sambil menarik tangan dinda ke taman rumah sakit
"Ada apa ..?" Parkhani tidak menjawab tapi dia memberikan kotak kecil berwarna merah
"Ini apa..?" Lanjut dinda
"Itu yang ingin kimbaek berikan kepadamu saat kau pergi buka lah"
dinda langsung membuka kotak merah , dan terkejut saat melihat cincin 2"Cincin ..?" Dengan muka bertanya tanya
"Ahhh pada saat pesta pertunangan kimbaek dengan manusia ular , oppa berbincang dengan kimbaek berdua dan kimbaek sadar lalu menayakan mu tapi oppa bilang kau sudah pergi ke LA , sejak itu kimbaek tinggal dirumah kami karna dia mau move on dari mu tapi tetep aja gagal , saat kimbaek ingin menolong kucing di tengah jalan kimbaek tertabrak mobil"
"APA!!!" Dengan nada kaget
Setelah mengobrol dinda pamit pulang kehotel karna capek .....
》》rumah sakit
Dinda berlari lari mencari parkhani"ada apa kau telfon aku sepagi ini eohhh..?" tanya dinda
"Kata dokter alat pembantu hidup kimbaek harus di cabut dinda .. kita semua tidak berani tanda tangani berkas tersebut.." menjelaskan sambil berjalan terburu buru dan tiba di depan kamar kimbaek dinda memghampiri dokter jhosan
"Mian dokter dinda" dengan nada lirih
Dinda mengambil berkas dan menatap semua orang yang berada di depan ruang ICU"Aku tidak akan tanda tangani ini"sambil merobek kertas
"DINDA!!! , sadarlah kimbaek tidak ada peningkatan dan itu harus di cabut kau jangan egois" suara amarah parkyeol
Dinda melangkah ke parkyeol dan menunjuk jari telunjuk ke dada parkyeol"Kenapa aku tidak mau karna aku yakin bahwa dia bisa sadar " ucap dinda
"Dinda!!!" Bantak parkyeol
"Sudahlah hyung biarkan saja kasihan dia " oh seoh
Dinda masuk ke ruang tersebut lalu mengambil tangan kanan kimbaek dan mengelus elus tangannya
"Oppa kau tidak capek tidur mulu , semua menunggu mu disini oppa bangunlah" ucap senduh dinda
"OPPA BANGUN OPPA LIAT SEMUA MENUNGGU OPPA OPPA AKU CINTA SAMA OPPA OPPA BANGUN BANGUN!!" Sambil mengguncang badannya
"Oppa hiks oppa jangan pergi aku gak mau kehilangan tuk kedua kalinya cukup ayah saja yang membuat ku sedih"
Semua member exitt dan parkhani hanya menatap lewat jendela dengan raut wajah sedih
"Oppa hiks hiks oppaaa" menangis sambil memegang tangan kanan nya kimbaek dengan menundukan kepala menutupi matanya, tiba tiba ada yang mengelus kepalanya
" parkyeol jangan bercanda" tapi tetap saja mengelus kepalanya
"Yakk oppa ,aku bilang tidak mau " sambil berdiri tapi tidak ada siapa pun lau dinda melihat ke arah kimbaek
"Oppa , sudah sadar..?" Tanyaan lembut dinda . Dan di balas anggukan kimbaek
"Sebentar aku panggil dokter"
Pergi dan memanggil dokter sela beberapa jam dokter menemui parkhani dan parkyeol
"Ini keajaiban baru kali ini , kekuatan cinta memang mengalahkan semua nya" sambil pergi ..
"Oppa haus ...?" Tanya dinda
"Emmm" lalu dinda menyodorkan minum
"Hey hyung kau lama sekali tidurnya kasihan dinda " ucap parkyeol
"Yak kau ini dia baru sadar "celoteh parkhani
Pletak
"Sakit han " sambil mengelus kepala nya
"Hyung kekuatan cinta mu memamg daebak" ucap sonan sambil mengacungkan 2 jempol
"Ini oppa" memberikan kotak merah
"Ahhh mana tangan kirimu " membuka dan memasangkan cincin ke tangan nya dinda
"Cieeeee tunangan di rumah sakit " ucap anak grup exitt
......
"Itu lah yang membuat ku bertahan karna soal cinta yang tulus"

KAMU SEDANG MEMBACA
RED THREAD OF DESTINY
Teen FictionTakdir Benang Merah, merupakan kepercayaan Jepang yang sebetulnya berasal dari Cina. Konon, di jari kelingking setiap orang ada benang merah yang tak kasat mata, yang akan terhubung dengan jodohnya. wanita yang berasal dari indonesia sangat memperca...