pencarian yang semu

57 7 2
                                    

Ke esokan harinya iqlillah melanjutkan aktifitas seperti biasanya.

"Ummi iqlillah pamit ke kampus assalamu'alaikum" dengan nada yang kurang bersemangat karena masih dalam kondisi berkabuh sambil mencium punggung tangan ummi

"Wa'alaikum salam,Iya nak hati hati "
mas Ilyas,mas Fahri dan mbk Rasya sibuk dengan pekerjaan masing masing jadi tidak berpamitan pada mereka...

Dan seperti biasanya dia menunggu bus di halte dekat rumahnya nya,kemudian menaiki bus yang ia tungu.

" Abi iqlillah rindu, andai saja Abi dapat menyalami tangan calon imam iqlil pasti Abi sangat bahagia,iqlil juga belum sempat bikin Abi bangga." Gumam iqlil dalam hati dan tak sadar dia meneteskan air matanya perlahan.

Sesampai nya di kampus iqlil langsung bergegas menuju kelas hari ini...
Aku pun langsung mencari tempat duduk di sebelah naura.
Oh ya naura adalah sahabat ku dari kecil sampai sekarang.

"Lil baru datang??

" Iya Ra,ini tadi agak lama di perjalanan macet.

" Oh iya, gimana dengan acara pemakaman Abi kamu?,maaf ya Aku tidak bisa datang "

"Iya Ra tidak apa apa, Alhamdulillah lancar"

Tak lama kemudian dosen masuk

" Eh Ra itu dosen baru ??"

" Iya itu dosen baru yang suka di ceritain sama anak anak kelas sebelah"

" Emang nya di ceritain bagaimana?? " Tanya ku

" Katanya si dia dosen tergalak,tapi dia ganteng banget" jawab naura.

"Wah gawat nih"

Kemudian dosen itu meng absen satu persatu.
Abdullah...
Bagus....
Cintiya...
Iqlillah Khoirun nisa'

"Iqlillah Khoirun Nisa' apa kah tidak hadir...?"
Saat itu aku sedang ketiduran karena saking lelahnya...
Kemudian ada seseorang yang memegang bahu ku

"Lil bangun Lil" ucap yang ternyata itu naura...

" Apa sih Ra,lagi enak tidur nih " kata ku.

" Itu kamu di absen sama dosennya"

" Eh hadir pak " jawab ku dengan kaget.

" Jadi kamu iqlillah Khoirun Nisa"

" Iya pak"

"Sekarang kamu keluar dan nanti jam 10 ke ruangan saya minta detensi.

" Iya pak "jawab ku dengan beranjak keluar dari kelas dan ku lihat naura memberikan acungan ibu jari mungkin dia ingin menyemangati ku...

Kemudian aku langsung menuju ke mushola kampus untuk menunaikan sholat duha sekaligus menenangkan diri dahulu.
Tak ku sangka di balik tirai yang tertutup rapat aku mendengarkan Tilawatil Al Qur'an surah Al khafi...

" Subhanallah indah sekali" ku dengarkan dengan sesama dan perlahan ku pejamkan mata dan ku rasakan ketenangan nya....

"Uh tenang sekali"
Perlahan suara itu hilang dan aku bergegas mengambil wudhu dan kemudian sholat duha...

Do'a ku kali ini

" Ya Allah pertemukan lah aku dengan calon imam pilihan Abi , semoga dia adalah pria yang paling baik di antara yang baik, semoga dia menjadi jodoh dunia dan akhirat ku Aamiin"

Kemudian aku melanjutkan dengan muraja'ah ku...
Dan ku lihat sekarang jam 10.00, dan waktunya detensi ke dosen baru itu...

" Yah aku belum tau nama dosen itu , bagaimana bisa menemukan ruangan nya" ucapku dalam hati sambil menepuk jidat.

Kemudian aku beranjak menuju ruang kelas untuk bertanya ke naura siapa nama dosen baru itu...

" Ra siapa nama dosen baru tadi??"

" Itu pak Riza"

"Oh iya terimakasih" 😊

" Sama sama" jawab naura.

Setelah meminta detensi aku bergegas menuju alamat yang telah di kasih Abi di surat amanah kemaren.
Aku pun agak kebingungan mencari alamat te
Tersebut dan akhirnya ku temukan ....

Ku pencet bel nya kemudian ada seorang perempuan yang membukakan nya.

" Assalamu'alaikum Alaikum , apa benar ini rumah pak Irwan??"

" Wa'alaikum salam, maaf mbk pak Irwan sudah pindah dari 2 tahun yang lalu"

"Oh iya mbk trima kasih,mbk tau alamat barunya pak Irwan??

"Maaf mbak saya tidak tahu"

"Iya,trima kasih ,maaf mengganggu"

"Masya'allah cari di mana lagi ini? Sedangkan alamat yang di kasih Abi cuma itu dan pak Irwan se keluarga sudah berpindah"gumamku di hati sambil menyusuri jalan.

Dan sesampainya di rumahnya iqlil pun langsung memberi tahu ummi dan kakak kakak nya tentang hal itu...

"Ummi,mas Ilyas,mas Fahri,mbk rasya bagai mana ini rumah pak Irwan sudah pindah dan iqlil tidak tau lagi harus mencari ke mana" saat duduk di meja makan.

"Sabar ya nak , mungkin belum saat nya kamu di pertemukan dengan calon pilihan Abi mu"

" Iya ummi,tapi jika iqlil tidak bertemu dengan dia bagai mana? "
" Mungkin dia bukan jodoh kamu nak" jawab ummi.

" Nanti mas bantu cari tahu deh so'al keluarga pak Irwan " sahut mas Fahri dengan belagak sok sokan .

"Lalu jika Abi menyuruh ku untuk menikah dengan putra dari pak Irwan perasaan ku terhadap mas Ilham bagaimana?
Astagfirullah mas Ilham bukan siapa siapa ku lantas kenapa aku selalu memikirkan nya? Sama saja aku melakukan zinna hati , astagfirullah hina sekali diriku ini" gumam iqlillah dalam hati nya, dengan menepuk jidatnya

"Lil? Kamu baik baik saja kan ?"tegur mbk rasya

" Eh iya mbk iqlil baik baik saja "

" Gih makan nasinya jangan di aduk aduk saja"

"Iya mbk"
Selesai makan malam aku membantu ummi untuk mencuci piring piring kotor...
Setelah itu aku langsung menuju kamar untuk sholat isya' kemudian mengerjakan detensi dari pak dosen galak tadi pagi...
" Ah benar benar menyebalkan" gumam ku sambil mengerjakan tugas..
" Astagfirullah"
" Kemudian deret deret"....
Handphon ku berbunyi...
Dari kak Ilham...
" Assalamu'alaikum"
Ah mendadak senyumku merekah😅

"Wa'alaikum salam,ada apa kak??"

Kak Ilham adalah kakak pembimbing ku saat ospek ya awalnya emang dia ngeselin tapi entah kenapa aku mempunyai perasaan itu sejak pertama kali mengenalnya....

"Bagaimana kabarnya dek?,maaf ya waktu ospek kakak terlalu jahat "
" Alhamdulillah baik kak, iya bukan kakak yang salah tapi aku yang salah dan buat kakak marah maaf ya" jawab ku
" Hehe tidak masalah dek ,saya saat itu berusaha menjalankannya tugas"
" Iya kak" jawab ku.

" Ya udah maaf ganggu,wassalamu'alaikum"

"Wa'alaikum salam"

Dari pesan singkat itu lah aku mulai jatuh cinta pada kak Ilham.

Happy reading guys,maaf ya mohon sabar nunggu kelanjutannya nya ya 🙃

Menuju Surga Bersama MuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang