📖Happy Reading 📖
Sudah tiga hari umji dirawat kondisinya mulai membaik, setiap hari jungkook selalu ada untuk umji, walaupun banyak sanak saudara dan sahabat yang pasti mau menunggui umji tapi dengan keras kepalanya jungkook tetap kekeh mau menunggui umji.
Bukan apa apa jungkook hanya tidak mau umji hilang pengawasannya lagi.
jungkook cukup trauma dengan kejadian dimana umji dia tinggal bersama kedua suaminya, bahkan dia sempat menyalakan dirinya sendiri kenapa dia tidak memaksa umji untuk ikut dengannya waktu itu jadi umjinya tidak terbaring di rumah sakit seperti sekarang.Cklek. . .
Pintu dibuka oleh baekhyun yang baru saja kembali dari kafetaria untuk membeli beberapa makanan buat mereka berdua.
"makanlah kook lo juga butuh makan, umji bakalan sedih kalo lo ikutan sakit."
Kata baekhyun sambil menaruh makanan yang dia beli di meja yang ada di kamar rawat umji.
"ne baek gomawo." balas jungkook.
"gimana umji sudah mau makan tadi?"
"hah, ngga mau gue khawatir baek."
Baekhyun mengernyit sesaat sebelum melanjutkannya kembali.
"khawatir karena suami umji bakalan kesini?" tanya baekhyun.
"bukan gue pastiin mereka ngga akan pernah ada disini apa lagi untuk bertemu umji."
Ucap jungkook sambil memakan makanan yang di sodorkan oleh baekhyun.
"hem, terus karena apa takut kalo umji nanya anaknya lagi?"
"kalau itu umji memang sudah tau, gue takut kalau umji tau kalau dia sudah tidak memiliki rahim baek, gue ngga bisa ngebayangin gimana umji nanti gue takut baek umji melukai dirinya sendiri."
Kata jungkook memandang umji yang masih tertidur diranjangnya.
Baekhyunpun mengikuti arah pandang jungkook, dia tau apa yang dirasakan junhkook tentang sahabatnya itu, dia juga merasakan hal yang sama, jika harus kehilangan anak karena takdir mungkin bisa menerimanya, tapi dikasus umji, umji harus kehilangan calon anaknya akibat perbuatan kedua suaminya, bahkan jika dia ingin memiliki anak kembali sekarang tidak bisa rahimnya adalah anugrah terindah dari Tuhan sudah tidak umji miliki, tentu jika umji tau pasti akan berdampak besar untuk mental umji.
"kita harus mencegahnya, kita harus menjaganya kook jangan sampai dia berbuat nekat." ucap baekhyun.
"lo benar baek, gue tidak perduli jika memang umji sudah tidak bisa memiliki anak, gue hanya ingin umji bahagia baek." balas jungkook.
Baekhyun menepuk punggung jungkook untuk menenagkan namja yang sangat mencintai sahabatnya itu.
"lo namja yang keren kook, percayalah umji beruntung jika dia bersama lo dari pada dengan dua tiang menyebalkan itu."
"hah semoga umji bisa menerima semuanya ya baek."
Baekhyun hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban untuk jungkook.

KAMU SEDANG MEMBACA
P.H.O + SEQUEL(📥✋)
FanficEND (SEQUEL READY) LANGSUNG aja dibaca kalo suka vomment jangan lupa ?