"Haechan!" Mark meneriaki Haechan yang sudah berjalan jauh di depannya.
"Hei Lee Haechan!" Mark kembali meneriaki nama Haechan karena siempunya nama --sengaja-- tidak mendengar panggilannya.
Greb
Haechan mendengus keras merasakan tangan Mark yang mencekal pergelangan tangannya.
"Tunggu aku," kata Mark pelan, berusaha memaklumi sikap Haechan.
Haechan berbalik dan menampilkan senyum manis andalannya pada Mark."Aku memang menunggumu kok," dan senyum Haechan digantikan wajah datar sedetik kemudian. "Dua jam yang lalu,"
Mark meringis dalam hati merutuki kebodohannya.
"Maafkan aku ya. Aku tadi sedang-"
"Mengajari Kang Mina cara membedakan present perfect continuous dan present tense. Sudah tau," potong Haechan cepat.
"Tapi aku kan sudah selesai. Lihat? Aku bahkan langsung menyusulmu ke sini Chanie,"
"KAU MENYUSULKU SAAT YANG LAIN SUDAH BUBAR MARK LEE. KAU PIKIR INI ACARA SIAPA HAH?!" Haechan auto meledak begitu melihat tatapan sok polos dari Mark.
Enak saja Mark dengan santainya mengajari Kang Mina yang notabene adalah teman wanita yang terang-terangan meminta ajar Bahasa Inggris sebagai modus. Sedangkan di sini Haechan harus menghadapi segala tingkah anak-anak yang diundang untuk mendapatkan es krim gratis dalam rangka kemenangan Mark di ajang rapp.
Kemarin lusa Mark memohon-mohon pada Haechan untuk meluangkan hari minggunya demi membantu Mark. Dan sekarang, Haechan yang menangani semuanya. Sendirian. Memangnya Mark pikir Haechan ini tukang es krim begitu? Enak saja!
"Ayolah Haechanie, maafkan aku ya. Aku benar-benar tidak bisa kabur dari Mina tadi,"
"Tidak bisa atau memang tidak mau Mark? Kalau memang kau niat ke sini ya seharusnya apapun yang terjadi kau tetap ke sini TEPAT WAKTU!" Kata Haechan dengan menekankan kata tepat waktu. "Aku sudah lelah, aku malas mendengar alasan tidak masuk akal darimu. Sana menjauh dariku!"
Setelah mendorong Mark sekuat tenaga, Haechan segera berjalan menjauhi Mark. Tentu saja dengan sigap Mark kembali menyusul Haechan.
Mark berdiri tepat di depan Haechan, menghentikan langkah bocah manis itu.
"Mau apa lagi?" tanya Haechan ketus.
Tanpa menjawab mark membalik badannya membelakangi Haechan dan berjongkok.
"Naik," Mark berkata singkat tanpa menoleh pada Haechan.
"Ha?" Haechan hanya bisa mengedipkan matanya saat ini.
Dari marah, kesal, jengkel, dan dendam, sekarang ini Haechan berubah jadi bingung pada Mark.
"Naik kemana?" tanya Haechan polos.
"Naik ke mata turun ke hati,"
"H- hah?" tanpa sadar Haechan merona mendengar jawaban Mark.
"Tentu saja naik ke punggungku Haechan. Kau bilang lelah. Cepatlah,"
"O-oh oke,"
Dengan begitu kini Mark berjalan dengan Haechan di punggungnya. Keheningan melanda diantara keduanya. Antara Mark yang menikmati waktu, dan Haechan yang masih terkena imbas gombalan tanpa sadar dari Mark.
"Aku benar-benar tidak bisa kabur dari Mina tadi," kata Mark tiba-tiba.
"H- hah?" kesekian kalinya Haechan terkejut dengan sikap Mark.
"Mina memanggil ibunya untuk menemaninya belajar. Aku tidak bisa pulang begitu saja. Aku benar-benar tidak bermaksud meninggalkanmu sendirian. Aku langsung berlari ke taman untuk menemuimu. Maafkan aku sudah merepotkanmu. Terimakasih sudah membantuku," lanjut Mark.
Haechan mengangguk pelan di bahu Mark, membuat pemuda itu tersenyum pada respon Haechan.
"Mark, apa aku berat?" cicit Haechan tiba-tiba.
"Tentu saja kau berat," jawab Mark dengan enteng.
'Seharusnya aku tidak bertanya tadi,' Haechan jadi dongkol setelah mendengar jawaban Mark.
"Untung saja aku kuat. Jadi jangan pernah minta digendong orang lain selain aku. Mengerti?"
"H-hah?"
"Jangan juga pulang dengan orang lain selain aku karena kau hanya aman bersamaku,"
Oke, Haechan benar-benar bingung sekarang. Sudah ketiga kali dalam 15 menit Mark membuat dirinya tersipu seperti ini. Sebenarnya 'sahabat'nya ini kenapa.
"M-mark?"
"Ya?"
"Apa kau baik-baik saja?"
"Selama ada kau aku akan baik-baik saja,"
"KAU SIAPA????" Haechan berteriak secara tiba-tiba dan meronta agar Mark melepaskan dirinya.
"LEE HAECHAN JANGAN BANYAK BERGERAK!" pekik Mark yang hampir kehilangan keseimbangan.
Oke, Haechan akan diam karena mereka baru saja akan jatuh. Haechan introgasi Mark nanti saja kalau sudah di rumah.
