Sequel PHO : Sangkalan

148 24 18
                                    

Setelah pertemuan itu terjadi, chanyeol banyak memikirkan tentang kemungkinan kemungkinan yang terjadi.

Dia yakin yewon itu adalah umji mantan isterinya, tapi kenapa yewon menyangkalnya.

Bahkan chanyeol bodoh itu masih bertanya ya sudah jelas umji tidak ingin mengingat tentang masa lalunya bukannya begitu ? bodoh memang.

"Apa kau terus akan seperti itu chan" tegur chen ke atasan sekaligus sahabatnya itu.

"Bisakah kau memberitahu keberadaan mu terlebih dulu sebelum mengintrupsi ku chen, itu mengganggu" balas chanyeol memutar bola matanya malas.

Chen terkekeh mendengar gerutuan chanyeol.

"Kau ingin tau dia umji mu atau bukan ? bukannya begitu chan ? tanya chen.

Sukses kalimat itu membuay chanyeol memusatkan perhatiannya kepada sahabat kotaknya itu.

"Tenanglah aku akan bantu sebisa ku, tapi sebelumnya bisakah kita kembali pekerjaan mu masih banyak park dan nanti malam kita harus menghadiri acara puncak, atau kau ingin sehun mengebiri mu park" ucap chen.

Chanyeol mendengus mendengar nama sehun disebut, dongsaengnya itu semakin sadis saat umji meninggalkan mereka.

"Hah, yayaya kaja dan satu lagi aku atasan mu chen ckk kau ini." balasnya dan melangkah lebih dulu.

"Kalian berdua sama saja, ck" gumam chen dan mengikuti langkah kaki chanyeol didepannya.

Dilain sisi. .

"Kau baik baik saja yewon ssi ?" tanya suho yang melihat yewon setelah acara makan tadi hanya diam di ruangan kerjanya.

Yewon masih belum merespon dia sedang memikirkan sesuatu, tepatnya sesuatu dari masa lalunya.

Suho masih memperhatikan yewon, dia bisa melihat pandangan kosong dan sedikit terlihat pandangan kecewa serta kesakitan disana, tapi suho tidak tau karena apa yewon seperti itu.

Sejujurnya semenjak yewon diperkenalkan oleh jieun kepadanya, dia sudah tertarik dengan yewon, tapi dia tidak bisa mendekat lebih jauh dia masih menghargai jieun sebagai atasannya.

Tidak ingin mengganggu suho memilih meninggalkan yewon sepertinya yewon memang butuh sendiri.

Yewon menyadari kehadiran suho sebenarnya tapi pikirannya sedang melanglang buana.

"Apa aku siap jika menatap matanya lagi nanti, ya Tuhan kenapa kau memberi ku takdir seperti ini." gumamnya.

Skip

Acara puncak akan segera dimulai semua model untuk rancangan malam ini sudah siap begitupun sehun yang mewakili perusahaan milih chanyeol.

"Kau sudah siap hun" ucap chanyeol yang sengaja mengunjungi sehun di back stage.

"Ini sudah biasa hyung, bahkan aku bosan" balasnya.

Chanyeol terkekeh mendengar jawaban dari yang muda.

"Tapi hyung harap nanti kau tidak akan berhenti ditengah tengah hun" lanjut chanyeol.

Sehun mengernyitkan dahinya tanda dia tidak mengerti apa yang dimaksud chanyeol.

"Apa maksud mu hyung?" tanyanya.

"Kau akan tau nantinya, semangat" ucapnya menepuk bahu sehun dan meninggalkan si albino yanh sedang berpikir keras tentang kata katanya barusan.

Sedangkan diruangan lain umji ah aniya yewon tengah mondar mandir gelisah.

Suho yang juga berada satu ruangan dengan yewon, cukup jengah melihat atasannya mondar mandir tanpa alasan.

P.H.O + SEQUEL(📥✋)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang