Bagian Sembilan Belas🍭

294 27 3
                                    

🐼🐼🐼

Persetanan dengan berkas yang selalu membuat otak serta mood nya naik turun membaca berkas-berkas itu.

Hufft

Dirga meregangkan kedua tangan nya, dilirik jam empat sore sudah waktunya dia pulang. Dia juga sangat merindukan istri cantik nya itu.

Dirga tersenyum membayangkan wajah Rani pertama kali yang menyambutnya saat-saat seperti ini, saat lelah dan letih yang selalu membuat tenaga nya terkuras, namun hilang begitu saja saat melihat Rani berjalan ke arah nya dengan senyuman manis. Sungguh Dirga merindukan istri cantik nya itu.

Tok-tok

"Masuk."

Perlahan pintu ruangan terbuka, Dirga melipat kedua tangan nya di depan dada menunggu-nunggu siapa yang datang.

"Pak Dirga." kata seorang pria berjas hitam sama seperti dirinya, itu Deni. Orang kepercayaan petinggi perusahaan ini. Sekretaris Zacky Iskandar.

Dirga menjabat sebagai CEO di Iskandar Group, menggantikan Zacky Iskandar karna pria paruh baya itu harus pensiun di usia tuaan nya, sebenarnya usia nya juga tidak terlalu tua, masih berkepala enam. Pak Zacky mempercayakan Dirga memegang perusahaan nya karna sebelum nya dia juga sudah mengenal Dirga, di balik itu juga Dirga pemegang saham terbesar kedua setelah pembisnis dari Aussy.

Pak Zacky Iskandar salah satu rekan bisnis nya juga saat dia masih bekerja di salah satu perusahaan di London, punya Papa mertua nya, James.

Dirga bangkit berdiri, mempersilahkan Deni untuk duduk.

"Silahkan, Den."

Deni tersenyum ramah sambil mengangguk. "Mr. Zacky ingin bertemu dengan anda Pak, untuk berkunjung ke rumah nya nanti malam."

Deni berbicara dengan formal menatap Dirga serius.

"Santai aja Den, kamu kayak baru kenal saya aja." kata Dirga santai.

Deni mengangguk dan tersenyum. "ya. Juga akan ada seseorang yang sangat ingin bertemu dengan Bapak." katanya lagi dengan senyuman miring.

Dirga mengernyit heran, ada yang ingin bertemu dengan dia?

"Siapa, Den?" tanya nya mulai penasaran.

"Mr. Zacky tidak mengizinkan saya untuk memberi tahu."

"Ah menyebalkan sekali," kata Dirga masam, bahkan dia hampir mati karna penasaran.

Deni langsung tertawa begitu saja melihat tingkah Dirga.

"Oh iya Mr. Zacky juga menyuruh anda membawa Si mata biru yang cantik itu." kata Deni sedikit menggoda.

"He-hey jangan jadikan istri saya fantasy kamu, Den!" geram Dirga.

"Slow down. Aku hanya ingin mengatakan itu, datang ya jangan sampai terlambat jam tujuh kau harus sudah ada disana." Deni berdiri dan merapikan jas nya.

"Oh ya satu lagi," kata nya "ajak anakmu sekalian. Semua nya ya, semua. nya!" jelas Deni lalu langsung pergi.

Cih orang kayak gitu di jadikan orang kepercayaan, eh tapi-tapi boleh juga sih si Deni

Dirga bangkit berdiri mengambil tas nya dan langsung jalan keluar.

Untung sekretaris sialan itu nggak ada.

Dirga benar-benar dongkol dengan sekretaris nya itu, dari tadi pagi dia bertanya siapa yang masuk ke ruangan nya kemarin saat dia tertidur dan sekretaris itu malah menjawab,

Story Of My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang