Teduhan Di Seberang Sana

20 1 2
                                    

Rahim ibu pernah sekali menjadi teduhan buatku;

aku tidak tahu tentang apa yang bakal terjadi kelak.


Tangisan kebebasan bergema di ruang nafas ibu;

tangisan keliru tanda kemenangan si kecil itu.


Titian hidup ini perlahan-lahanku amati;

hidup mengajarku tentang betapa

indahnya sepi

dan manisnya mati.


Kudrat terus membawaku;

masa mengiringi jiwa ini

penuh sabar dan adil

menuju alamat abadi.


Pesan ibu cuma satu;

bekalkan dirimu dengan ilmu

selamatkan bangsamu.


Ku janji kan terus menjadi teduhanmu;

di dunia fana

juga di seberang sana. 

Sejarah Dari Mata PengalahWhere stories live. Discover now