Ch.14 Final

4.1K 286 26
                                    

Fajar baru saja tiba. Blake sedang merokok  cerutu di halaman depan.  Kakak perempuannya mungkin seorang janda kaya. Anehnya ia memilih pondok kecil ini di pinggiran kota London dibandingkan sebuah rumah mewah di kota.

"Aku sudah di sini," kata seorang penunggang kuda.

Kuda Arab berwarna hitamnya terlihat menakjubkan. Seseorang akan mengatakan tunggangan pantas untuk seorang Duke. 

Duke Channingham telah tiba tepat waktu untuk duel mereka. Seorang penunggang kuda lainnya tiba di belakangnya.

Blake tidak pernah punya kesempatan untuk mengatakan  pada Tom tentang waktu dan tempat duel mereka. Bianca telah membuatnya sibuk. Jadi Tom menyadari Blake ingin duel dilangsungkan di depan rumahnya Bianca.

Rumah pondok Bianca cukup terpencil untuk melakukan duel. Pemerintah telah melarang untuk melakukan duel selama bertahun2. Tapi tidak ada yang menghalangi pria2 bodoh untuk berduel di tempat2 terpencil.

Tom dan pria lainnya telah turun dari kuda mereka.

Tom mengenalkan, "Saksiku. Ia juga dokter militer dengan lisensi medis."

Seorang teman lama dari masanya bertugas dulu di India. Dr.  James Winters. Ia baru saja tiba dari India setelah mengakhiri masa tugasnya.

Tom melihat ke sekelilingnya. Tapi ia tidak melihat adanya pria lain.

Ia bertanya, "Mana pria keduamu?"

Blake berkata dengan dingin, "Tidak perlu. Supaya kau tahu, aku tidak pernah meleset. Jadi siapkan upacara pemakamanmu."

Tom bertanya, "Kau benar2 adiknya?"

"Ya. Kami memiliki ibu yang sama, Miranda Iversley."

Melihat dari kemarahan dalam suaranya, ia belum juga memaafkan Tom karena memanggil ibunya seorang pelacur. 

Yah, Tom juga akan melakukan Hal yang sama jika seseorang menghina kakak perempuannya  atau ibunya. Dalam kasus ini, Tom sudah menghina mereka berdua.

Tom berkata, "Kau perlu pria kedua. Biar kupanggilkan seorang pelayan lelaki untukmu."

"Tidak perlu. Jangan masuk ke dalam rumah dan membangunkan kakakku. Apa kau sudah ketakutan?" 

Tom menjawab, "Tidak. Ini bukan urusan Bianca."

"Bagus. Ini urusan kau dan aku, Your Grace," ejek Blake.

*****

Kepalanya terasa berat seperti kapas basah. Bianca belum pernah semabuk ini seumur hidupnya. 

Tiba2 sebuah suara tembakan terdengar dari luar sana. Kepala Bianca berputar ketika ia memaksakan dirinya untuk berjalan.

(Tidak! Ini cuma mimpi buruk! Aku tidak boleh kehilangan dia!)

Tom terbaring di tanah. Darah mengalir keluar dari lukanya. Seorang dokter sudah menangani lukanya saat ini. Lukanya bersih. Pelurunya  menembus tubuh dan bersarang di  batang pohon terdekat. Sang dokter membersihkan lukanya dengan alkohol. Ia akan segera menjahit Luka tersebut.

Bianca memukuli dada Blake berkali2 seperti seorang wanita gila. Pistol Blake sudah dijatuhkan ke tanah. Tiada lagi peluru di dalamnya. Ia hanya memasukkan sebuah peluru untuk duel ini. 

Tembakan Blake meleset dari kepala Tom dengan sengaja. Ia tidak bisa membunuh pria  yang dicintai kakaknya. Walaupun bajingan itu layak mati.

"Kau menembaknya! Sudah kubilang untuk membatalkan duel! Aku benci kamu!" teriak Bianca dengan marah.

Black Widow/ Janda Hitam (Iversley#1)(versi Indonesia)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang