Hari ini sekolah begitu sibuk, karena akan ada pesta seni yang diadakan setiap menjelang ulangan semester.
Para dewan guru bilang, ini seperti acara penyejuk otak sebelum para siswa-siswi menghadapi ulangan.
Ya tak terasa mereka sudah hampir enam bulan menjadi siswa-siswi SMAN 12 Jakarta ini, tak terasa bukan?
Dan selama itu pun seorang azela belum berhasil menjadi teman dari seorang samudra.
Atau lebih tepatnya, azela tidak mempunyai nyali. Apalagi setelah mendengar rumor bahwa samudra si cowo dingin yang populer di setiap kalangan ini sedang dekat dengan seseorang.
Entah siapa yang jelas saat ini azela hanya ingin fokus pada sekolah dan paskibranya.
"Zel lo nyerah gitu aja nih, ga asik ah udah sekolah enam bulan ga da pergerakan apa-apa" ucap namira lalu menyedot kembali pop ice anggurnya.
Mendengar namira berkata seperti itu, grace dan lidya pun menyikut namira.
Namira hanya meringis dan memasang wajah bingung.
"Lo dengerkan gosipnya apaan, gue gamau ah jadi perusak ya meskipun niat gue jadi temen doang. Tapikan orang lain pasti ngiranya mana ada temenan doang, lagian cowo sama cewe mustahil sih temenan" jelas azela pada kedua temannya itu.
Grace mengangguk begitu pula lidya, berbeda dengan namira yang tampak sedang berfikir.
"Engga ah, gue sama si aria temanan dari SMP sampe sekarang biasa aja" jawab namira santai.
Lidya tersedak mendengar ucapan namira.
"Aria wisma temen geng nya si samudra? Seriusan?" tanya lidya terkejut.
Namira mengangguk mantap"Iya bocah permen karet"
"Eh ? Kok lo bisa temenan sama dia?" tanya grace kali ini.
Puk puk!
Azela memukul kepala grace dengan sendok.
"Dasar oon, kan tadi dia bilang temenan dari SMP berarti mereka satu sekolah. Mangkannya kalau bu Siska ngajar tuh perhatiin bukannya tidur" tutur azela dengan gemas pada grace.
"Gue kok kaya dejavu ya lo pukul begitu" ringis grace dengan mengusap-usap kepalanya.
"Berarti lo punya akses dong zel buat deketin samudra" kali ini lidya mendukung azela.
Karena biasanya lidya lebih terlihat tidak mau tahu dengan apa yang temannya ini rencanakan, bahkan saking kalem dan tidak mau tahu nya lidya selalu dikatai cewe frozen masuk jalan tol.
Aneh, ya teman-teman nya memang aneh.
"Ah gatau ah, pasrah aja sama yang maha kuasa gue mah" sahut azela.
"Yaudah mati aja deh elo sono zel" jawab grace dengan senyum menantangnya.
Azela semakin gemas dengan grace, gemas ingin memasukkannya ke tong sampah kantin saat ini.
Jika saja grace tidak berat sudah azela masukan teman kurang ajarnya itu ke tong sampah.
"Ribut mulu dah pusing gue, ini acara pensi gimana?" tanya namira pada ketiga temannya.
Lidya menatap malas namira."Lah biar pejabat-pejabat kelas aja dah yang ngurus pusing-pusing amat"
"Maksud gue lo pada gamau nyumbang lagu gitu, zel nyanyi yuk ya seengganya lo ungkapin rasa suka elo lewat lagu buat samudra" ajak namira dengan senang.
Namun ia malah di beri tatapan sinis tajam dan kelam dari ketiga temannya ini.
"Lo mau kuping seluruh warga sekolah keluar darah denger si azela nyanyi?" Kali ini grace kembali menjawab ucapan namira.

KAMU SEDANG MEMBACA
HEIMLICH
Teen FictionDiam-diam mengagumi seseorang ternyata cukup sulit, banyak sekali tantangannya. di masa sekolah menengah atasku ini, bunda bilang itu adalah bumbu pemanis di masa sekolah. manis sih memang, manis jika ia tahu bahwa aku mengagumi seorang Samudra Raf...