Ditulis kalau ada ide saja, jadi tidak ada tamatnya.
[Alternate Universe]
Drabbles and oneshots about sweet gestures in Kang Daniel and Park Jihoon relationship. So, well... it's mostly fluff.
WARNING:
📍 Shounen-ai/Yaoi/Boys love
📍 Pairing: NielWi...
Jihoon tahu Hyungseob sedang berusaha menggodanya, jadi ia pura-pura tidak mendengar suara itu.
Tangannya mengambil satu buah sendok untuk menuangkan saus pada menu yang sedang ia siapkan untuk tamu VIP.
"Chef, kalau sedang serius kau terlihat sangat manis."
Tetap fokus, Park Jihoon. Jangan pedulikan.
"Waah, sungguh, chef. Tidak heran tamu VIP kita menyukaimu."
Hhhh~
"Kau tidak punya hal yang harus dikerjakan, hm?"
Jihoon berusaha membuat nada bicaranya terdengar berbahaya, tapi Hyungseob sama sekali tidak terlihat gentar. Ia sudah terbiasa.
"Tiga orang itu sudah cukup." pria manis itu dengan santai menunjuk Park Woojin, Kim Donghyun dan Kwon Hyunbin yang sedang sibuk menyiapkan pesanan pengunjung lain.
Jihoon kembali menghela napas, tapi ia memutuskan tidak mendebat lagi.
Sesaat kemudian hidangannya sudah siap diantar, dan Hyungseob dengan sigap menawarkan diri.
---
"Moules Frites dan Cote de Boeuf."
Hyungseob meletakkan dua menu di atas meja, disusul Jihoon yang menaruh dessert dan minuman.
"Affogato dan-" Jihoon berhenti sejenak karena agak takjub dengan wanita yang duduk di salah satu kursi pada meja VIP itu.
Namun kemudian lirikannya beralih pada kursi lain hingga netranya bertemu milik Kang Daniel yang sedang tersenyum kecil memandangnya, "Americano."
"Selamat menikmati."
"Terima kasih."
Hyungseob mundur beberapa langkah sementara Jihoon belum beranjak karena Daniel berbicara padanya, mengatakan bahwa temannya--wanita tadi--adalah direktur dari salah satu perusahaan partner dan baru kali pertama datang ke restorannya. Daniel juga memberitahu wanita itu bahwa Jihoon chef sekaligus pemilik restoran.
"Ah, ya, saya menyadari. Selamat menikmati, semoga anda puas dengan hidangan kami." Jihoon menyampaikan sepintas senyum ramah dan bergerak mundur hingga sejajar dengan Hyungseob. Ia juga tidak beranjak untuk memastikan tidak ada masalah pada hidangan mereka.
"Cobalah." Daniel mempersilakan rekan kerjanya--wanita tadi--untuk mencicipi frites yang ia rekomendasikan. Suaranya terdengar sangat halus.
Hyungseob spontan melirik Jihoon diam-diam, dan hanya melihat wajah tanpa ekspresi yang justru membuat Hyungseob malah lebih siaga. Pemuda Ahn itu lalu menatap Daniel tidak percaya.
Si Kang Daniel ini memang tidak sadar, atau dia sedang menyulut api-
Tunggu. Apa itu?
Apa yang sedang ia katakan pada Jihoon, hanya dengan gerakan mulut tanpa suara begitu?
Kau-lu-ar-bi-a-sa.
Heol.
Hyungseob segera melihat Jihoon lagi dan menahan senyum menyaksikan kelopak mata bosnya berkedip cepat akibat gugup.
"Mm, enak sekali." tamu wanita mereka berkomentar setelah potongan frites menyentuh lidahnya.
Ia tersenyum lebar pada Daniel, berterima kasih karena Daniel telah merekomendasikan menu yang tepat.
"Chef Park tampaknya cukup berbakat."
"Ah, terima kasih, Nona. Saya senang jika menunya sesuai selera anda."
"Dia memang berbakat." Daniel tertawa kecil, matanya berbinar senang dan Jihoon merasa hatinya menghangat karena pemandangan itu.
Hyungseob di sampingnya, juga tersenyum karena jelas ia melihat kebanggaan di sorot mata Daniel.
Lalu, untuk kedua kalinya, Daniel mengatakan sesuatu pada Jihoon tanpa bersuara.
Hyungseob menyipitkan mata tanpa sadar agar bisa melihat lebih jelas, dan kalau ia tidak salah, Daniel baru saja melafalkan, "Kau-can-tik."
Ah...
Jangan tanya seindah apa rona merah yang instan menyebar di pipi Jihoon. Hyungseob bahkan ingin mencakar sesuatu saking gemasnya.
"A-ada hal lain yang anda perlukan?" itu suara Jihoon yang jelas telah berniat pergi dari sana sebelum kakinya menyerah.
Sementara itu Daniel, tersenyum iseng dengan tidak tahu diri. Hyungseob melihatnya masih sempat-sempatnya melafalkan, 'a-ku-men-cin-ta-i-mu' pada Jihoon sebelum wanita tadi menjawab bahwa mereka sudah merasa cukup.
Cih. Dasar pria kurang ajar. Apa dia pikir tidak ada orang lain yang melihat?
"Ba-baik. Jika ada yang anda butuhkan, silakan panggil saya."
Setelah Jihoon selesai dengan kalimatnya, Hyungseob sengaja tidak langsung berbalik. Ia tahu ada hal lain yang akan dilakukan Daniel.
Dan memang benar, pria itu sempat menggerakkan bibirnya lagi melafalkan 'sam-pai-jum-pa-nan-ti' dengan hati-hati.
Dasar tidak sopan.
Daniel bahkan tidak menyapa Hyungseob, padahal sebelumnya mereka tidak pernah melewatkan pertengkaran ketika masih bersama di dapur.
Apa di dunianya hanya ada Jihoon?
Yah, tidak heran, sih. Sepertinya memang begitu.
"Sepertinya konsep kalian hari ini adalah 'cinta yang panas dan menggebu'." Hyungseob berkata asal ketika mereka sudah undur diri dari ruangan VIP dan akan kembali ke dapur.
"Diam." Jihoon menghardiknya dengan wajah masih bersemu merah.
---
Hehe, double up karena aku kangen nielwink :"
Terima kasih, sampai bertemu di drabble/one shot berikutnya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.