Lagu rekomendasi :
GFriend - Memoria
(Album GF yang Japan nih, belum lama di rilis.)
🌸
Chapter ini lanjutan dari yang sebelumnya ya!
🌸
🌸
🌸
Hanya dalam sunyi dan malam, aku bertemu dengannya, penuh dengan bayangan semu dan airmata.
-Putri
🌸
Dunia luas, tetapi mengapa banyak orang berkata dunia itu sempit? Aku belum menapaki seluruh permukaan bumi, bagaimana mungkin dunia itu sempit?
Masa bodoh dengan hal itu.
Hatiku tidak hancur atau terbelah, tetapi ada suatu sudut disana yang berkedut ketika Hani---sahabatku, bercerita tentang lelaki yang disukainya, Dewa.
Aku bukan seorang yang berisik diluar sana, tetapi bukan pula seorang yang pendiam jika bersama orang-orang terdekatku.
Lelaki yang selalu berada dirumah Hari---teman kecilku, setiap akhir pekan ataupun beberapa jam setelah pulang sekolah, nyatanya telah menyita fokusku, waktuku dan perasaanku.
Aku beberapa kali melihatnya yang selalu menjadi seorang moodmaker dimanapun ia berada. Dan akhirnya, sudut mataku selalu mengarah kepadanya, ataupun mencarinya jika tidak ada diantara teman-temannya.
Dalam beberapa kesempatan, ia tersenyum padaku, menghormatiku yang terkadang mengantar makanan untuk keluarga Hari.
Persahabatan perempuan memang rumit. Tapi aku tidak ingin egois. Aku tidak bodoh, beberapa kali sudut mataku menangkap Dewa melihat ke arahku dan aku tidak ingin memberi harapan juga tidak ingin berharap apapun.
Hani sahabatku dan aku tahu ia adalah orang yang lembut, berbeda denganku. Melankolis? Mungkin iya.
Aku tidak ingin menyakiti siapapun, tapi akhirnya aku menyadari suatu hal, aku menyakitinya, ---Dewa.
🌸
"Put, lo jadi pindah?" Hari bertanya sembari mengambil beberapa kudapan dari toples di meja sana.
"Iya. Minggu depan, mungkin?" Aku melipat kakiku dan ikut mengambil beberapa kudapan.
"Yakin?" Hari bertanya dengan nada serius, tetapi matanya tidak menatapku.
"Kenapa harus ngga yakin?" Aku terkekeh pelan dan berjalan menuju dapur, mengambil minum untukku dan Hari. Ah, ini rumah Hari yang seluk beluknya pun dapat ku hapal.
"Gue ngga bercanda, Put. Lo yakin? Ninggalin Dewa? Disini? Perasaan kalian berdua ngga se-bercanda itu." Nada bicara Hari yang mengalun pelan dan tegas membuatku menghentikan langkah.
"Terus menurut lo? Gue harus gimana? Jadian sama Dewa?" Aku tidak berbalik, terlalu takut jika lututku tak sanggup menahan bebanku.
"Lo bisa nyesel, Put.." Suara Hari masih terdengar lembut disana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Untitled | Indonesian Cast
Short Story[COMPLETED] -karena cerita tak harus menggunakan nada ataupun suara tetapi dapat menggunakan rangkaian kata- Berisi 10 cerita. Indonesian cast. Klik 'read'? Publish: June, 2018. End: Sept, 2018.