Pandangan Senja

16 3 0
                                    

Warga kota dihimpit kesibukan fana

terus jauh menelan sinar matahari di dalam sungai jiwa mereka.


Buah fikiran dan sesalan masa lalu berputar

terus jauh menelan sinar bulan di dalam rangkuman semesta jiwa mereka.


Dengan secangkir kopi susu;


Aku menulis puisi ini di jendela senja yang

menjadi jambatan antara matahari dan bulan.

Aku abadikan pandangan ini di jendela senja yang

menjadi jambatan antara jiwa manusia;

yang terlalu sibuk mengejar kesibukan fana. 

Sejarah Dari Mata PengalahWhere stories live. Discover now