Zuraiti yang melihat aya hanya diam saja di kelas ia pun menghampiri nya " yan, kenapa lo?"
Aya yang tersadar dengan ucapan zuraiti yang tiba tiba hanya kaget dan membalas perkataan zuraiti "weitss, gaya nya lo gue ya sekarang. Logat sunda nya mana?"
"Kan gue ngomong sunda cuman sama jekson" balas nya kesal
"Iya iya tau. Maaap ibuu!!" teriak aya gemas langsung memeluk zuraiti."Eh eh lesbi ya kalian!! Tydack!!" teriak seseorang, siapa lagi jika bukan jekson?.
Aya langsung melepaskan pelukan nya untuk zuraiti dan berdiri bersiap meladeni jekson "JEK----" teriakan aya terpotong karena jekson lebih dulu memotong nya "Ngantin kuy!"Senyuman aya seketika mengembang, ia tadi juga ingin ke kantin, namun ingat jika lisa dan akbar sedang berada di kantin bersama pun ia urungkan. Tapi tiba tiba jekson mengajak nya dan langsung ia terima saja.
Zuraiti yang melihat jekson pergi dengan aya pun hanya menghela nafas nya "apa harus sesakit ini ngeliat lo bahagia?"
Aya dan jekson tak sadar mereka bergandengan tangan dan sedang tertawa lepas menuju kantin saat sudah tiba di kantin, aya melihat akbar dan lisa duduk bersama di satu meja, dan di meja belakang nya terdapat andre, fery, dan juga dani.
Aya hanya melihat nya dengan senyum palsu nya, ia tidak ingin terlihat lemah. Seketika kedatangan aya di kantin membuat semua orang berbisik bisik.
"Yang bener akbar accu itu pacar siapa? Ataga aya tegar banget elah"
"Lisa emang dasar, emang lirikan gue kurang tajem apa? Kan kasian aya. Dasar penikung hebat"
"Hm, lisa sama akbar? Aya sama jekson? Kalo aya sama jekson sih wajar wajar aja, lah ini? Lagi jaman nya nikung ya sekarang?"
"Baru aja pacaran dua hari, cobaan kak aya gede banget"
"Lisa ga punya malu"
Samar samar aya tersenyum renyah melihat nasib nya sendiri, dalam hati ia sangat berterimakasih kepada orang orang tadi karena telah membela nya, ia kira nanti ia akan menjadi bahan bully di sekolah nya.
Jekson menarik aya menuju meja yang berada di belakang akbar dan lisa. Tentu nya jekson menarik aya menuju meja andre, dani, dan fery.
"Wuih, menang banyak lo jek?" ucap fery melihat jekson masih mengandeng aya.
"Embuh, dia yang minta. Biasa cobaan orang ganteng mah gini" balas jekson enteng.Seketika aya ingin mengumpat, jelas jelas jekson yang menarik nya sendiri. "Paan sih! Enggak ndeng!" gerutu aya.
"Kita jelas tau lah yan, tanpa lo jelasin malah" balas dani langsung menepuk nepuk kursi di sebelah nya.
Jekson mengerti langsung duduk di sebelah dani, seketika dani melotot kan mata nya. Yang ia makhsud adalah menyuruh aya agar duduk di sebelah nya, ini malah jekson yang duduk di sebelah nya. "Lo kok menjijikan sih semut jepang!! Gue nyuruh aya tai!" umpat dani.
Jekson hanya tertawa garing menanggapi dani, "gue duduk mana jek! Minggir. Dani ih bantuin ngusir sempang (semut jepang) ini!!" kesal aya.
"Halah! Duduk di sebelah andre kan bisa!!" kesal jekson, ia sudah berada di posisi pw. Sangat malas jika untuk berubah ubah lagi.
"Tap---""Udah, sini yan!" potong andre yang langsung menepuk nepuk kursi di sebelah nya tersebut.
Aya yang merasa tidak enak, dengan canggung langsung duduk di sebelah andre. Namun tiba tiba tangan kekar seseorang menarik nya dengan kasar. Tentu nya kalian tau siapa pria tersebut, Al Akbar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flashback
Fiksi Remaja"Kaki ini memang nggak sejenjang jalang yang lo sewa buat muasin nafsu lo, tapi percayalah kaki ini nggak pernah nginjak tempat maksiat yang menjadi tempat favorit saat lo kesepain. Memang bibir ini nggak se kenyal jalang yang lo sewa, tapi lo harus...