Bagai sebuah ultimatum, Hoseok tidak berani membantah Hyunwoo langsung. Dia tahu bagaimanapun wajar Hyunwoo ingin melindunginya.
Hyunwoo berdiri didepan Hoseok, merentangkan tangannya mencoba melindungi adik kesayangannya. Hyungwon melihat mereka sedih.
"Jangan coba-coba dekati adikku lagi Hyungwon ssi!"
"Tapi hyung..." Hoseok mencoba membela Hyungwon, bagaimanapun hyungnya tidak mengerti dengan keadaannya kini.
'BRAKK' pintu menjeblak terbuka. Kihyun masuk ke dalam ruangan itu. Berjalan nyaris seperti melayang mendekati Hyunwoo.
"Apa kau tidak paham saat Hyungwon berkata kami semua vampir? Itu termasuk adikmu Hyung" Kihyun melihat lurus ke arah Hyunwoo yang terkejut.
"Tidak mungkin. Bagaimana bisa? Kalian apakan adikku? Kalian mengorbankannya kan?!" Hyungwon dan Kihyun tidak menjawab, sementara Hoseok mendekati hyungnya perlahan.
"Hyung... aku dan Hyungwon terikat dalam sebuah ikatan takdir. Bukan kami yang mengatur, tapi takdir yang menggariskan kami untuk bersama. Di kehidupan yang lalu, aku yang merupakan takdirnya harus terpisah kematian. Dia menungguku seratus tahun untuk akhirnya menemukanku dan kami saling jatuh cinta" jelas Hoseok.
"Tidak mungkin..., mana ada hal konyol seperti itu? Kau dijadikan tumbal olehnya!" Hoseok menggeleng-geleng mendengar prasangka Hyunwoo.
"Aku mencintainya hyung" Hoseok mengatakannya mantap, membuat Hyunwoo terdiam.
"Aku takut kehilangannya, karena tanpaku Hyungwon tidak dapat hidup! Mengertilah" Hoseok memegang kedua tangan Hyunwoo berharap hyungnya dapat mengerti.
"Dia makhluk abadi mana mungkin dia bisa punah? Jangan-jangan dia mengelabuimu?" Hyungwon mendengarnya, jelas-jelas mengerti, setiap kata yang diucapkan Hyunwoo menyakitinya.
"Aku yang memilihnya hyung, memilih untuk mencintainya, karena cuma itu yang bisa kulakukan untuknya" jawaban Hoseok membuat Hyunwoo terdiam, dia tahu betul sifat Hoseok.
Kihyun memandang mereka semua satu persatu, dia dapat dengan jelas membaca perasaan mereka semua. Dia tahu, semuanya terasa berat untuk mereka semua. Dia tidak bisa menyalahkan Hyunwoo, ini wajar.
"Hyung, Jooheon mengalami hal yang sama dengan Hyungwon dulu. Nyawanya terancam, dan dia merupakan clan kami. Cepat atau lambat, dia harus bersama dengan kami, apalagi sekarang, saat nyawanya diujung tanduk seperti ini. Jadi, biarkan kami membawanya dari dunia manusia ke dunia keabadian kami" bujuk Hoseok, Hyunwoo memikirkan setiap kata-kata Hoseok, otaknya tidak mampu membenarkan pemikiran mereka, tapi hatinya, bagaimanapun ini satu-satunya jalan membuat Jooheon 'hidup'.
"Lalu, bagaimana rencana kalian?"
"Kami butuh bantuanmu Hyung, karena kau satu-satunya yang manusia diantara kami. Bantu kami membuat alibi seolah-olah Jooheon akan dipindahkan ke Amerika, sisanya biar kami yang tangani." Usul Kihyun.
"Changkyun mana?" Hyungwon bertanya, entah pada siapa.
" Dia sedang 'makan' , karena bukan hal gampang baginya untuk mendekati Jooheon" jelas Kihyun, Hyungwon mengangguk mengerti.
. . .
Changkyun mendekati Jooheon, matanya terpejam ketika terbesit sedikit kejadian beberapa waktu lalu. Masih teringat jelas, wajah ketakutan Jooheon saat melihatnya kehausan. Satu hal ini yang dia rahasiakan dari teman-temannya. Bahwa Jooheon telah melihat wujud aslinya.
Ide mengubah Jooheon tidak sepenuhnya Changkyun setujui, mengingat betapa ketakutannya Jooheon padanya. Tapi tidak ada cara lain selain ini, Changkyun rela dibenci Jooheon seandainya itu benar terjadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Unmei No Akai Ito (Benang Merah Takdir)
Hayran KurguKonon, dijari kelingking setiap orang terhubung benang merah takdir yang menghubungkannya dengan cinta sejatinya. Bagaimanapun dan dalam keadaan apapun benang itu tidak akan terputus, sekalipun terpisah jarak yang jauh, maupun melewati dimensi ruang...