Hari minggu
Dan aku demam tinggi.
Aku menyesal kemarin tak menuruti kata ibu untuk dirumah saja, malah pergi ke taman untuk sekedar duduk-duduk dan tiba-tiba hujan deras. Keadaan yang semakin malam dan dingin juga tak membawa payung membuatku harus pulang dalam keadaan basah kuyup dan menyebabkan naiknya suhu tubuh.
Oke terimakasih, sekarang bahkan nafsu makanpun aku tak punya :)
Awalnya aku ingin menuruti kata ibu untuk istirahat saja, dan mengabari jimin bahwa aku terkena demam tinggi, namun pesan jimin dipagi hari membuatku tak nyaman jika harus membatalkan janji
Yah, janji tetaplah janji.
Jimin tetap ke kota, dan aku tetap ingin bertemu jimin.From: park Jimin
"Yoon, aku akan berangkat pagi2 agar kamu tak perlu menunggu, aku benar benar ingin bertemu :)"Lihatkan?
Bahkan jarak dari rumahnya ke kota memakan waktu sekitar satu jam lebih. Mana tega aku membatalkannya.Lagi pula kalimat terakhir pesannya membuat pipiku sedikit memanas.
Aku memegang kedua pipiku sendiri, namun tiba-tiba tersadar.
Hah min yoongi, untuk apasih merona?
Ini kan hanya pertemuan antar teman. Pasti akan biasa saja.***
Sial, super sial.
Aku meraih sepatuku kasar dan berlari kearah pintu depan.
"Yoongi-ya makan dulu, kau belum sarapan, dan sedang sakit, masa mau melewatkan makan siang juga?" Teriak ibuku dari arah dapur
Posisi aku didepan pintu sedang mengikat tali sepatu dengan terburu
Aku membalas teriakan ibu "tidak bu, aku makan diluar saja. Aku buru-buru, sudah terlambat"
Ya, aku ketiduran. Alarm yang kusetel tak berbunyi karna ponselku mati dan akhirnya terlambat. Hebat sekali min yoongi, jimin pasti sudah mencari cariku.
Aku langsung lari ke bagasi dan menaiki sepeda kesayanganku, Ke pusat kota.
***
Aku sudah berada ditempat dimana event tsb dilangsungkan.
Ku parkirkan sepedaku di tempat parkir dan berjalan terburu ke stadion pusat tempat event tsbKupikir acara ini gratis, rupanya aku harus membayar untuk tiket masuk. Sial, mana uang yang kubawa pas sekali dengan harga tiket.
Ah sudahlah.
Yang penting masuk dulu.Saat tiba didalam, aku mulai mengerti..
"Ah ini pameran tempat dimana para penyuka cosplay dan jejepangan" gumamku pelan.Tempat para... Wibu? Otaku? Ah entahlah aku tak tahu, dan bukan hobiku.
Cukup menarik karna banyak yang bisa dilihat, dan membosankan karna aku bukan penyuka anime? Jepang atau apalah...
Jadi ditempat seramai ini bagaimana aku mencari jimin?
Aha ponselku...
Kurogoh saku untuk mencari ponselku yang mati, menyalakannya dan jeng jeng jengBateraiku sisa 5%
'Kenapa tadi sebelum tidur tak ku charger hah min yoongi yang cerdas astaga'
Aku merutuki kebodohan ku sambil membuka aplikasi messenger dan rupanya ada 4 pesan tak terbaca dari jimin.
From: Park jimin
"Yoongi, dimana? Aku sudah sampai"

KAMU SEDANG MEMBACA
Water Fountain [Minyoon]
Fiksi PenggemarJimin, bagiku kau seperti awan putih. Halus dan lembut. Namun, terkadang kau menjadi awan hitam, membuatku basah kuyup kedinginan karna hujan deras yang kau timbulkan