Ada satu hal yang benar - benar berada diluar pemikiran seorang Jeon Jungkook dan tentunya Kim Seokjin, begitu juga dengan sang Soulbond, RJ -, untuk melihat Cooky yang kini dengan panik menempatkan kue kering cokelat itu ke depan heater. mengusap bagian yang basah dengan penuh kehati - hatian dan panik untuk mencari serbet lembut yang dapat ia temukan dengan terburu - buru, menghangatkan sang Soulbond yang dilanda rasa dingin.
Jungkook tidak paham. Cooky tidak berbicara di kepalanya. semua hening meskipun dia mencoba untuk memanggil Cooky di kepalanya. tapi Cooky tidak merespon, bahkan dengusan yang biasanya saja tidak terdengar sama sekali berkeliaran di kepalanya. ini aneh, jadi Jungkook menoleh ke arah RJ, yang kali ini-, seolah merasa di tatap menggeser pandangannya pada Jungkook. bibir sang Alpaca terbuka untuk bersuara-, yang Jungkook tahu pasti RJ tengah mengatakan sesuatu di kepala Seokjin yang dibalas dengan dengusan rendah ketidakpahaman dari sang pemilik.
"RJ tidak tahu. dia tidak bisa berkomunikasi dengan Cooky juga, Kook-ah" Kepala Seokjin bergeser padanya, dengan tatapan resah di kedua bola matanya. "Seokjin hyung.. tapi ini salah. mereka tidak bisa dekat satu sama lain untuk pertama kali. mereka tidak bisa saling menyentuh, hyung. bagaimana mungkin--," Jungkook menekan kukunya pada kulit pergelangan tangannya, mencoba menahan perasaan takut untuk hal - hal semacam ini. Seokjin balik melihat bagaimana tangan kecil Cooky berlari di atas kepala Soulbond yang lainnya dengan semacam kehati - hatian dan pancaran rasa sayang yang sedikit tertangkap di kedua matanya.
"Bagaimana aku bisa menjawab jika RJ saja tidak tahu?" Ia mendesis, sebelum berpaling untuk menapap RJ yang masih memperhatikan. "Lihat, bahkan RJ tidak bisa menggerakkan dirinya untuk menghampiri Cooky karena Soulbond yang lain berada di dekatnya. ini salah, Kook-ah. terlebih Soulbond sama sekali tidak bisa jauh dari pemiliknya. kau tahu apa yang terjadi ketika kau memiliki jarak yang cukup jauh dengan Cooky, bukan?"
Jungkook mengangguk dengan gugup. dia paham bagaimana rasanya tercekik kehilangan udara dan jantungnya yang berdetak menggila untuk mengais beberapa oksigen, dan kepalanya berputar seolah - olah bagian tubuhnya akan berusaha melepaskan diri. untuk kemudian, Jungkook merasa ngeri menyebar diseluruh kulitnya sebelum akhirnya menjadi lebih panik lagi untuk kemudian. "Astaga hyung! pemiliknya--, pemiliknya bisa mati!" Jungkook menjerit dengan bibir yang dikatupkan, matanya melebar dengan sebuah ketakutan yang luar biasa. Seokjin dapat melihat bagaimana anak itu bisa menjadi lebih panik dari sekarang. tangannya terangkat, bersarang di bahu Jungkook dengan penuh tekanan untuk menenangkan.
"Kook-ah, tenang. sekarang, ayo kita panggil Jimin"
Seokjin menjilat bibirnya yang kering untuk sesaat sebelum berdiri untuk meraih ponselnya. RJ mengikuti dengan penuh kehati - hatian. "Dan cobalah untuk berbicara dengan Cooky untuk sementara oke? ini bisa menjadi hal yang tidak bagus, Kook-ah"
dan untuk semua ketakutan Jungkook, ia mengangguk dengan cepat. dia tidak ingin berakhir konyol hanya karena separuh dirinya mencoba untuk membuat mereka berada di situasi yang terburuk untuk ini.
"Cooky-ya"
Jungkook berusaha memanggil, berusaha mencari koneksi antara dirinya dengan sang kelinci yang sejak tadi tidak muncul dikepalanya untuk mengatakan sesuatu, membuat perutnya terpelintir karena takut dengan sesuatu yang butuh antisipasi untuk kedepannya. Jungkook tahu Cooky adalah Soulbond yang paling rentan dan sesnsitif, meski memiliki sifat menyebalkan yang, dia tahu itu adaalah dirinya. "Bicara padaku sekarang, Cooky. jangan membuatku sulit ya?"
Jungkook berusaha mendekat, berusaha meraih sosok Cooky yang kini dengan bahagia dan hangat menyelimuti sang Soulbond mungil itu. "Cooky-,.. menjauh untuk sesaat ya?" dia berusaha begitu lembut, Cooky berbalik padanya dengan tiba - tiba, membentuk sebuah raut wajah terkejut yang membuat jantung Jungkook berdebar aneh, dan yang kemudian terjadi adalah, Soulbond mungil itu-, menatapnya dengan mata besar yang begitu menyedihkan, menyingkir dari Cooky dengan langkah cepat dan anehnya-, Jungkook merasa dirinya ditimpa dengan batu besar tak kasat mata di hatinya. Tiba - tiba membebaninya dengan sesuatu yang membuatnya terlihat seperti seorang brengsek.

KAMU SEDANG MEMBACA
Soul-Bond(Mate) - YoonKook✔
Fanfiction[C O M P L E T E]✔ Cooky menemukan Soul-Bond berbentuk kue cokelat kering yang mungil di depan toko roti, berlindung dari rintik hujan yang semakin deras di bawah famplet kayu. Kedinginan dan sedikit retak di antara kaki dan tangan mungilnya. Sedih...