"Sayang ayo bangun sarapan dulu!" Rita membangunkan Shalsa yang masih tertidur pulas."Cha ayo bangun sayang."
"Uhm... Aku masih ngantuk ma. Badan aku pegel-pegel ni." Shalsa yang masih berada di ambang-ambang ketidak sadaran tambah menarik selimutnya dan kembali ke alam mimpi.
Rita tersenyum dan mengelus kepala putrinya itu. Dan kemudian keluar dari kamar Shalsa untuk sarapan bersama Adam.
"Belum bangun ya ma?" Tanya Adam yang melihat mamanya turun sendiri.
"Iya tuh. Ga mau bangun katanya pegel-pegel."
Mendengar hal tersebut Adam berdiri dari tempat duduk dan melangkah menuju kamar Shalsa."Adam mau ganggu dia dulu ah."
"Ei kamu mau kemana?" Tanya Rita kepada putranya itu.
"Mau bangunin Shalsa."
"Adek kamu tuh lagi capek semalam siap latihan."
Adam tetap melanjutkan niatnya untuk menganggu adiknya.
Setelah sampai di kamar Shalsa Adam lansung berteriak ketelinganya.
"Woiiii dek bangun! Woi bangun.. bangun... bangun.. Udah siang woi!" Adam berperilaku seperti anak-anak saat menjahili Shalsa. Baginya tidak menjahili Shalsa sehari saja itu tidak seru.
Shalsa yang merasa terganggu oleh adam lansung menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.
Melihat hal itu Adam malah menarik selimut Shalsa dan mengambilnya. Tapi Shalsa masih tidak mau bangun.
Adam mengambil ponselnya berniat untuk mengambil photo Shalsa yang sedang tidur. Dan ternyata oh ternyata flashnya hidup. Alah maaakkk si Shalsa jadi sadar deh.
"Lu ngapain sih kak? Pake acara ganggu gua tidur. Hapus tuh photo!" Shalsa lansung marah-marah kepada Adam karena sudah menganggu tidurnya.
"Gua upload ah. Captionnya 'punya adek cewe jam segini belum bangun dasar pemalas'"
"Coba aja gua jadiin pergedel lu! Hapus ga!" Shalsa merasa kesal karena Adam yang selalu menganggunya.
"Uuuu kejam banget adek gua. Hahaha."
Shalsa lansung melemparkan bantal kepada Adam."Resek banget sih lu jadi orang."
"Weeeekkk ga kena ga kena..." Adam menjulurkan lidahnya seperti anak TK yang sedang mengejek temannya. Yang membuat Shalsa tambah kesal.
"Awas ya lu!" Shalsa turun dari ranjangnya kemudian mengejar Adam yang sudah berlari keluar dari kamar Shalsa.
"Nah kena lu!" Shalsa menarik tangan Adam lalu memutarnya kebelakang dan menguncinya.
"Awwwww.. Sa..sakit dek. Ampun ampun gua nyerah."
"Siapa suruh lu ganggu gua tidur ha?"
"Iya iya maaf gua janji ga bakal ganggu lu lagi!"
"Okeee." Shalsa melepaskan tangan Adam.
Namun baru saja Shalsa melepaskan tangannya Adam lansung menarik hidung Shalsa kemudian berlari menuju Rita.
"Kak Adaaaaaaammmm...." Kesal Shalsa naik seratus delapan puluh darjat dan lansung mengejar Adam.
"Maaaa tolongin ada hulk ngamuk.." Adam bersembunyi dibelakang mamanya.
"Sini lu gua jadiin daging giling baru tau rasa!" Ucap Shalsa yang sangat kesal karena ulah kakaknya itu.
"Uuuuuuu atuuut. Hahaha" Adam malah berekspresi seperti mimi peri.
"Ngeselin banget lu jadi orang!" Shalsa menarik nafas kasar karena ulah Adam yang begitu mengesalkan.
"Sudah sudah. Berenti dulu berantemnya! Ayok sarapan." Lerai Rita.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Beautiful Classmate
RomanceSemua tumbuh dengan sendiri nya karena terbiasa. Rasanya ada yang kurang sehari saja tak saling menatap masing-masing mata yang begitu dingin. Dan pada akhirnya tatapan itu berubah menjadi tatapan yang saling dirindukan.