Tiba sudah hari ini, dimana para siswa-siswi akan mengikuti ulangan semester. Semua sudah memasuki kelasnya masing-masing.
Sistem membagi ruangan tidak dilakukan saat ulangan semester, hanya di lakukan ketika ujian kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional.Samudra dan teman-temannya pun sudah duduk rapih di tempat. Aria, fauzan, dan haidar saja yang masih seperti cacing kepanasan.
"Aria woy" panggil fauzan.
Aria pun membalikkan tubuhnya. "Apa curut?" sahut Aria.
"Tukeran dong tempat duduknya, gue pengen sama samudra" pinta fauzan.
Ya hanya fauzan yang duduk seorang diri karena dia yang paling rusuh diantara yang lainnya. Aria duduk bersama samudra, Teguh duduk bersama seno, dan haidar bersama endra. Diantara mereka bertujuh, seno dan samudra yang cukup pintar. Endra di kenal karena ke kalemannya.
"Bilang aja lo ga ada tempat nyontek" sulut aria.
"Siapa juga yang bakal ngasih contekan ke elo" Sinis samudra.
Fauzan dan haidar yang mendengarpun tertawa."Bhahaha mampus makan tuh contekan" ledek fauzan.
"Mangkannya belajar" timpal endar dengan menepuk bahu aria.
"Berisik ah lo pada, oke sam oke awas aja kalau gue dapet nilai diatas elo" tantang aria.
Samudra hanya menghedikan kedua bahunya, tak mau tahu yang jelas dia hanya akan mengisi kertas itu lalu selesai.
"Gue mah cuma bisa berdoa yang terbaik aja dah buat elo, semoga amal ibadah elo diterima sama Allah" ucap teguh dengan santai.
"Aamiin....." sahut haidar.
"Bangsat emang gue mau mati apa, pake diterima amal ibadah begitu" protes aria.
"Udah berisik, aria liat samudra baca buku. Lo ikut baca deh, udah tau pengawasnya ganas" lerai seno.
"Eh diamah baca buku cuma formalitas doang no, liat da mukanya aja kaya nahan boker gitu" sahut aria.
Plak!
Samudra memukul kepala aria dengan bukunya. "Bisa diem ga? Gue colok tuh mata"
Aria hanya bisa meringis dan menggerakkan tangannya seperti mengunci mulutnya.
Tak lama pengawas pun datang, seisi kelas pun berubah menjadi tegang. Karena hari ini X IPA 6 sedang sial, dihari pertama ulangan pengawas yang mereka dapat malah pak khoirul guru fisika. Yang sangat sangat sangat di kenal gualaknya naudzubillah.
Jadi ketujuh cowok ini hari ini saja berubah menjadi sekumpulan cowok kalem.
Dan rasanya waktupun sepertinya akan terasa lebih lama.
🌹
Bel istirahat seperti musik terindah bagi para siswa-siswi, mereka pun menghela nafas lega. Hari ini dua mata pelajaran sudah selesai, tinggal satu lagi.
Begitu pula dengan azela dan ketiga temannya merasa sangat lega sekarang, tanpa basa basi pun mereka melangkah menuju kantin.
Dengan perut yang sudah keroncongan, mereka berjalan sedikit lebih cepat. Takut takut bakso mang justin sudah habis.
"Alhamdulillah masih ada basonya" ucap azela.
Mereka pun bisa bernafas lega, lidya dan namira mencari tempat duduk. Azela dan grace memesan bakso.
"Mang biasa empat yak" ucap azela pada mang justin.
"Oh oke neng, neng grace mie apa nih? Biasanya tiap hari ganti mie nya" tanya mang justin pada grace.

KAMU SEDANG MEMBACA
HEIMLICH
Genç KurguDiam-diam mengagumi seseorang ternyata cukup sulit, banyak sekali tantangannya. di masa sekolah menengah atasku ini, bunda bilang itu adalah bumbu pemanis di masa sekolah. manis sih memang, manis jika ia tahu bahwa aku mengagumi seorang Samudra Raf...