"Aku ingin, seorang gadis yang benar-benar tulus mencintaiku. Untuk ku jadikan permaisuri." Titah seorang pangeran pada para pengawalnya.
"Baik pangeran, kami akan mencari gadis yang pangeran inginkan!" Pengawal membungkukkan badan dihadapan seorang laki-laki bernama Nizar.
"Tidak, aku yang akan mencarinya sendiri. Kalian siapkan saja rumah diperkampungan dekat hutan ini. Aku akan tinggal disana!"
"Siap pangeran, kami akan menyiapkan rumah untuk yang mulia!"
...
Hutan sunyi, hutan yang tak terjamah manusia sama sekali, namun secara tak kasat mata. Disana berdiri sebuah istana megah.
Disana berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin seorang raja Harimau yang perkasa, gagah dan berani. Berkat kekuatan yang dimilikinya dan kebijaksanaannya dalam memimpin. Raja Alayya sangat dihormati oleh seluruh penduduk. Hanya saja, dia begitu kesepian karena sang ratu sudah terlebih dahulu meninggalkannya.
"Ayah, ijinkan aku ke negeri manusia. Aku ingin tahu, bagaimana berbaur dengan manusia!" Seorang pangeran meminta ijin kepada sang ayah yang merupakan raja dari makhluk itu.
"Nak, jangan melawan kodrat alam. Kau bisa saja celaka. Jika memang kamu ingin menikah, carilah gadis yang sebangsa dengan kita!"
"Ayah, ayah sendiri yang mengatakan kalau bunda seorang manusia! Lalu, apa bedanya aku? Apa ayah tidak ingat jika dalam tubuhku, mengalir darah manusia!"
"Tidak, Nak, ayah tidak mau terjadi apa-apa padamu!" Mohon raja Alayya pada anaknya yang akan menjadi penerus.
"Nizar mohon! Nizar akan baik-baik saja!"
"Baiklah, jika memang demikian. Ayah harap kamu menjaga diri kamu!"
...
Seorang gadis tinggal didesa dekat hutan sunyi. Dia bersenandung kecil ditepi danau, kedua tangannya sibuk mencuci pakaian. Rambut panjang nan hitamnya menutupi setengah bahunya yang terbuka.
"Kenari, belum selesai mencucinya?" Tanya seorang wanita yang baru saja datang membawa bakul cucian.
"Oh, ibu Yu, belum bu, masih sedikit lagi!" Kenari menjawab sapaan dari Yuni.
Mereka bercengkrama sambil membereskan pekerjaannya.
"Kenari, ibu duluan yah!" Pamit Yuni pada Kenari.
"Iya, bu!"
Kenari mengangkat bakul yang berisi hasil cuciannya dan menggendongnya.
Sesekali ia bersenandung kecil.
Di perjalanan, ia dihadang para laki-laki yang memang menyimpan hati untuknya.
"Kenari, habis nyuci!" Tanya Edward, salah satu laki-laki yang menghadang Kenari.
"Iya. Mari!" Jawab Kenari sambil merasa takut.
Kenari kembali melanjutkan perjalanannya. Namun, ia kaget saat melihat seekor harimau yang sedang memakan seekor kelinci.
"Hah! Harimau, kenapa tiba-tiba ada harimau di hutan ini?" Kenari panik karena jalan menuju rumahnya dihalangi seekor harimau.
Harimau itu menatap Kenari dan berjalan mendekatinya. Kenari memundurkan langkahnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Jangan, jangan terkam saya!" Kenari ketakutan. Matanya nyalang menatap Kenari. Saat kedua tatapan itu beradu, Nizar merasakan desiran aneh saat melihat Kenari.
Harimau itu terus mendekat dan mengaum. Untuk memastikan perasaanmu.
Saat harimau itu kembali mengaum, Kenari pingsan.
