Sesudah direpotkan Siheon dua kali, Hyunjin akhirnya dioceh karena pulang terlambat. Ia juga tidak tahu kalau papanya pulang malam ini. Malam itu, Sinbi, mama dan papa Hwang duduk di meja makan menunggu si bungsu. Mata Sinbi menyiratkan ada sesuatu yang akan papa mereka sampaikan. Sesuatu yang penting karena papa Hwang menatap intens anak bungsunya. Hyunjin duduk di sebelah Sinbi dan mamanya, tepat dihadapan papanya.
"Kuliah ada jam lembur ya?" tanya papa Hwang. Tentu saja ini bukan pertanyaan biasa. Ini sindiran. Hyunjin menundukkan kepalanya.
"Kakak kamu sendirian di rumah. Sementara papa dan mama baru dapat informasi dari pihak keamanan kalau ada seseorang yang mengincar gadis-gadis dalam setahun ini."
Dahi Hyunjin berkerut. Apa mungkin orang itu..?
"Untungnya mama dan papa pulang cepat hari ini. Lain kali pulang kuliah langsung ke rumah. Jangan kelayapan, lingkungan kita dalam bahaya. Kalau pun mau pergi, ajak kakakmu, jangan sampai sendirian." Mama Hwang mengelus rambut Sinbi pelan. Gadis itu sendiri merasa orangtua mereka sedikit berlebihan, seharusnya tidak perlu menekankan Hyunjin untuk menjaganya, ia bisa jaga diri dan tentunya mengunci pintu rapat-rapat jika tidak ada orang rumah.
Selesai makan malam, Hyunjin langsung beranjak ke kamarnya. Meskipun sering merepotkan Hyunjin tapi Sinbi kali ini tidak enak hati. Ia tahu adiknya sudah dewasa, tahun ini adiknya menginjak usia 21 tahun, Hyunjin pasti punya dunianya sendiri. Dulunya Sinbi yang menjaga Hyunjin kecil sekarang gantian dirinya. Tetap saja, Sinbi masih melihat sisi adik kecil dalam diri Hyunjin walaupun laki-laki itu sudah bertumbuh lebih tinggi dari kakaknya.
Sinbi mengetuk pintu kamar Hyunjin. Pada ketukan ke limabelas baru Hyunjin menyahut. Sinbi membuka knop pintu dan memperlihatkan Hyunjin dengan handuk menggantung di lehernya dan rambutnya basah. Sinbi paling benci mandi malam.
"Ga usah terlalu seriusin omongan papa dan mama tadi. Lo masih bisa kumpul sama temen-temen kok. Mulai besok, gue ajak temen gue nemenin kalo lo belum balik."
Hyunjin tidak menanggapi. Ia memikirkan sesuatu yang menyangkut Hyeyeon dan Siheon. Usai mengantarkan Siheon sampai depan rumah, Hyunjin masih terdiam hingga sebuah pesan dari Hyeyeon menurunkan moodnya.
From : Chocho 🍫
Bisa bantu gue gagalin pernikahan gue sama kak Baekhyun bulan depan? Gue belum siap dan gue gak tau harus minta tolong sama siapa.
To : Chocho 🍫
Kenapa tiba-tiba mau nikah aja lo?! Sudah sejauh apa sih hubungan kalian?
From : Chocho 🍫
Please, gue gak bisa ninggalin Korea dan menetap selamanya di Swedia karena kak Baekhyun jadi dokter tetap di sana.
To : Chocho 🍫
Gue akan usaha, Hye
Lo udah kasih tau Jiyu dkk belum?
Bukannya apa nih, semisal gue berhasil bawa lo kabur, kan lo bisa nginep di salah satu rumah mereka.From : Chocho 🍫
Gue ga tau bakal seheboh apa nanti. Beberapa dari mereka belum tau gue dijodohin, baru lo doang.
To : Chocho 🍫
Ya udah, pokoknya gue usahain lo gak jadi nikah sama kak Baekhyun
Udah istirahat sana, gud nite 🙈Hyunjin melempar ponselnya ke jok sebelah. Kenapa bisa secepat itu? Apa Baekhyun sengaja mempercepat karena keakraban Hyunjin dan Hyeyeon waktu itu?
"Hei Hwang Hyunjin!" panggil Sinbi. Ia benci diabaikan.
"Eh iya? Apa kak?"
"Lo mikir apa sih? Dah gue bilang jangan mikirin omongan mama papa tadi."

KAMU SEDANG MEMBACA
Time To Have You | Hwang Hyunjin ✔
Short Storysequel wyls 1&2 kalau sekarang tidak bisa, mungkin nanti ©joaapark 2018