Sepulang sekolah azela tidak langsung pulang, ia harus mengumpulkan beberapa formulir pendaftaran sebagai calon anggota paskibra SMAN 12 Jakarta ini.
Azela tidak sendiri dia bersama grace, zela merasa beruntung sekali karena dia bisa memiliki teman baru yang cukup asik dan cepat akrab dengannya.
Meski bisa dibilang azela ini tipikal gadis yang tidak pandai mencari teman, tahun pertama menjadi anak SMA cukup berjalan dengan sangat baik.
"Lo yakin mau ikut paskibra zel?" tanya grace.
"Yakin, kenapa emang?"
"Gapapa sih, cuma ya lo keliatan anak rumahan aja zel" tutur grace dengan wajah polosnya.
"Yaelah engga elo ga si lidya, bilangnya begitu. Udah ayo cepetan jalannya, ntar telat kumpulan lagi kita ah"
Merekapun kembali berjalan untuk menghadiri perkumpulan eskul, sepanjang perjalanan azela tidak pernah berhenti mencari-cari seseorang. Entah apa yang dia cari, hanya saja dia masih penasaran dengan satu laki-laki yang mengganggu pikirannya.
Akhirnya mereka sampai di salah satu ruangan tempat berkumpulnya anak paskibra.
"Assalamualaikum kak misi" salam azela ketika ia masuk.
"Ayo cepet duduk udah mau dimulai nih"
Azela dan Grace pun bergegas mencari tempat duduk.
"Galak amat si, tapi ganteng" ucap grace ketika dia sudah menempatkan bokongnya di kursi.
"Kebiasaan deh, udah udah tuh ih dengerin kakak kelasnya. Gue takut di marahin" sahut azela dengan sedikit mencubit grace.
Grace mengaduh kesakitan. "Awhh galak ih"
Mereka mun dengan serius mengikuti perkumpulan ekstrakulikuler tersebut, azela dan grace pun sudah memperkenalkan diri mereka masing-masing. Jadwal untuk latihan pun sudah kakak senior beri, dan pengelompokan pun sudah selesai.
Azela pikir akan memakan waktu yang cukup lama, ternyata tidak. Dia sudah was-was jika akan pulang terlalu sore. Karena khawatir bunda akan marah dan mengeluarkan jurus andalannya.
Selesai kumpulan pun, azela bergegas untuk pulang karena dia sudah memesan ojek online.
"Pulang sama siapa?" tanya grace dengan menyeimbangi langkah azela.
"Amang ojek online"
"Ga di jemput? Mau ikut gue pake mobil?" tawar grace.
"Ga deh, lain kali aja grace. Yu ah cepetan ke depan, kasian amang gojek nya"
Azela pun menarik tangan grace dan sedikit berlari, namun tiba-tiba saat mereka sampai melewati lapangan basket. Azela merasa perasaannya tidak enak.
Dan benar saja, tiba-tiba kepala nya dihantam oleh bola basket. Saat itu juga azela terjatuh dan merasakan kepalanya berdenyut cukup hebat, hingga akhirnya yang ia dengar hanya teriakan grace dan semua menjadi gelap...
🌹
Aku bisa merasakan kepala ku terasa cukup nyeri, bahkan kini untuk membuka mata saja sulit. Tapi aku terus-terusan mendengar grace menyebut namaku berulang-ulang.
Dengan sekuat tenaga aku mencoba untuk membuka kelopak mataku, dan.....berhasil.
Saat mataku menangkap sosok grace, aku bisa melihat sosok yang mengusikku pikiranku seharian ini berdiri tepat di samping grace.
Apa aku bermimpi?
Atau aku sedang berhalusinasi?

KAMU SEDANG MEMBACA
HEIMLICH
Teen FictionDiam-diam mengagumi seseorang ternyata cukup sulit, banyak sekali tantangannya. di masa sekolah menengah atasku ini, bunda bilang itu adalah bumbu pemanis di masa sekolah. manis sih memang, manis jika ia tahu bahwa aku mengagumi seorang Samudra Raf...