Hyungwonho Part 15

1K 127 11
                                    

Dua orang itu berjalan cepat menembus gelapnya malam, bulan diatas mereka tidak banyak memberi bantuan, tapi bagi mereka ini tak masalah. Mereka makhluk malam dan terbiasa dengan ini.

Suara gemerisik beberapa semak kering satu-satunya suara paling jelas malam ini. Mereka tiba disuatu tempat di suatu padang terbuka, keduanya terdiam sesaat, sampai rasa penasaran salah satu diantara mereka membuka suara.

"Menurutmu apa yang kuceritakan padamu itu benar hyung? Tentang apa yang kulihat?"

"Tidak, kurasa tidak Hyungwon ah"

"Kau yakin?"

"Aku tidak begitu mengingatnya, tapi saat itu sudah dipastikan bukan dia"

"Lalu apa gunanya kita kesini?" Hyungwon menatap Minhyuk jengah.

"Membuktikannya" Minhyuk tersenyum, dirinya melihat ke arah bulan.

"Jika di kastil, kau selalu diikuti Hoseok, dan itu akan sedikit menyulitkan" Minhyuk mengambil sebilah pisau, merobek kecil lapisan kulit jemari Hyungwon, meneteskan beberapa cairan merah pekat kesekuntum delphinium.

"Caramu terlihat mistis hyung" Hyungwon terkekeh, melihat Minhyuk memasukkan bunga itu ke sebotol kaca yang ajaibnya berubah menjadi cairan biru muda bening.

"Daripada kita tidak melakukan apa-apa ya kan? Dia terlalu banyak tahu tentang kita, Clan kita. Jika seandainya dia bukan seperti yang kita harapkan. Lebih baik, semua ini terasa seperti mimpi untuknya" Jelas Minhyuk, Hyungwon tidak membantah, dia paham bagaimanapun ini memang peraturannya, manusia tidak boleh tahu tentang mereka.

.    .    .

Minhyuk menggenggam botol berisi cairan itu dalam diam, dia memejamkan matanya, pikirannya menembus waktu ke kejadian seabad yang lalu.

Masih jelas dipikirannya saat Kihyun malam itu berkata padanya, dia menemukan salah satu dari clan mereka. Berkali-kali Minhyuk menyangkalnya, berkata bahwa dia bukanlah salah satu dari mereka tapi Kihyun seolah tidak mau mendengarnya.

Bagaimana malam itu, Kihyun dikhianati, bagaimana malam itu dia membuat cairan yang mirip seperti tadi untuk mengunci pikiran seseorang. Tangannya menggenggam botol itu erat, untung akal sehatnya tidak membiarkannya memecahkan cairan biru digenggamannya kini. Semoga dia tidak salah, setelah sedikit kesalahan fatalnya seabad yang lalu.

"Kau bodoh Lee Minhyuk" ucapnya pada dirinya sendiri, menyiratkan sebuah penyesalan yang kesalahannya baru dia sadari.

.   .   .

Hyungwon masuk ke dalam kastil, dia tersenyum ketika melihat Hoseok, Jooheon dan Changkyun duduk bersama. Dia menghampiri Hoseok, duduk disebelahnya, Hoseok menggenggam tangan Hyungwon.

"Kau dari mana?" Tanya Hoseok.

"Hanya ada sedikit urusan hyung" Hyungwon tersenyum, Hoseok menangkup pipi Hyungwon, melihat kedalam matanya.

"Kau haus?" Ibu jarinya mengusap lembut bibir Hyungwon, membuatnya terkekeh karena Hyungwon mengecup ujung jarinya.

"Ehem!" Changkyun sengaja berdeham keras, membuat mereka berdua salah tingkah.

"Setidaknya kau ingat, disini ada kami hyung" protes Changkyun.

"Hahaha... maafkan aku Kkunggie" Hoseok merangkul pundak Hyungwon.

"Apa sudah lebih baik Jooheon ssi?" Tanya Hyungwon.

"Ya, aku rasa, aku lebih bisa mengendalikan hausku daripada Hoseok. Jujur, aku belum terbiasa, aku terkejut mengetahui Hoseok dan aku menjadi... yaah kau tahu,tapi aku rasa aku mulai menerimanya" Jooheon tersenyum, sementara Changkyun memperhatikannya lekat-lekat.

Unmei No Akai Ito (Benang Merah Takdir)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang