"Melambunglah bersama dansa! Biarkan kegembiraanmu lepas tak terbendung. Tiada tidur hingga pagi, saat kemudaan dan kesenangan bertemu, untuk mengejar waktu-waktu yang gemerlapan dengan langkah-langkah seolah terbang."
—Lord George Byron
๑۩๑๑۩๑๑۩๑
Semenjak kepulangan dari pertemuan dengan putranya untuk pertama kalinya. Kushina hanya berbaring di atas ranjangnya hingga larut malam. Berkali-kali suaminya datang menawari untuk menikmati sesuatu, tetapi wanita itu bergeming. Tepat jam sepuluh malam, Minato tidak membiarkan itu terjadi, atau istrinya akan jatuh sakit. Ia sekali lagi memberanikan diri mendekat, dihadiahi oleh dengkus panjang keengganan. "Aku sudah bilang tidak ingin apa pun selain berbaring di sini."
"Mereka punya makanan yang lezat, dan direkomendasikan oleh mereka, aku rasa kau belum mencoba itu, ayo kita makan malam. Aku tidak bisa menikmati makan malam jika tidak bersamamu," sang suami duduk di pinggir ranjang sementara istrinya masih memandang keluar teras. Tidak ada yang lebih menarik dari panorama Tokyo yang seperti bintang-bintang atau batu giok ketika disinari. Di sela-sela itu, ia merasakan suaminya masih berada di sisinya dan mengusap kepalanya lembut. "Kau mengkhawatirkan Naru?"
"Seperti tebakanmu," balas Kushina meratapi segala masalah peliknya. "Dia tidak akan bersama kita. Tidak apa-apa. Kita tidak perlu membawa pulang dia ke San Marino. Dia punya kehidupan yang bebas di sini, aku sudah tenang jika dia bersama Hinata. Tapi keluargaku akan mencari dia sebagai ahli waris dinasti mereka, gudang-gudang anggur yang ada di beberapa titik Benua Eropa. Hotel, apartemen. Semua dialihkan atas namanya. Kau tahu kan, keluargaku dan para senat itu terbilang menyukai terang-terangan kehadiran Naru dulu. Namun aku tidak pernah tahu apakah itu tulus mereka berikan, atau hanya kebahagiaan palsu."
"Kau tahu, keluargamu tidak pernah menyukaiku, tapi mereka jelas menyukai Naru."
"Dia diculik, siapa yang merencanakan?" Minato mendengkus, "aku tidak akan tinggal diam pada masalah itu. Kita harus menemukan orangnya dan menghukum mereka."
"Tidak, Kushina. Tidak ada yang merencanakan itu. Dua pria yang membawa Naru pergi dengan baik mengadopsi, menganggap kita tidak tertolong dalam kecelakaan waktu itu. Sampai sekarang aku sadar, jika waktu itu kita tidak terburu-buru untuk bisa sampai ke rumah besar kita masalah seperti ini tidak akan terjadi. Aku hanya meneguk beberapa gelas kopi yang sebenarnya itu terasa seperti tegukan racun yang bisa membunuh kita semua. Mereka baik, tapi sangat disayangkan jika mereka adalah seorang pembunuh bayaran."
"Apakah wanita bernama Yuen itu terlibat? Apakah dia sering mengobrak-abrik tubuh manusia, dan organ mereka dijual secara ilegal?" Minato mengatup bibirnya rapat, ia tidak tahu masalah itu namun sempat tadi dia menduganya. "Tapi dia sudah baik sekali untuk merawat Naru, bahkan mengajari bermacam hal. Namun mengapa, padahal ia tahu bahwa itu anak kita, tapi mengapa dia tidak buru-buru mendatangi kastel kita? Mengapa dia terus membisu sampai beberapa tahun? Aku benci dengan dia!"
"Kau tidak harus membenci," seru Minato. "Setidaknya kali ini dia berhenti untuk egois. Dia tidak ingin terus-menerus menyimpan Naru dan menjauhkannya dari kita."
Kushina segera menyembunyikan wajahnya pada bantal dan dia terisak-isak, sedangkan Minato hanya menenangkan wanita itu dengan mengusap punggungnya. "Aku ingin memeluknya tadi, mengapa aku tidak bisa melakukannya, padahal dia adalah anakku!"
Tidak lama dari itu bel suite mereka berbunyi. Mungkin itu para pengawal, Alesto, Keth, atau bisa beberapa dari mereka yang menawarkan makan malam. Tapi pukul sepuluh malam, tawaran itu jarang sekali dia dapatkan. Biasanya pada jam-jam segini mereka tidak akan datang ke kamar pribadi ini. "Aku akan buka pintu sebentar, mungkin itu Alesto."

YOU ARE READING
E N O R M O U S ✔
RandomKeluarga kaya raya kehilangan putra mereka dalam perjalanan keliling Eropa. Sementara ada dua pria Jepang yang mengadopsi anak laki-laki dan menjadikannya sebagai pembunuh bayaran andal. Tepat dua puluh tahun kemudian, anak laki-laki itu mulai menge...