Author Pov
Di meja makan, mereka berbincang dengan gembiranya. Bi Ina terasa sangat kaku tetapi dia berusaha untung masuk kedalam obrolannya. Bi Ina telah lama mengabdi dengan keluarga AgraJaya. Jauh sebelum kepergiannya mama Martin.
Flashback on
Tembakan dimana mana, Mrs. Susi mengendarai mobil sport merahnya dengan sangat baik melewati jalanan yang sangat rawan kecelakaan. Yah. Mrs. Susi Agra Jaya seorang wanita tangguh, dia mama Martin.
Dengan baju yang sangat elegan untuk wanita bergaya tomboy dengan sebuah pistol ditangannya lembutnya. Membuat wanita cantik itu menjadi sangan mempesona untuk kalangan wanita.
Dor.. Dor..
Dua kali tembakan mengenai tepat di dada Mrs. Susi, beliau langsung jatuh pingsan. Dan akhirnya meninggal dunia.
Bagaimana tidak? Sebab Mrs. Susi mengendarai mobil seorang diri. Dan mobilnya pun menabrak tiang jalan dengan keras."Mam.. Mam.. Bangun mam." Teriak seorang anak kecil berumur 10 tahun dengan isak tangisnya. Dia Martin kecil yang masih menginjak sekolah dasar.
"Sudahlah Tin. ikhlaskan kepergian mama mu." Kata Mr. Bara sambil menahan air matanya jatuh.
"Pah. Mama pah. Dia gak boleh tinggalin kita." Teriak Martin dengan tangis yang lebih keras. Terdengar suara yang sangat parau keluar dari mulutnya
"Martin...." sepatah kata dari papahnya
Belum selesai Mr. Bara mengatakan sebuah kalimat, kalimat itupun di potong oleh Martin dan dibuatnya menjadi sebuah kata.
"Pah, mama itu bakal tinggalin kita selamanya. Dan kau malah sangat tenang begini. Seperti mama bakalan kembali kerumah besok." Bentak Martin kepada papanya dengan sangat kesal yang tidak kalah dengan rasa sedih dan suara tangisnya.
"Martin, jaga ucapanmu. Papa itu bukan enggak sedih dek. Dia sangat sedih. Tapi dia tutupin dari kita. Kamu ngerti?" Sanggah Syani dengan suara lembut dengan suara isakan tangis yang sangat dalam.
"Kak aku gak mau mama pergi."
"Kakak juga gak mau dek. Tapi gimana lagi kalo udah takdir dari Tuhan untuk keluarga kita." Lagi lagi Syani memanggil kata dek untuk Martin
"Sudahlah. Keluarga kita akan terus bahagia. Do'akan saja mama kalian supaya diterima disurganya nanti. Karena yang dilakukan mama kalian itu sangat mulia." Kata Mr. Bara dan langsung memeluk anak anaknya.
Tangis ketigannya pun tidak dapat tertampung lagi. Hanya ada sebuah pistol yang dapat mereka museum kan khusus dirumah keluarga AgraJaya untuk mengenang dan mengingat kembali kenangan bersama Mrs. Susi.
Flashback Off
***
Merlin Pov'
Setelah Martin berpamitan pulang, aku langsung masuk kedalam kamar ku. Tebak apa yang dilakukan oleh ibu ku. Yah, ibuku keluar dari tempat kediamannya. Dikamar tercintanya. Dia langsung menuju dapur dan menyiapkan makanan untuk kami berdua."Mer.. keluar nak, ini ibu udah masak semur telor kesukaan kamu." Teriak ibu memanggilku
Aku langsung beranjak dari tempat tidurku dan langsung keluar dari kamar. "Iya bu. Ini aku langsung keluar kok." Jawab ku
Di atas meja makan, benar sekali ada makanan kesukaan ku. Semur telor dan sambal ikan teri. hmm yummie
"Nih nak makan yang banyak." kata ibuku sambil memberi 3 centong nasi kedalam piring ku. Dan kalian tau seberapa banyaknya itu. Piring ku hampir penuh.
Sangat sangat membuat ku kesal. "Bagaimana cara ku menghabiskannya" batinku
"Bu ini kebanyakan nasinya. Aku gak bakalan kuat buat abisin Semuanya." cemberut ku.
Sambil tertawa, ibuku pun menjawab
"Yaudah sini sini ibu bantuin makannya. Kita sepiring berdua ya. Biar romantis."Aku sambil menahan tawa langsung malu dengan jawaban ibu yang sangat frontal itu
"Ah ibu.."***
Martin Pov'
Sesudah makan siang dengan sebuah pencuci mulut tentunya, aku langsung pergi ketempat ruangan pribadi ku.
Tempat menambah berat badanku. Huh Yah aku pengen punya badan seperti papa ku.Peralatan gym sangat lengkap diruangan ini. Dan aku langsung memulai olahraga.
"Hei adikku tercinta." Panggilan dengan teriak dan suara cempreng ini aku enggak suka
"Yuhhuuu Martin. Dimanakah dirimu wahai adikku." Teriaknnya kembali
"Apasih kak? Nih aku lagi gym. Mau ikutan?" Jawabku sambil bertanya kepada kakak ku yang comel itu
"Boleh deh boleh." Tak ku sangka dia udah dibelakang ku sambil memegang pundak ku yang sudah berkeringat.
Tidak lama dari kami yang sedang berolah raga, papa datang ke ruangan gym dan dia mengatakan sesuatu yang membuat kami berdua kaget dengan sangat.
"Kak.. Dek.. Tiga bulan lagi kita bakalan pindah." kata papa
Holla.. Jangan lupa Vote + Like ya💕
ikuti terus ceritanya. karna mereka pindah ada hubungannya dengan mama Martin.
Lah, emang kalian gak bertanya tanya.? Kok mama Martin bawa bawa pistol ditangannya..
Silahkan tebak, dan semoga tebakan kalian salah ya.
Kalo bener gak seru lagi. Huhuhu

KAMU SEDANG MEMBACA
Love Story of Friendship
RomanceHubungan terlarang persahabatan Merlin dan Martin yang dilakukan oleh ibu Merlin karena perbedaan status keluarga. Sehingga Martin pergi menjauh dari Merlin, dan Merlin tidak tahu entah kemana Martin pergi meninggalkannya *Holla ini karya pertama au...