ThreE. A Dream

95 8 3
                                    

"Hoam!!" erangku. Well, kayaknya hari ini gak bakal sebagus yang aku kira.

"Ini, Mia. Roti gandum dan telur mata sapi. Ini susu oreo," ucap Mum. aku hanya mengangguk dan mengambil garpu dan pisau.

"Mum berangkat, ya. yang baik di rumah. ini daftar belanja hari ini, ya. uangnya ada di laci kamar," ucap Mum sambil memakai jaket tebalnya. "Bye. hari ini mama lembur, ya,"

Aku melambai, dan kembali makan. Aku segera meneguk cepat susuku, dan berlari ke kamar mandi.

 

=====================================TCATS====================================

Aku memakai baju training citrus, tas jinjing putih, kunciran pita citrus dan gelang hijau. aku memasukkan cokelat batangan, iPod, dan novel secukupnya.

DI CAFE. . .

"Mas, pesen steamed milk satu," ujarku sambil menunjuk menu.

"Itu 15 ribu," ucap pelayan itu. aku segera memberi uangnya, memakan cokelatku, mendengarkan musik dan membaca novelku. aku tenggelam dalam kesibukanku, dan akhirnya buyar akibat telepon.

"Halo, Bella?"

"Kenapa?"

"Oke, oke. aku kesana." dengan cepat, aku memasukan semua barangku ke tas dan meminum semua susuku.

Aku berlari sekencang mungkin, dan mendapati Bella termenung sambil menatap ke bawah.

"Lindsay! Kamu kenapa?!" seruku seraya memeluknya.

"Tadi ada yang menabrak. tapi nggak papa, kok. cuma luka doang," kata Lindsay dengan suaranya yang agak bergetar.

Aku membeku. shock. aku tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Aku menangis.

"aku gak papa, kok. kata dokter besok udah sembuh." ujar Lindsay padaku. aku berbisik pada Bella, dan ia mengangguk.

"kasih tau yang lain, ya!" ucapku. Bella pun keluar kamar rawat itu dan menelpon Sasha.

"Sasha, ********" ucap Bella di telpon.

"mau! ********"

"oke jadi nanti ********" ucap Bella lagi.

"oke! Bye!" Bella pun menutup telpon. dan mengacungkan jempolnya padaku. aku hanya tersenyum.

"nanti aku telpon, ya, Bell. nanti kita ketemuan. oke?" tanyaku. Bella mengedipkan satu matanya dan mengajakku keluar.

"udah, ya, Lind. udah pengen sore." Lindsay mengangguk dan melambaikan tangan.

=====================================TCATS====================================

Begitu pulang, aku langsung berlari ke dapur dan memasak cupcake istimewa ala keluargaku. setelah itu, aku memutuskan untuk mandi.

DI KAMAR MANDI. . .

"hmm... pake shower atau bathtub, ya?" gumamku yang segera memutuskan memakai shower.

Srashhh....

memakai shower memang lebih segar daripada bathtub. aku pun bernyanyi dalam keadaan basah, dan segera mengeringkan badanku.

aku memakai t-shirt biru, rok sedengkul putih, dan bandana putih. aku segera berlari dan mengambil Samsungku untuk menelpon Bella.

"halo, Bell!"

"halo, Mia."

"aku udah masak cupcake. kamu udah beli kertas kreps?"

"udah. Sasha udah bikin lemonade, Yenny sudah membeli balon. yang cowok-cowok masih nggak tau nih pengen ditugasin apa,"

"oke, oke. jam 5 nanti ketemuan di Taman Ayodia, ya."

aku mengayuh sepeda lipatku dan menggiringnya ke pohon taman. sambil menunggu Bella, aku membeli rujak dan lamgsung melahapnya.

Tak lama kemudian, Bella datang dengan tergesa-gesa.

"sori, lama nunggu, ya?" tanya Bella. aku menggeleng cepat, dan menelpon Edwan.

"Edwan, mau gak******"

"ng... boleh. aku harus ngapain?"

"kamu bikin undangan aja bareng Farhan. oh, tempatnya di taman kompleks-ku,"

"oke. jam berapa, tuh?"

"jam makan siang aja. soalnya kalo sore waktunya terbatas."

"oke, Mia. daah!!"

"gimana?" tanya Bella.

"beres. besok di taman komplek-ku, ya! jam 12!" seruku dan melambai pada Bella yang sudah menaiki sepedanya.

"oke! bye!" ucapnya.

Aku mengayuh sepedaku dengan santai. dan menengok ke kiri. ANOMALI. nama kafe itu pernah kudengar, dan katanya sih milik seorang musisi terkenal, Ahmad Dhani.

"kok kayaknya aku penasaran banget, ya sama kafe ini?" gumamku. aku ingin memberhentikan sepedaku, tapi aku tetap melaju.

kalo Mum khawatir kan bisa gawat!! batinku.

aku mengayuh dan berhenti di depan SuperIndo. aku masuk, dan membelanjakan apa yang Mum sampaikan.

"gula merah, kayu manis, kolang-kaling...." ucapku sambil mengambil masing-masingnya.

"totalnya 45 ribu," kata pelayan kasir itu sambil menerima uangku.

"kembali 55 ribu. terima kasih," ucap pelayan kasir itu lagi sambil memberikan 55 ribu itu.

KEESOKAN HARINYA
jam 12:00...

"yang ini disana, Edwan. bagus.. bagus..."

"well, katanya bentar lagi Lindsay nyampe," ucapku.

"serius? yaudah, berarti kita harus cepet-cepet," kata Sasha bergegas. setelah setengah jam, Lindsay datang.

"kenapa nelpon, Yen? aku kan pengen makan siang keluarga--" Lindsay kaget dan membeku di tempat.

"SURPRISE! kita buat ini patungan, lho!" ucap Edwan sambil menyodorkan pancake madu yang sangat manis.

"untuk?" tanya Lindsay.

"merayakan keluarnya kau dari rumah sakit." jawab Sasha sambil memberikan serangkaian bunga mawar dan lili.

"makasihh."

SORI KALO PART INI PENDEK. JANGAN LUPA VOMMENT. NEXT PART : MINGGU DEPAN.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 17, 2014 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Cafe Across The StreetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang