HyungWonho Part 4

1.4K 187 30
                                    

Sudah hampir 2 minggu Hoseok tinggal bersama mereka. Selama 2 minggu itulah dia banyak berpikir, dia mengkhawatirkan keluarganya. Mereka pasti kebingungan dia tiba-tiba pergi.

Bosan dengan suasana kamarnya Hoseok memutuskan untuk berkeliling. Selama 2 minggu ini dia gagal menemukan jalan keluar. Mereka berempat bergantian menemaninya.

Seperti saat ini, dia ditemani Hyungwon berkeliling.

"Masih saja mencari pintu untuk keluar dari sini?" Hoseok terkejut, rupanya Hyungwon tahu apa yang dia pikirkan.

"Aku merindukan keluargaku, aku mencintai mereka seperti dulu kau juga mencintai keluargamu. Bagaimana keadaan mereka sekarang? Apa mereka mencariku?" Hoseok tertunduk sedih.

"Aku akan mengajakmu melihat mereka asal kau berjanji akan mau tinggal disini" Hyungwon menghentikan langkahnya, dia menatap Hoseok.

"Aku berjanji" putus Hoseok cepat.

Hyungwon mendekat membuat Hoseok terhimpit diantara dinding dan Hyungwon, mengurung Hoseok dalam jangkauan tangannya.

"Pikirkan sekali lagi, karena membuat janji denganku tidak akan pernah bisa kau ingkari" Hyungwon melirik tanda lahir Hoseok. Menatap bulan diatas sana.

"Besok, lebih baik kau dikamar saja, jangan keluar-keluar"

"Kenapa?"

"Turuti saja atau kau bisa mati" Hyungwon berjalan mendahuluinya. Hoseok tidak suka Hyungwon yang dingin seperti ini. Tidak seperti Minhyuk yang ceria, Kihyun yang selalu ramah dengannya, Changkyun yang walaupun jarang mengajaknya bicara, tapi tetap baik padanya. Sedangkan Hyungwon, orang yang tiap hari dibicarakan Minhyuk malah kadang dingin padanya.

"Aaa cantiknya" Hoseok memandang hamparan bunga biru keunguan di taman kastil ini. Hyungwon mendekatinya.

"Itu bunga delphinium" jelasnya. Hoseok memegang lehernya.

"Ya itu seperti yang ada dilehermu" Hyungwon membiarkan Hoseok melihat-lihat bunga delphinium.

"Kenapa ada banyak sekali?" Hoseok memetiknya setangkai.

"Changkyun menanamnya untukku"

"Untuk?" Hoseok semakin penasaran

Hyungwon hanya tersenyum, tidak menjawab.

"Kuantar kekamarmu, dan ingat kata-kataku tadi" Hyungwon memegang tangan Hoseok, detik berikutnya mereka sudah dikamarnya lagi.

. . .

Malam purnama

Hyungwon terikat lagi di tiang besi seperti bulan-bulan sebelumnya. Matanya berubah menjadi merah darah, seekor rusa sudah tergeletak di lantai, sementara ketiga temannya berjaga.

"ARRHHH" Tangannya memukul-mukul dinding, tapi terhalang oleh rantai besi ditangannya.

"Hyung, padahal cairan delphinium dan darah rusa sudah dia minum. Kenapa dia tetap seperti ini?" Changkyun kebingungan.

Minhyuk tidak menjawab, hatinya sakit melihat Hyungwon yang tergolek lemas tetapi belum sadar sepenuhnya, warna matanya tetap merah darah, itu artinya semua yang diberikan pada Hyungwon tidak mempan lagi.

"Apakah perlu kita memanggil Hoseok kesini?" Usul Kihyun.

"Jangan.. jangan..." suara lemah Hyungwon menyadarkan mereka, seketika warna matanya berubah kecoklatan.

"Hyung! Kau sudah sadar?" Changkyun mendekati Hyungwon, sebelum Hyungwon hilang kembali kesadarannya.

"Aaarrgggghhh!" Tangan dan kakinya meronta-ronta, tubuhnya panas seperti terbakar.

Unmei No Akai Ito (Benang Merah Takdir)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang