HyungWonho part 6

1.3K 154 10
                                    

Hoseok menatap Hyungwon kesal, karena yang dipandang malah mengacuhkannya.

"Bisa kau jelaskan? Kenapa Minhyuk bisa kemari?"

"Mereka membantumu menjelaskannya pada Hyunwoo hyung bukankah bagus?"

"Iya tapi kan? Dia bilang aku pergi dengan kekasihku, yang ada aku diculik saat itu" Hyungwon terkekeh mendengarnya, itu membuat Hoseok bertambah kesal.

"Hoseok ah, kemari" Hyungwon menepuk-nepuk-nepuk sisi tempat tidur, Hoseok mendekat, dia duduk disamping Hyungwon.

"Aku tahu ini sulit untukmu. Bagiku kau lebih dari kekasih, kau adalah takdirku. Mau terpisah jarak waktu bahkan kematian sekalipun dikehidupan berikutnya kau tetap takdirku" Hoseok terdiam, dia tidak membantah sedikitpun, dia mencoba memahami Hyungwon, menunggu 100 tahun bukan waktu yang singkat.

"Aku ingin kau bersamaku" lanjutnya.

"Hyungwon ah, aku.,, aku.."

"Sampai purnama berikutnya tiba, aku menunggumu. Aku tidak akan menyalahkan keputusanmu, jika kau memilih kehidupanmu, aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi"

"Hyungwon ah.,"

"Istirahatlah" Hyungwon bangkit berdiri, berjalan ke arah pintu.

"Kali ini sepertinya aku harus keluar dengan cara yang benar" Hyungwon membuka pintunya.

"Maksudnya?"

"Biasanya aku lewat jendela"

"Hyungwon ah" panggil Hoseok lagi

"Um?" Hyungwon menoleh, Hoseok menghampiri Hyungwon, kedua tangannya menangkup pipi Hyungwon, kemudian mengecup bibirnya singkat.

"Terimakasih" Hoseok tersenyum tulus.

.    .   .

Hoseok melangkah gontai menuju meja kerjanya, Jooheon yang melihatnya datang segera menyambutnya.

"Hoseok ah! Kau sudah pulang dari Jepang? Kapan? Bagaimana disana?" Jooheon memberendengnya dengan pertanyaan.

"Darimana kau tahu aku dari Jepang?" Hoseok balas bertanya.

"Aku khawatir, jadi aku kerumahmu, Hyunwoo hyung bilang kau ke Jepang"

"Iya.., maafkan aku, aku tidak memberitahumu, Jooheonie pasti kerepotan" sesal Hoseok.

"Sedikit, tapi jangan dipikirkan. Aku tidak masalah" Jooheon "kajja! Setelah ini pekerjaanmu menunggu" Jooheon kembali ke meja kerjanya.

Hoseok melirik meja kerjanya, dirinya benar-benar kembali ke kehidupannya, jauh dari kehidupan yang seperti dongeng fantasi.

.    .    .

Hoseok membuka pintu, dia menghela nafasnya.  Kamarnya sederhana, minimalis tapi membuatnya nyaman. Tidak seperti kastil disana. Sial, orang-orang didalamnya membuat Hoseok tersenyum simpul sendiri.

Ketukan pintu kamarnya membuatnya tersadar,
"Hoseok ah, dibawah ada temanmu" Hoseok berpikir, mungkinkah Jooheon datang malam-malam begini? Padahal mereka baru saja pulang bersama.

"Ne hyung, aku turun sebentar lagi" serunya. Hoseok. Hoseok keluar kamarnya, menemui tamu yang Hyunwoo bilang.

"Hai Hoseok ah" sapa sesorang di dapurnya girang.

"Kihyun ssi!" Hoseok tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya, baru saja dia sedikit merindukan kastil, salah satu diantara mereka muncul tiba-tiba di dapurnya.

Kihyun mendekati Hoseok, dia tersenyum ramah seperti biasanya.

"Hoseok ah, Kihyun ini teman kantormu?" Tanya Hyunwoo

Unmei No Akai Ito (Benang Merah Takdir)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang