Ten : "What happen to me"

710 78 16
                                    

Chapter Ten

"Aku menyadari aku tidak bisa memaksamu bahagia bersamaku. Jadi, kurasa sudah saatnya, setelah 2 tahun kau harus memenuhi kebahagiaanmu yang sesungguhnya bersama orang yang tepat..."

"...Aku hanya menyusahkanmu, membuatmu frustasi, mengekangmu, dan membatasimu untuk melakukan hal yang kau impikan dan inginkan. demi aku, dan keluargamu, berbahagialah." Ujar Yoona lalu meninggalkan Daniel yang terpaku mencerna semua ucapan menyakitkan Yoona yang seakan akan menusuk nusuk dadanya perlahan.

☁️☁️☁️

Sudah beberapa hari, sejak Yoona mengatakan kalimat perpisahan pada dirinya. Mereka memang masih tetap bertemu, namun tidak memiliki alasan untuk sekedar berbicara lagi.

Dan hal itu membuat Daniel juga kehilangan fokus pada pekerjaannya. Tubuhnya benar benar berada disana. Tapi fikirannya melayang kemana mana. Sudah take ke-15, dan Daniel tidak berhasil melakukan satu adegan dimana ia harus menggendong Joy keatas tempat tidur, lalu melakukan cuddling disana.

Sutradara bahkan semua kru ikut frustasi karena ini merupakan adegan terakhir dari drama yang akan ditayangkan minggu depan, dan Daniel membuat semua ini menjadi rumit.

"Aku banyak fikiran akhir akhir ini. Maaf telah menyusahkan kalian semua,"

"Semua orang juga banyak fikiran hari ini karena kau. Jadi lakukan dengan benar maka semua ini cepat berakhir." Ceramah sutradaranya membuat lelaki itu bungkam.

Tiba tiba Joy menghampiri Daniel lalu merentangkan kedua tangannya sebagai isyarat agar Daniel menggendongnya

"Mari latihan sebentar Niel",ujarnya dengan suara manja buatannya.

"Aku tidak bisa melakukannya." Ujarnya lalu menolak pelan uluran tangan Joy membuat sutradara menggeleng geleng menahan emosi.

"Kau tidak tahu bagaimana melakukannya? Baiklah. Akan kutelfon penulis Kang, dia akan mengajarkanmu detail cara melakukannya."

Mata Daniel membola saat mendengar hal itu. Mengapa harus menelfon istrinya untuk melakukan hal ini? Daniel malah menjadi panik lalu menggigiti kukunya geram.

Sutradara itu merogoh sakunya lalu menekan beberapa tombol kemudian menelfon Kang Yoona.

"Halo penulis Kang."

"..."

"Benar, aku sutradara Nam. Maaf mengganggumu sebentar."

"..."

"Jadi begini, Daniel tidak mengerti cara melakukan bagian akhir dari dramamu, bisakah kau datang kesini dan mengajarimu cara melakukannya?"

"..."

"Sebentar saja. Tidak lebih dari 10 menit. Kumohon."

"..."

"Baiklah, terima kasih banyak."

Sutradara Nam menutup telfonnya lalu memandang Daniel yang berusaha menahan kepanikkannya dan bersikap Cool. Ayolah, hubungannya dengan istrinya tidak baik saat ini, mengapa harus menyiram minyak ke dalam api?

Entah mengapa lelaki dengan rambut yang dinaikkan keatas itu merasa bahwa kali ini waktu berjalan begitu cepat. Kang Yoona sudah tiba dan keluar dari mobil pemberian ayahnya itu dan menyapa beberapa kru dengan senyuman yang sangat manis.

"Disini, aktor profesional kita juga butuh bimbingan." Ujar Sutradara dengan nada mengejek.

"Ada apa denganmu hm? kukira kau sangat professional dalam melakukan hal seperti ini." Ujar Yoona kasar sambil melirik Daniel dari ujung matanya.

"Ak-aku..."

"Tapi kau harus melakukannya. Dalam keadaan apapun." Nasehat Yoona final membuat Daniel tidak berkutik sambil terus menatap wanita dengan sweater abu abu yang sangat cocok dengan kulitnya yang putih pucat.

Lihat sekarang, wanita yang menjadi istrinya, atau yang sebentar lagi menjadi istrinya menjadi sangat sinis dan kasar, tidak seperti biasanya. Daniel terkejut dengan perubahan yang tiba tiba ini.

"Begini, kau perlihatkan saja cara melakukannya dengan dia sendiri" ujar Sutradara itu sambil menunjuk nunjuk Daniel.

Lalu tanpa membuang waktu Yoona memegang bahu Daniel lalu menepuknya memberi arahan untuk mengangkatnya.

"Angkat perlahan, lalu baringkan pelan tanpa membuat kesan berat dan gerakan yang bising," ajar Yoona seperti guru yang mengajari muridnya dengan detail bagaimana cara melakukannya dengan benar.

Daniel mengangguk pelan, seakan sudah kehilangan otaknya, Daniel tiba tiba dia mengangkat Yoona dengan mudah lalu membaringkan gadis itu dengan hati hati tanpa membuat suara.

Yoona yang telah dibaringkan terkejut dan panik setengah mati karna perbuatan Daniel yang tiba tiba ini. Dan lihat, beberapa kru bahkan membuka mulut mereka karena Daniel mendadak menjadikannya simulasi cuddling ini.

Yoona pun mendadak menutup mukanya yang entah mengapa terasa  panas sambil mengontrol degup jantungnya yang sudah kehilangan ritma awal. Namun, detik selanjutnya, Daniel yang sangat tidak waras ini menurunkan tangan Yoona yang telah menutup wajahnya itu.

Daniel tersenyum singkat, lalu ia memajukan wajahnya secara cepat dan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Yoona. Wanita itu terbelalak lalu mendorong Daniel pelan, lalu Daniel memberhentikan aksinya.

Seakan sadar dari aksi gilanya, Daniel termenung sebentar sambil berfikir, kenapa dia melakukan hal ini?

Namun saat melihat bibir Yoona yang memerah, berkilau, dan terasa manis saat dia mencobanya barusan, Daniel mendadak menjadi ketagihan dan menginginkannya lagi.

Daniel tanpa berfikir panjang, langsung mencium Yoona lagi, kali ini tidak hanya sekedar mengecup, Daniel benar benar menginginkan lebih.

Sutradara menyuruh juru kamera merekam hal ini dan Daniel semakin menjadi jadi. Daniel kembali melumat bibir Yoona kemudian membuat gadis bersurai panjang ini terbawa arus dan malah menikmati ciuman Daniel yang sangat memabukkan.

Bahkan Yoona yang seperti kehilangan akal sehatnya juga tidak bisa menolak bibir itu sama sekali, bibir tebal yang begitu lembut, hangat, kenyal, dan membuat candu.

Yoona tidak bodoh untuk menyadari bahwa Daniel sedang tersenyum di tengah tengah aksinya, dan saat itupula Yoona dengan sekuat tenaga mendorong dada Daniel agar menjauh. Namun, kekuatan Daniel jauh lebih besar.

Laki laki itu malah meraih kedua telapak tangan Yoona kegenggaman tangannya dan membawa tangan itu agar melingkar di lehernya.

Daniel benar benar bajingan profesional!

Yoona benar benar mengutuk pekerjaan Daniel dan semua tingkah bejatnya. Lihat sekarang, lelaki itu malah memajukan kepala belakang Yoona dengan satu tangannya agar ciuman ini berlangsung lebih dalam.

Saat Yoona merasa benar benar kehabisan oksigen, Daniel melepas ciuman panas itu lalu menatap wajah Yoona dengan kondisi bibir yang sudah membengkak dan bertambah merah, rambutnya yang sudah berantakan, dan mata sayu yang membuat Daniel mengecup bibirnya singkat lagi, lalu tersenyum dengan sangat manis.

Kemudian Daniel menyembunyikan wajahnya diceruk leher Yoona lalu menggosokkan hidungnya dan tersenyum disana. Yoona yang terserang gelipun tetap tidak bisa menolak bahkan bergerak, karena posisi Daniel yang benar benar menguncinya.

Lalu kemudian, tanpa merasa bersalah, lelaki yang disebut bajingan professional oleh Yoona mendekatkan bibirnya ketelinga gadis itu, lalu membisikkan sesuatu yang membuat Yoona terbelalak.

"Maaf. Aku...benar benar tidak bisa mencintai orang lain, selain dirimu."

-tbc

☁️☁️☁️
Annyeong. Ku kangen:) maaf sudah menunggu dan tidak update beberapa minggu. Mulai hari ini bakal update sekali 3 hari. Klo bisa sekali 2 hari.g

Thank you for voted (?) the chapter before, it will be interesting if you give me some advice and some vote again.

I miss you so bad❣️

You Did Well [Kang Daniel]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang