Dahi pemuda Kim mengernyit. Ponsel di atas nakas berdering berulang kali. Paksa Taehyung sudahi bunga tidur.Gila. Lewat tengah malam sudah. Siapa gerangan buat panggilan untuknya.
"Kak Tae~ Kenapa angkatnya lama?"
Taehyung nyaris beri umpatan. Gagal oleh suara lembut di ujung sambungan. Manja terdengar. Lebih manja dari yang bisa ia ingat.
"Huh? Jungkook? Ada apa, Manis?"
"Rindu~"
Kesadaran Taehyung terkumpul seketika. Si Manis ucap rindu barusan. Kupingnya tak bisikkan dusta, bukan? Taehyung nyaris berpikir ia masih dalam buaian mimpi. Jungkook yang dikenal tak pandai ungkap perasaan. Rindu dibilang? Terlalu manis bahkan bagi Kim Taehyung sekalipun.
"Kak Tae~ Diam kenapa? Tak rindu juga?"
"Huh?"
Taehyung total bingung. Baru saja bangun. Otak masih setengah jalan.
"Taehyung?"
Kali ini suara husky yang menyapa.
Bingung semakin menjadi. Suara siapa pula ini?
"Ini Yoongi. Cepat kemari. Bawa mobil jangan lupa."
"Huh? Kemana?"
"Warung BBQ biasa."
"Yoon, Jungk-"
"Sudah. Jangan banyak tanya dan cepat kemari. Atau kelincimu tak akan selamat."
Dan panggilan ditutup secara sepihak.
Tinggalkan Taehyung. Masih tak dapat mencerna apa yang terjadi gerangan.
Tapi pemuda Kim sigap sambar kunci mobil. Melesat pergi tinggalkan dekapan ranjang.
Bagaimanapun, kalimat terakhir Yoongi berhasil porak-porandakan isi kepala.
'Warung BBQ biasa' maksud Yoongi, jelas Taehyung tau letaknya. Tak jauh dari apartemen Jimin. Tujuh menit perjalanan kaki dari apartemen Yoongi. Dan sepuluh menit perjalanan mobil dari apartemen Taehyung.
Tempat langganan memang. Favorit ketiganya.
Taehyung tiba setelah pacu mobilnya cepat. Dapati Jungkook terpejam dengan kepala di atas meja. Juga Jimin dengan tatapan berkabut sibuk pandangi Yoongi yang tampak segar. Kaleng bir tak berisi penuhi meja. Entah berapa totalnya.
"Oh, cepat juga, Kim." Sambut Yoongi singkat.
Mendengarnya Jimin mendongak. Dapati pemuda Kim berdiri menjulang.
"Yo, Tae. Minum?" Jimin tawarkan sekaleng bir padanya.
Taehyung hanya diam. Pandangan fokus pada Jungkook seorang. Semburat merah hiasi kulit putihnya. Puncuk hidung teramat merah. Jelas si manis dalam kondisi mabuk berat.
"Bawa Jungkook pulang. Jimin biar gue urusi." Kata Yoongi.
Pemuda pucat itu mengecap likuid alkohol untuk terakhir kali sebelum beranjak berdiri. Tangannya melingkar pada pinggang Jimin. Menyokong tubuh yang tidak stabil.
"Tunggu. Jelaskan dulu, Yoon." Taehyung jelas tuntut penjelasan. Lihat Jungkook terkapar. Total tak sadar diri buat dirinya khawatir tentu saja.
"Enggak sekarang. Besok, oke? Sudah cukup lelah ladeni dua orang merepotkan ini."
Yoongi mulai ambil langkah. Dengan lengan melingkar erat di pinggang Jimin. Berjalan lamat-lamat sambil mengumpat.
"Harus bawa Jungkook kemana?" tanya Taehyung setengah teriak.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love, JK [ TaeKook ]
FanfictionSecuil kisah tentang seorang pemuda tan bernama Kim Taehyung. Juga seorang pemuda manis, Jeon Jungkook tentu saja. Bertemu kembali setelah 2 tahun lamanya. Meninggalkan gombalan Kim yang masih menggantung. Mungkin Taehyung niat lanjutkan PDKT. Me...