•
Aku adalah manusia yang dimiliki kemarahan dan ke egoan, tapi aku juga memiliki sisi malaikat ketika terjatuh dalam lubang cinta.
Cr by : Giana R
▪▪
Apakah kesempatan kedua itu benar-benar ada?
Tetapi pada kenyataannya, aku mendapatkannya.Tuhan memberikannya padaku, saat pertama kali keajaiban itu muncul.
Sebuah keajaiban saat Jaejoong membuka kembali kedua matanya.
.
Not Merely a Dream
YunJae
.Yunho bangun lebih pagi dari biasanya. Alarm yang diatur membangunkannya tepat pukul setengah enam pagi. Ia harus bergegas. Tradisi yang selama ini di tunggunya akan segera ia lakukan kembali.
Membangunkan adiknya.
Tepat saat Yunho membuka pintu kamarnya, pintu di hadapannya juga terbuka. Terkejut. Jaejoong berdiri didepannya sedang mengunci pintu kamarnya dan namja itu sudah rapi.
Untuk sesaat Yunho tertegun menatap punggung adik tirinya yang lebih muda sepuluh tahun darinya itu. Apalagi ketika Jaejoong berbalik dan kedua pasang mata itu saling memandang. Tidak ada lagi senyum menawan milik adiknya. Tidak ada kehangantan dalam tatapan mata doe itu, dan tidak ada kata sapaan yang terlontar dari bibir cherry itu untuknya.
Kekecewaan menyusup di sudut ruang hati Yunho. Semuanya tak lagi sama. Semuanya jelas berbeda. Semenjak Jaejoong keluar dari rumah sakit dan tersadar dari komanya, anak itu seolah menjelma menjadi sosok lain yang benar-benar bukan Jaejoong. Yunho seperti melihat orang lain dalam diri Jaejoong. Tetapi sosok itu lebih mirip dengan jiwa Jaejoong yang dahulu pernah dilihatnya di kamera keamanan perusahaan, ketika Jaejoong menghancurkan mobil milik Kim Jong Sik, namja yang sering menggunjingkan Yunho di kantor.
Ada kerinduan di mata Yunho pada sosok Jaejoong yang baik dan perhatian padanya.
Sebegitu kecewakah adiknya itu pada sikap Yunho yang tidak mempercayainya? Sampai membuat Jaejoong benar-benar berubah hampir seratus persen.
"Jae!! Tunggu aku." Pekik Yunho kemudian mengejar adiknya yang sepertinya sudah sampai di lantai bawah. Mungkin ia bisa memulai dengan mengantar Jaejoong ke sekolah seperti dahulu.
Senyum penuh harapan mengembang di wajah tampannya. Tetapi Yunho terkesiap ketika tatapan musangnya hanya melihat sosok ibu tirinya yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi di ruang makan.
"Eomma, Jaejoong eodiga? Bukankah dia baru saja turun?" tanyanya kemudian.
Kim Eun Kyung, wanita itu menatap Yunho dengan pandangan sendu. "Joongie tidak menyentuh sarapannya. Dia sudah berangkat sekolah."
Tanpa menunggu apapun lagi, Yunho langsung berlari keluar dan mencoba mengejar Jaejoong. Mata musangnya berkeliling mencari siluet tubuh adiknya. Sampai akhirnya Yunho tercenung ketika melihat Jaejoong berdiri di pinggir jalan. Ada sebuah mobil sport merah yang terparkir di hadapannya. Kemudian keluarlah sosok gadis berseragam sekolah yang sama dengan adiknya.
Penampilan gadis itu membuat Yunho sedikit merasa risih. Model rambut yang di warnai tidak rata, kemudian beberapa peraching di telinganya. Ada gelang-gelang aneh yang menggantung di pergelangan tangan, serta bibir yang di poles warna gothic. Apakah Jaejoong berteman dengannya? Mencoba berjalan mendekat, Yunho langsung berhenti dan terpaku di tempatnya.
Gadis itu tiba-tiba menarik kepala Jaejoong. Yunho hampir menutup matanya ketika memprediksi apa yang terjadi setelahnya. Posisi itu adalah saat seseorang akan berciuman. Tetapi belum sempat Yunho memejamkan mata, ia yang justru kembali terkejut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Is... Filled With Love
Short StoryAku bukanlah malaikat bersayap yang berhati baik, tapi aku adalah manusia yang dimiliki ke-egoan dan kemarahan. Aku adalah manusia yang dimiliki kemarahan dan ke-egoan, tapi aku juga memiliki sisi malaikat ketika terjatuh dalam lubang cinta. Kim Jae...