Ch.5 Pria yang berdansa di pangkuan

2.7K 246 0
                                    

"Hello, dik. Aku merindukanmu," kata Arthur Samira, Earl Rutherford, "abangnya".

Ia mengecup pipinya dan Bianca berusaha keras tidak menggigil. Mereka saling membenci. Tapi di tempat umum seperti ini, mereka berpura-pura saling menyayangi seperti layaknya saudara.

Ia membencinya karena mengambil posisi adiknya di masyarakat. Bianca membencinya karena mengetahui rahasia tergelapnya. Bahwa ia dulunya berasal dari rumah pelacuran.

Arthur menawarkan tangannya sambil bertanya, "Mau berdansa?"

Bianca terpaksa menerima ajakannya.

Mereka berdansa waltz bersama. Ia memeluknya terlalu erat. Tapi ia adalah "abangnya" jadi tidak ada yang akan menggosipkan mereka.

Arthur berbisik di telinganya, "Aku perlu kau menghibur Lord Salisbury. Supaya ia memberikan suaranya padaku."

"Tidak, "abang." Aku benci babi bau sepertinya," tolaknya sambil menginjak kakinya.

"Maaf, ini salahku. Aku sudah lama tidak berdansa dengan orang idiot," hina Bianca.

Wajah Arthur memerah karena marah.

(Dia pikir dia siapa? Germonya? Meminta, tidak, memerintahkan dirinya untuk tidur dengan pria demi keuntungannya?)

Arthur berkata sambil menggertakkan giginya, "Kau berhutang pada ayahku terlalu banyak. Tanpa dirinya, kau hanya pelacur kecil murahan. Yang biasa kupakai dan kubuang seperti sampah."

"Itu dia, bang. Aku berhutang padanya. Bukan padamu," kata Bianca sambil mengedipkan matanya dengan genit pada abangnya.

Arthur kehilangan kata-katanya. Selalu berhasil pada pria. Bianca dapat merasakan pria ini juga berhasrat padanya dari tonjolan di depan celananya.

Pria ini membencinya untuk semuanya. Karena Bianca lebih kaya dari dirinya. Karena dia menolak membantunya dalam hal keuangan. Dan karena jauh di dalam dirinya, pria ini juga menginginkan tubuh seksinya, sama seperti pria lainnya di sekitar Bianca.

Musik waltz sudah berhenti. Bianca tersenyum ketika menarik diri darinya.

Ia mengejek, "Selalu senang bertemu denganmu, Bang."

Arthur sangat marah. Ia sudah berjanji "adik perempuannya" akan menghibur Lord Salisbury. Sekarang apa yang harus ia lalukan? Jalang itu menolak bekerja sama seperti biasanya.

Bianca berbisik sebelum meninggalkannya, "Kirim saja istrimu yang mungil dan cantik padanya. Dia lebih tidak pemilih dibandingkan diriku. Ia telah menghibur separuh pria bangsawan di kalangan ton."

Arthur ingin sekali mencekiknya untuk hinaan langsung ini. Tapi Bianca sudah meninggalkan lantai dansa.

Dia benar. Istrinya akan suka menghibur pria berkuasa seperti Lord Salisbury. Ia selalu menginginkan kekuasaan. Arthur mengutuk Bianca. Tidak mungkin ia mengirimkan istri tercintanya pada politisi itu.

Arthur bersumpah ia akan menghancurkan hidup Bianca. Sampai ia memohon ampun padanya.

*****

Bianca perlu segera menghilangkan stress. Dia selalu merasa sangat stress setelah bertemu dengan Arthur.

Tiba-tiba ia tersenyum lebar.

Seorang pria berambut pirang baru saja tiba di ruang dansa. Dia baru tangkapan hebat. Tampan seperti malaikat yang jatuh. Ia terkenal karena kesuksesannya dalam aktivitas di kamar tidur. Umumnya dengan janda atau istri orang lain. Tidak pernah dengan debutan yang tidak berpengalaman.

Black Widow/ Janda Hitam (Iversley#1)(versi Indonesia)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang