"Di sana, ada hutan dekat ladang gandum. Berjalanlah kau dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kau menemukan ranting yang kau anggap paling menakjubkan, artinya kau telah menemukan cinta."
—Socrates to Plato
๑۩๑๑۩๑๑۩๑
Akihabara field adalah arena menembak yang berlokasi di Sotokanda, Chiyoda. Di sana, Nero memiliki ranking tak terkalahkan di setiap arena bahkan catatan battleground dengan setiap tim berisikan tiga orang.
Orang-orang yang datang ke sana dari berbagai kalangan membuka pertemanan, tetapi Nero tetap pada pendiriannya untuk bermain sendiri—walaupun begitu, jika mereka menawari Nero masuk ke dalam tim dengan satu kali permainan, dengan senang hati dia akan menerima.
Sementara itu, Nero tidak memiliki jadwal khusus, dan tidak bisa ditebak kapan dia ada di sana. Tetapi jika perasaannya sangat kacau, tempat tersebut menjadi destinasi utama, hingga dalam sepekan waktunya dia bisa menghabiskan setidaknya seratus ribu yen, dan Nero sama-sekali tidak peduli uangnya habis di tempat itu.
Sejak tadi malam, dia bergelut dengan nafsu membunuh, membuatnya pagi-pagi sekali keluar dari apartemen tanpa memedulikan apa pun—termasuk dengan jadwal membuang sampah di pagi hari adalah rutinitas yang harusnya dia lakukan. Namun dia tidak lagi mengingat jika seluruh emosi-emosi membunuh itu datang padanya. Semuanya seperti mimpi. Semuanya terasa sulit dijalani.
Ketika dia menemukan Akihabara field empat tahun yang lalu dengan replika bermacam jenis senjata, bahkan dalam bentuk aslinya Nero pernah menggunakan, lelaki itu benar-benar tidak tahu bagaimana harusnya berucap syukur sesaat dia seakan menemukan harta karun. Ia puas bermain di sana. Dia cukup senang telah berhasil membuang setiap sisi negatifnya di sana, serta bertemu banyak orang yang seolah-olah dia dan orang-orang di sana memiliki kecenderungan yang sama.
"Hei, Nero," seseorang menyapanya, tetapi Nero tetap melihat jantung sebuah manekin di depannya. Ia terlalu fokus, atau memang tidak peduli pada siapa pun orang yang mulai baik menyapanya terlebih dahulu. "Kau yakin tidak makan dan minum. Ada apa denganmu sebenarnya?" pria berambut mangkuk mendekat ke arahnya sembari menarik pundaknya, dan Nero berhasil menodongkan senjatanya pada pria bernama Rock Lee itu. "Kau sinting, ya?" Lee berteriak kaget.
"Maaf, Lee," balas Nero, kemudian dia menurunkan senjatanya. "Aku punya respons yang berlebihan." Lee menggeleng heran. "Ada perlu apa?"
"Apakah hanya saat butuh sesuatu saja aku menyapa dirimu, kawan?" Nero mendengkus, lalu dia berjalan pergi dari tempatnya berdiri. Kemudian mengambil duduk pada tempat istirahat yang masih berada di ruang yang sama. "Kau tidak lelah seharian hanya melakukan ini? Kau sudah mendapatkan rekor tertinggi di sini. Apa yang sedang kau cari?"
"Kepuasan!" jawab Nero. "Aku butuh kepuasan agar lebih tenang."
Lee segera mendekat. "Kepuasanmacam apa yang kau butuhkan?" tanyanya.
Dia baru empat kali bertemu Rock Lee, karena mereka memiliki area menembak paling pojok, yang dimiliki oleh Akihabara field. Sungguh tidak mungkin dia menceritakan keinginannya dalam membunuh seseorang, serta apa yang sebenarnya dia lakukan di sini bukan karena ingin dikenal sebagai pria dengan rekor tertinggi mengalahkan beberapa orang yang nyaris menyamai dirinya, tetapi tidak pernah benar-benar melewati dirinya.
"Agar aku bisa lebih baik lagi untuk menembak," balas Nero, tetapi Lee tahu, bahwa pria berambut pirang tersebut hanya berkata tanpa dasar yang jelas. Lee meyakini ada alasan yang lebih baik dari sekadar memuaskan nafsu menembak. Namun Lee adalah seorang pria yang sangat peka. Dia tidak akan mengusik urusan orang lain terlalu berlebihan.

YOU ARE READING
E N O R M O U S ✔
DiversosKeluarga kaya raya kehilangan putra mereka dalam perjalanan keliling Eropa. Sementara ada dua pria Jepang yang mengadopsi anak laki-laki dan menjadikannya sebagai pembunuh bayaran andal. Tepat dua puluh tahun kemudian, anak laki-laki itu mulai menge...