"T-TENTU SAJA! Aku menyukai Daehwi, kau juga kan?!" Seru Guanlin.
"YAK!"
Jinyoung merasa tertampar dengan pertanyaan Guanlin barusan. Jinyoung tidak tahu bahwa Guanlin akan berpendapat seperti itu. Jinyoung benar-benar merasa bingung sekarang.
"Wae? Kenapa mukamu seperti itu?" Bingung Guanlin karena mendapati wajah Jinyoung yang benar-benar menyeramkan dihadapannya.
"Mana mungkin kau tidak menyukai Daehwi," mata Guanlin menatap Jinyoung, menelisik sesuatu didalamnya.
Jinyoung benar-benar merasa aneh sekarang. Ia tidak tahu harus mengatakan apa, dengan Guanlin yang bertanya seperti ini saja hati Jinyoung merasa tergelitik.
Ah masa sih Jinyoung menyukai Daehwi?
"YAK! KAU INI TEMANNYA BUKAN SIH?!" Tiba-tiba satu pukulan mendarat di punggung Jinyoung.
"KITA SUDAH BERTEMAN BERAPA LAMA JINYOUNG AH?! APA ALASANMU TIDAK MENYUKAI DAEHWI?!"
Jinyoung segera tersadarkan. Ya, Daehwi memang temannya, sudah sewajarnya kalau Jinyoung menyukai Daehwi kan?
"SIAPA SIH YANG TIDAK SUKA DAEHWI?! AKU SUKA! AKU SUKA DAEHWI!" Seketika perasaan aneh kembali merasuki Jinyoung. Ia merasa hatinya benar-benar butuh sesuatu yang dingin. Ia memanas hanya dengan menyebutkan kata-kata barusan.
"Lalu kenapa diam saja dari tadi pabbo ah!" Guanlin segera masuk kedalam supermarket, meninggalkan Jinyoung dengan segala kebodohannya.
•••••
"Jadi, eum, Daehwi ah,"
Daehwi refleks menoleh pada Jihoon yang sedang menuangkan Jus kedalam cangkir hiasnya. Daehwi masih menunggu Jihoon berbicara, Jihoon menenggak jusnya perlahan, seakan sengaja memperlambat waktu.
"Eum,"
"Waeyo Hyung?" Daehwi merasa sedikit aneh dengan Jihoon.
"Eum, kau, yang kau bilang tadi di rumah Hyeobgseob,"
Jihoon menarik Daehwi menuju sofa didepan televisi, mendudukkan tubuhnya dan Daehwi berdampingan.
"Waeyooo Hyungie," Daehwi mulai penasaran dengan Jihoon.
"Eum, Gunlin bilang menyukaimu? Ia mengajakmu berkencan? Benar?" Ucap Jihoon hati-hati.
"Lebih tepatnya ia bilang aku cantik seperti eomma, lalu dia bilang jadi kekasihku saja Daehwi ah begitu Hyung, wa-"
"Lalu kau jawab apa?" Potong Jihoon.
"Aku belum menjawab sih, aku juga masih bingung Hyung bagaimana caraku menjawabnyaaaaa!!" Daehwi menutup wajahnya yang sedang memerah saat ini.
"Eoh,"
"Wae Hyung?"
"Kau juga menyukai Guanlin?"
"Aku rasa, iya Hyung," untuk kesekian kalinya Daehwi memerah tanpa alasan. Ia segera beranjak menuju kulkas untuk mengambil air dingin.
"Waeyo Hyung?"
Sebelum Jihoon sempat menjawab, suasana segera ricuh karena Jinyoung dan Guanlin datang bersama Woojin dan Hyeongseob. Suasana hening segera terganti dengan suara bising yang memekakkan telinga.
"Guanlin dan aku memutuskan untuk membeli jjajangmyeon," ucap Jinyoung sambil menenteng kantong berisi banyak makanan.
"Tidak jadi memasak?" Tanya Daehwi. Raut wajahnya sudah sangat kesal sekarang.
"Woojin Hyung baru saja membeli cd film terbaru, kalau memasak bisa terlalu lama memakan waktu, jadi kita beli saja," terang Guanlin.
"Okay arraa,"
Mereka segera menempati tempat masing-masing. Hyeongseob berada di ujung kiri Sofa, lalu ada Jihoon dan Guanlin, sedabgkan Daehwi duduk di single sofa disebelah Guanlin dan Jinyoung yang duduk dilantai didepan Daehwi.
Woojin saat ini sedang sibuk memasangkan cd kedalam player, tiba-tiba Jihoon berdiri.
"Aku akan ke atas sebentar," ucap Jihoon dan segera melengang pergi dari ruang keluarga.
"Ah, ini tadi juga beli cemilan," Guanlin segera mengambil kantong berisi aneka macam jajanan supermarket.
"Ah ini tadi milik Jihoon Hyung, aku akan memberikannya," Guanlin mengambil beberapa Snack dan roti yang tadi memang ia belikan untuk Jihoon.
"Jihoon Hyung juga setelah ini akan kemari, tidak perlu kau berikan ke kamarnya," ucap Jinyoung ketika melihat Guanlin menaiki tangga. Semua pandangan langsung tertuju pada Guanlin.
"Ah Jihoon Hyung kan tidak suka berbagi makanan, ini untuk dikamarnya, aku juga akan segera mengajaknya turun," tanpa berkata apa-apa lagi Guanlin segera beranjak keatas menuju kamar Jihoon.
"Aku tidak tahu ternyata anak itu sangat memperhatikan Jihoon Hyung," cibir Jinyoung.
Telinga Daehwi saat ini sangat sensitif dengan ucapan Jinyoung barusan. Ia benar-benar tidak suka, tiba-tiba saja ia menjadi sangat kesal dengan Guanlin. Pada Jinyoung apalagi.
•••••
"Aigoo, tadi aku bermain ponsel dia marah-marah kesetanan, sekarang lihatlah dia seperti orang mati," Jinyoung sedikit menyentil hidung Daehwi.
Ya saat ini mereka sedang ada di tengah-tengah film. Diujung kanan sofa terdapat Woojin dan Hyeongseob yang tengah berpelukan. Lalu Jihoon, Guanlin, dan Jinyoung yang duduk di karpet bersama Daehwi yang saat ini tertidur dipaha Jinyoung.
"Hyung tidak suka film action begini, mau tidur saja? Kau sudah sangat mengantuk," ucap Guanlin, sambil memberikan bungkus camilan yang sudah ia buka untuk Jihoon.
"Shireo, aku nanti sendirian," Jihoon segera fokus pada camilan untuk menetralisir rasa gugupnya.
"Aku temani, kajja," Guanlin menarik tangan Jihoon untuk bangkit.
Jihoon menurut saja, ia mengikuti langkah Guanlin sambil menatap malu tangannya yang saat ini sedang digenggam Guanlin.
Setelah sampai dikamar Jihoon, Guanlin menidurkan dirinya diatas kasur milik Jihoon. Tangannya menepuk-nepuk sisi kosong disebelahnya, menyuruh Jihoon untuk mengisinya.
"Tidurlah, ku temani," ucap Guanlin.
Tanpa menjawab, Jihoon perlahan berbaring disebelah Guanlin. Perlahan ia menutup matanya, namun kantuk yang tadi menyerang segera hilang digantikan degupan kencang di jantungnya.
Tiba-tiba Jihoon merasakan tangan besar Guanlin melingkar diperutnya. Ayolah, bagaimana Jihoon bisa tidur kalau begini?!
"Jaljaayo Hyung, see you in our dreams,"
Beberapa saat setelah itu terasa dengkuran halus Guanlin menyapu tengkuk Jihoon. Tak bisa Jihoon bohongi kalau ia merasa sangat nyaman di sisi Guanlin seperti ini.
Perlahan-lahan Jihoon merasa hangat dan nyaman menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia meraih lampu tidur disebelah kasurnya lalu mematikannya.
"Jaljaaa Guanlinie,"
♡♡♡♡♡♡♡
HAYOLO PANWINK OR PANHWI?!
SEE U NEXT CHAPTER ❤❤❤

KAMU SEDANG MEMBACA
First Pick!
FanfictionDaehwi ah Shikeuro!!! -Jinyoung Aish! Kalian berdua menyebalkan! -Daehwi Jangan bertengkar dong, -Guanlin Persahabatan yang benar-benar penuh asam manis kehidupan! Yuk simak bagaimana serunya hari-hari mereka!