Akhirnya para siswa-siswi 12 Jakarta bisa bernafas lega dengan selesai nya ulangan semester ini. Jam kosong pun mereka manfaatkan untuk membuat kegaduhan di kelas, bergosip, atau mengadakan kontes kecantikan yang biasa dilakukan para murid perempuan di kelas.
Tapi berbeda bagi keempat gadis yang duduk di bangku kelas X IPA 5 ini, mereka tengah sibuk dengan dunia mereka masing-masing.
Azela sibuk dengan buku-buku cerita atau novelnya, grace sibuk menatap layar ponsel nya untuk melihat abs abs oppa korea nya, lidya sibuk dengan lagu yang sejak tadi ia dengarkan lewat earphone nya dan namira sibuk mengintip kegiatan grace.
Karena terlalu sibuk dengan apa yang mereka kerjakan, mereka tidak sadar bahwa bu Dea wali kelas mereka sudah masuk dengan membawa salah satu siswi baru.
"Oke anak-anak coba perhatikan dulu, ibu punya pengumuman" ucap Bu Dea berusaha membuat kelas kondusif.
Tak butuh waktu lama seluruh murid X IPA 5 pun sudah kembali kondusif, mereka memperhatikan seseorang yang dibawa oleh wali kelasnya tersebut. Terutama para murid laki-laki sudah terpesona dengan gadis yang kemungkinan adalah anak pindahan yang ditempatkan di kelas mereka.
"Ini ibu bawa murid pindahan, nah kalau mau tau pindahan dari mana namanya siapa. Kita dengerin dulu dia perkenalan diri" ucap bu Dea.
Semua murid pun mengiyakan ucapan Bu Dea, gadis yang bersama bu Dea pun tersenyum lalu menarik nafasnya untuk memperkenalkan dirinya.
"Hai, gue Gaiska William gue pindahan dari SMAN 28 Jakarta jurusan IPS. Kalian boleh panggil gua gais atau Ika, asal jangan william aja. Soalnya itu nama bapa gue" ucap Gaiska memperkenalkan pada teman-teman barunya.
Para murid X IPA 5 pun menyambut baik dan menyapa Gaiska dengan hangat, bahkan salah satu murid laki-laki sempat menggoda Gaiska.
"Kalau gue panggil lo sayang boleh ga? Kalau ga bebep atau ga ayang ebep munaroh?" ucap farid dengan percaya diri.
Sontak satu kelas menertawakan celetukan teman nya itu, bu Dea pun hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah anak muridnya itu.
Berbeda dengan Azela, dia merasa aneh dengan anak baru itu. Dia merasa pernah melihat gaiska tapi entah dimana, Azela berusaha mengingat apa mereka pernah bertemu atau tidak. Sayang, Azela mempunyai ingatan yang sedikit buruk.
Jika tak di beri clue dia tidak akan mengingat, grace melihat azela yang berulang kali mengerut kan dahi pun merasa aneh dengan teman satu bangkunya ini.
"Lo kenapa?" tanya grace berbisik.
"Ha? Engga, gue cuma mikir kayanya pernah ketemu itu anak" jawab Azela dengan menunjuk gaiska dengan dagunya.
"Dimana? Kapan?" tanya grace lagi, yang sekarang kepalanya sudah cukup dekat dengan Azela.
Azela pun menoyor kepala grace. "Kan gue udah bilang kayanya, gue juga lagi mikir dimana kapannya"
Grace hanya bisa berdecak sebal ketika kepalanya dijauhkan oleh azela, tak lama Bu Dea pun menyuruh Gaiskan untuk duduk di seberang meja Azela. Yang kebetulan hanya di isi oleh satu orang murid.
Gaiska pun mengucapkan terimakasih pada Bu Dea dan melangkah untuk duduk di meja, yang sudah Bu Dea tunjuk.
Gaiska memiliki tubuh yang cukup tinggi, wajah Oval dan kulit putih. Wajar sekali bukan para murid laki-laki disini merasa segar melihat gaiska.
Jangan kan gaiska, Azela yang sudah bergabung di kelas X IPA 5 ini saja masih sangat sering di gombali oleh teman-teman lawan jenis di kelasnya. Ya, azela terbilang cukup cantik dan manis. Bahkan dia mempunyai mata yang orang banyak bilang lucu dan menggemaskan.

KAMU SEDANG MEMBACA
HEIMLICH
Teen FictionDiam-diam mengagumi seseorang ternyata cukup sulit, banyak sekali tantangannya. di masa sekolah menengah atasku ini, bunda bilang itu adalah bumbu pemanis di masa sekolah. manis sih memang, manis jika ia tahu bahwa aku mengagumi seorang Samudra Raf...