Sinar matahari pagi menyelinap masuk ke dalam kastil tua ini, sinarnya merayap pelan membuat Hoseok terbangun.
Matanya mengerjap bingung ketika melihat ruangan bergaya victorian disekelilingnya. Sebuah ranjang yang besar tempat dirinya berbaring membuatnya lebih bingung lagi. Jelas ini bukan kamarnya, dia tidak tahu apa yang telah terjadi.
Dia mengenali baju yang dia pakai, ini adalah bajunya kemarin saat dia pulang kerja. Tidak mungkin bukan dia tertidur lalu berjalan masuk ke dalam rumah ini?
Tunggu! Kemarin?! Saat dia hampir saja memukul seseorang dengan tongkat baseball, lalu dia tidak ingat lagi apa yang terjadi. Hoseok mengusap-usap matanya berharap saat ini dia hanya sedang tertidur atau masih dalam mimpi.
Dia segera bangun saat menyadari ada yang tidak beres terjadi padanya. Menuju ke arah pintu dan menemukan pintu terkunci membuatnya sedikit panik. Hoseok berlari ke sudut lain memeriksa jendela, betapa terkejutnya dia karena tenyata dia aja di salah satu menara yang tinggi.
Sungguh Hoseok ingin bertemu orang itu. Bagaimanapun Hoseok tidak pernah merasa mempunyai masalah dengannya. Ini harus di selesaikan secara jantan, mengingat setidaknya dia pernah juara 2 taekwondo saat SMA dulu. Tapi mengingat bagaimana dia tiba-tiba bisa ada disini, mungkin saja Hoseok bisa sedikit berbicara dengannya.
Pintu berdebam terbuka, Kihyun mendekati Hoseok.
"Kau sudah bangun?""Ini dimana? Siapa kau?" Hoseok memberanikan diri mendekati Kihyun
"Namaku Yoo Kihyun, aku tinggal disini. Semalam karena dongsaengku membawamu kesini tanpa ijin. Kurasa kau butuh mandi dan makan"
"Tidak... tidak perlu, aku hanya perlu pulang. Orang itu..aku tidak punya masalah dengan dongsaengmu. Malah dia yang seenaknya masuk kekamarku. Jadi aku ingin pulang"
"Namanya Hyungwon. Chae Hyungwon, Hoseok ssi" Kihyun terkekeh.
"Aku tidak peduli siapa nama... eoh? Kenapa kau tahu namaku?" Sinyal bahaya di otak Hoseok menyala, orang-orang yang ditemuinya dalam 12 jam terakhir ini sungguh berbahaya. Dia tidak boleh gegabah.
"Begini, Kihyun ssi, Aku berjanji aku tidak akan melaporkan penculikan ini. Hanya saja biarkan aku pulang" Hoseok mencoba bernegosiasi dengan Kihyun.
"Penculikan? Hahaha... tempatmu memang seharusnya disini Hoseok ssi. Kutunggu kau diluar, ada yang perlu kita bicarakan"
Bicara? Bukankah ini yang tadi sedang dipikirkan Hoseok? Siapa tahu ini kesempatannya untuk keluar dari sini."Um begini Kihyun ssi... "ruangan itu kembali kosong, membuat Hoseok sedikit keheranan.
. . .
Hoseok berjalan mengelilingi menara kastil ini. Saat ini dia benar-benar mirip seorang tahanan, dia benci dianggap lemah seperti ini. Orang tadi yang bernama Kihyun sedang menunggunya diluar, Hoseok memberanikan diri membuka pintu yang sekarang tidak terkunci, dan bukan Kihyun yang dia lihat. Melainkan Hyungwon.
Didalam kamarnya tadi Hoseok sudah berencana ingin berbicara mengenai pembebasannya, dia membayangkan dirinya berani ngotot ingin pulang. Tapi sial, saat dilihatnya Hyungwon didepan pintu, dia tidak sanggup berkata apa-apa.
"Kupikir Kihyun terlalu lambat mengajakmu keluar, cepat, segera ikuti aku" Hyungwon berbalik, gerakannya lembut namun cepat sekali dia menuruni tangga putar menara, Hoseok hanya bisa pasrah mengikutinya dari belakang.
.
.Turun dari tangga menara, kini mereka menuju ruang besar seperti ruang tamu kastil ini. Di depan sana ada pintu masuk pastilah itu pintu keluar kastil ini, Hoseok mencoba mengingatnya, dia perlu tahu seluk beluk kastil ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Unmei No Akai Ito (Benang Merah Takdir)
FanfictionKonon, dijari kelingking setiap orang terhubung benang merah takdir yang menghubungkannya dengan cinta sejatinya. Bagaimanapun dan dalam keadaan apapun benang itu tidak akan terputus, sekalipun terpisah jarak yang jauh, maupun melewati dimensi ruang...