Langit tiba-tiba malam;
entah mengapa sebegini
meninggalkan aku terduduk hairan
jatuh hiba tanpa sebarang isyarat.
Nafas tiba-tiba karam;
sendiri mengemudi detak
lemas dalam penyesalan
keampunan menjadi
satu hal yang sia-sia.
Hati tiba-tiba kelam;
sejumlah sungai hitam
perlahan mengeringkan buluh darah
meresapi segala rasa duka
berjalan di tubuh ini.
Mata tiba-tiba padam;
mengaburkan pandangan
berjuta soalan gugur di langit fikiran
pandangan ini jatuh di lantai bumi
dengan segenggam dendam lama.
Langit terus berputar malam;
seekor kelip-kelip hinggap di dahiku
mengalirkan nafas dan tunas
menerangi segenap cahaya
di ruang langitku ini.
Aku disapa lembut;
menyambut teguran Izrail
di tali kehidupan bernama fana.

YOU ARE READING
Sejarah Dari Mata Pengalah
PoetryKumpulan puisi dan prosa tulisan M. Firdaus Kamaluddin.