Istirahat kedua pun tiba, siswa-siswi ada yang mengarah ke mushola dan ada juga yang mengarah ke kantin. Salah satunya Shali, Nadia, dan Aliza mereka menuju ke kantin karena sedang berhalangan untuk menjalankan ibadah sholat dzuhur.
ShaliPOV
"Lo mau jajan apa Al?." Tanyaku
"Gue mau beli susu di koperasi Shal." Jawab Aliza sambil beranjak ke koperasi yang berdekatan dengan kantin
"Hmm... Kalo lo jajan apa Nad? Emang lo masih laper? Kan tadi lo udah makan bekel lo." Tanyaku
"Sebenernya gue masih agak laper si Shal, cuman gue kayaknya mau jajan es teh manis aja deh. Lo mau makan ga?." Tanyanya
"Iya nih, kayaknya gue mau makan dulu tadi gue kan belom sempet makan di istirahat pertama hehe." Ucapku
"Ohh gue tau nih lo kenapa tadi ga makan di istirahat pertama hmm.. Sakit aja baru tau rasa lo Shal, Bukannya makan malah liatin cowok ganteng lagi olahraga." Ucap Nadia sambil menggodaku
"Ih apa sih, engga kok. Tadi, gue cuman belom laper Nad percaya deh sama gue." Ucapku
"Iya iya deh, udah sana lo mau beli makan apa emang?." Tanya Nadia
"Gue mau beli soto ayam aja deh, tungguin gue makan ya." Ucapku yang sambil mengarah ke tukang soto ayam
"Pak, mau soto ayam nya dong satu pake nasi ya tapi jangan di pakein bawa goreng. Daun bawangnya aja banyakkin." Ucapku kepada bapak tukang soto ayam
"Siap neng... Emangnya pas istirahat pertama neng belom makan? Apa laper lagi neng? Hahaha." Tanya bapak tukang soto ayam
"Hahaha iya pak saya tadi belom sempet makan pas istirahat pertama." Ucapku sambil tersenyum
"Ohh pantesan neng, nih sotonya udah siap." Ucapnya
"Oke makasih pak." Ucapku sambil mengambil mangkok dan piring yang berisikan nasi dan soto ayam
"Sama-sama neng." Ucapnya
Lalu aku langsung beranjak ke tempat duduk yang sudah ditempati oleh Nadia dan Aliza yang mengarah ke pintu masuk kantin.
"Lo makan Shal?." Ucap Aliza
"Ya iya makan, emang menurut lo gue ngapain lagi? Baca buku?." Ucapku
"Hehe iya gue lupa lo belom makan gara-gara liatin Kak Danish." Ucapnya sambil tersenyum meledek
"Itu lo tau, kenapa si gue punya temen gaada yang bener? Untung cuman satu yang kayak lo Al." Ucapku sambil menyuap suapan pertamaku
"Gue ga gitu kan Shal?." Tanya Nadia
"Iya lo sama nya kayak Aliza, bedanya lo ga sesering Aliza." Ucapku
"Alhamdulillah, sabar ya Al." Ucap Nadia sambil mengelus punggung Aliza
"Iya gapapa Nad gue udah biasa kok hehe." Ucap Aliza dan tersenyum pahit, lalu kita semua pun tertawa bersama
"Al, tadi lo gapapa abis di dorong sama si Amizah?." Tanyaku
"Engga kok gapapa, kayaknya si Amizah juga ga sengaja ngedorong gue tadi." Ucapnya
"Serius lo?." Tanya Nadia
"Serius Nad, Shal. Percaya deh, kalo pun si Amizah sengaja ngedorong gue juga biarin aja." Ucapnya
"Yaudah bagus deh kalo lo gapapa, soalnya..." Ucapanku seketika terpotong karena seseorang cowok tampan sedang memasuki kantin, yang lain dan tak bukan yaitu Kak Danish. Aku langsung berhenti berbicara dan melihatnya yang sedang berbicara kepada temanya

KAMU SEDANG MEMBACA
J a r a k (yang tak terlihat)
Teen FictionJ-a-r-a-k Ada yang terlihat, J a r a k Ada juga yang tak terlihat. tergantung bagaimana kalian menyimpulkannya.