Bagian lima - Sadis atau Kode ?

46 11 0
                                    

Ricuh dan riuh nya kelas 10 IPA 6 disebabkan oleh fauzan dan aria yang terus-terusan memukul meja, dan apa saja yang ada di depan mereka sebagai alat musik.

Vokalis utama ialah Teguh dan haidar, sudah tak aneh memang jika jam kosong tanpa guru ini mereka jadikan sebagai jam bebas untuk membuat kelas menjadi berisik.

Ketua kelas pun sudah pasrah dan menyerah untuk mengatur samudra dan para curut-curutnya itu.

Bahkan wakil ketua kelas pun sudah bekerja sama dengan aria, jadi mau tak mau ketua kelas pun pasrah saja.

"Sam, jangan maen games mulu napa" protes fauzan.

"Audzubillahhiminas syaiton nirrojim" balas samudra dengan santai.

"Lo dikira setan zan hahahaha mampus" ucap Teguh dengan tertawa.

"Tuhkan gue yang kalah, ah berisik mulu sih lu pada" protes endra pada fauzan dan perusuh lainnya.

"Takdir pecundang begitu" Sahut endra dengan kalem.

Tak berlangsung lama kericuhan tersebut karena jam kosong sudah selesai, tergantikan dengan bel istirahat.

Fauzan dan Aria pun menghentikan konser dadakannya tersebut, dan turun dari meja.

"Kantin yu, laper afgan" ucap fauzan.

Samudra menatap malas fauzan dan berdiri, ia pun menjejelkan kedua tangannya pada saku celananya.

Dan, berlalu meninggalkan teman-temannya.

"Ih si tai nyelonong gitu aja" sinis fauzan.

"Ahahaha mampus dibilang setan eh di cuekin juga" ejek aria pada fauzan.

Akhirnya mereka pun menyusul samudra ke kantin, mereka memang sudah tidak aneh lagi dengan sikap dingin dan menjengkelkan dari samudra.

Bahkan aria notabene teman samudra sejak kecilpun sudah kebal dengan ucapan dan tingkah samudra.

Sepanjang koridor kelas, semua mata tertuju pada ke-tujuh anak cowok ini, dan hampir semua siswi disini selalu menganggumi ketampanan geng samudra ini. Bahkan tak jarang kakak kelas perempuan pun sering mendekati salah satu dari mereka.

Dan, samudra lah sosok yang paling populer di kalangan nya. Populer dengan ketampanan dan juga sikap dinginnya.

Jadi banyak sekali siswi-siswi yang penasaran dengan sikap samudra ini.

Mereka pun sampai di meja kantin yang cukup panjang.

"Mau pada makan apaan?" tanya haidar pada ketujuh temannya.

"Gue pesen sendiri aja" sahut samudra dengan santai.

"Gue juga deh, yang lain titip mau apa?" ucap seno mengikuti samudra.

"Gue, endra, aria sama fauzan bakso aja deh" jawab Teguh pada seno.

Samudra, seno dan haidar pun pergi untuk memesan makanan. Cukup ramai dan cukup mengantri, namun itu tidak membuat cowok-cowok hits ini mengurungkan niatnya untuk mengisi perut kosongnya.

Hanya samudra yang berbeda barisan dengan teman nya, ia lebih memilih memesan somay. Karena itu adalah satu makanan kesukaannya.

Saat sedang melihat-lihat sekitar, samudra bisa melihat seorang perempuan yang sedang tertawa dengan teman-temannya.

Samudra sedikit terpesona dan tak sadar tersenyum melihat gadis itu tertawa. Namun tiba-tiba pandangannya terhalangi oleh seseorang.

"Hai sam" sapa gadis tersebut pada samudra.

HEIMLICHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang