15. Relationship 🌻

179 5 0
                                    

Jarak.

Jarak adalah hal yang biasa
Terlebih jika hanya diam
Ya, mencintainya dalam diam
Merindukannya dalam sepi
Hanya sang maha pemilik hati yang maha mengetahui apa isi hati
.
.
Hanya sang pemilik hati yang dapat membolak-balikkan hati
Mungkin hari ini aku di sini dan kau sedang berada di sana
Namun, namamu tak pernah lepas dari doa yang selalu ku panjatkan pada rabbku dan namamu akan selalu menggantung di langit sampai Allah SWT. menyatukan kita berdua

🎀
Pada hari itu tepat di hari selasa
Entah mengapa di setiap hari selasa ada saja kejadian-kejadian dan keajaiban yang ada tanpa zahra ketahui

"Raa kamu ada dimana ?" tanya kak sonia pada zahra
(Kak sonia adalah anak dari adik papa zahra dan lebih tepatnya zahra dengan sonia adalah sepupu)

"Iya? Kenapa kak? Aku ada di musholla lantai 3 gedung C" balasan zahra dari pesan singkat sonia

"Loh kamu ada di gedung C juga?" sonia

"Iya, kenapa? Kamu ada dimana?" zahra

"Aku di lantai 1 nih" kak sonia

"Oh iya, tadi juga pas mau menuju lift sempat liat di lantai 1 ada acara apaan emang?" zahra

"Itu loh acara seminar skripsi gitu kan kak sonia mau semester 7 sayang" kak sonia

"Oh iya sih s___

Sejenak zahra diam dan berhenti mengetikkan pesannya kepada sepupunya itu

Zahra ingat bahwa tak sengaja ketika ia mendapatkan sertifikat dan tertera dengan jelas bahwa nama rafa tercantum di bawah ujung karena rafa adalah ketum dari organisasinya selain nama rafa nomor induk kemahasiswaan rafa pun tercantum

Bahwa rafa dan kak sonia adalah satu angkatan

Zahra tetap saja tidak membalas

" Jadi kita satu gedung,
kamu di lantai 1 dan aku di lantai 3" ucap zahra pada batinnya sendiri

"Raa kamu di mushola lantai 3 kan ? Nongol dong di jendela bentar liat ke bawah. Ini ada aku" pesan masuk dari kak sonia

Zahra hanya membaca pesan singkat dari kak sonia
Lalu membalasnya

"tapi aku malu kak, buat apa juga liat dari jendela, di bawah kan banyak kakak tingkat" Balas zahra

"Gapapa kali raa, kalau bisa ke sini ke lantai 1. Gapapa kakak tingkat gak kira liat kamu juga kali. Sok cuek aja" kak sonia

"Enggak gak mauu kak malu aku" zahra

Zahra memang sangatlah pemalu
Karena di setiap zahra datang di tempat apapun itu yang terlebih lagi banyak sekali laki-laki dari pada perempuannya
Dan semua laki-laki, laki-laki itu kemudian lebih sering pandangannya tertuju pada zahra hal itu yang membuat zahra tak suka dipandang dan merasa malu didepan seorang laki-laki

Padahal zahra pada saat ini sudah menutup tubuhnya dengan balutan kain yang lebar itu, sudah hijrah pula dan lebih sering menundukkan pandangannya.

Setelah satu bulan dari berhentinya zahra tidak mengikuti ukm bahasa inggris itu zahra menjadi banyak perubahan, ya sejak semester, zahra mulai memakai pakaian lebar. Berubah yang awalnya memakai celana, saat ini memakai gamis dan mulai berusaha menjauhi laki-laki (tidak bersentuhan)

Meski jauh dan berbeda lantai namun zahra sangat merasa dekat sekali dengan Rafa

Memanglah rafa dan zahra satu gedung.
Namun, zahra dan rafa sudah hampir sama sekali tidak pernah bertemu.

Bahkan dulu bertemu rafa saja ketika awal disemester 1
Zahra dan rafa tidak bertemu ketika zahra diakhir semester sedangkan rafa akan awal semester 6 yang mana Rafa tentunya akan disibukkan dengan KKN.

Namun zahra merasa sangatlah yakin bahwa rabbnya akan menyatukannya dengan rafa meski bukan saat ini.

Tapi nanti

Bahkan bukan hanya sekedar di pertemukan zahra yakin bahkan di persatukan dalam ridhonya

"Karena mencintaimu tidaklah harus kita bertemu dan bersama dalam keadaan yang belum Allah ridhoi kan" ucap batin zahra sekali lagi

"Raa kamu kenapa diam terus dari tadi ? Kamu gak sakit kan ?" nia yang membuyarkan lamunan zahra

"Eh, Eng- enggak kok" jawab zahra yang terbata- bata

Tiba-tiba saja kak sonia muncul di depan pintu mushola

"Raa" panggilnya dari arah luar

"Loh kok ke sini kak acaranya udah selesai?" tanya zahra

"Belum sih, cuma banyak yang pulang" ucap sonia

"Jadiii dia sudah pulang.... Ya rabb lama sekali rasanya tidak pernah bertemu bahkan berpapasan.
Ya Allah astaghfirullah kok jadi ngomong gini" batin zahra

Zahra sering sekali berbicara berdua dengan batinnya itu

"Raa kenapa? Kok diam?" ucap kak sonia

"Eh enggak gapapa kok kak" zahra

Selepas itu kak sonia mengajak zahra ke ruang baca dan tak lupa juga zahra mengajak nia untuk ikut bersama dengannya.

Sedari tadi pikiran zahra ke rafa, hatinya tak ingin diam, hatinya selalu berbicara bahwa ia sedang rindu akan sosok rafa yang ia temui secara tidak sengaja itu
Namun, pikiran zahra bicara bahwa zahra dan rafa bertemu bukan hanya sekedar tidak ketidak sengajaan dan bukanlah sekedar kebetulan melainkan sebuah takdir Allah yang sengaja Allah pertemukan.
.
.
.
.
Maaf readers sampai di sini dulu yaaa.
.
.
Sedang tidak bisa diajak kompromi nih otak hehehe
.
.
La tahzan innalaha ma'ana🌹
.
.
❤Utamakan sholat dan membaca Al-qur'an❤

Cinta dalam doaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang