Hari ini hari Minggu, dan hari ini adalah hari liburnya Fadli dari tempat kerjanya. Tapi, entah setan dari mana yang memengaruhi Aga –mungkin setan sama yang memengaruhi duo kurcil- sekarang dia sedang di halaman parkir caffe tempat Fadli bekerja, memarkirkan sepeda motor kesayangannya.
‘Gabut gua’ Iya.katanya itu sih alasan Aga mau repot-repot datang kesini dan menggangu jadwal tidur siangnya atau jadwalnya bermain dengan Migoo si kucing kesayangan.
Masuk kedalam dan memilih tempat yang kemarin sore ia tempati saat menunggu Fadli. Meja di pojok kanan caffe dengan nomor 2, yang hanya berjarak satu meja dari pintu masuk. Jika kemarin Aga memilih untuk duduk dengan menghadap kaca, sekarang Aga duduk dengan membelakangi kaca.
Sekarang jam 11 siang, jam yang dimana biasanya orang-orang mulai berdatangan dan memenuhi hampir seluruh meja caffe untuk makan siang atau hanya sekedar nongkrong bersama teman dan sahabat. Dan, disanalah Athaya memasuki caffe dengan kepala yang menunduk memperhatikan smartphone yang ia genggam. Sendiri. ‘Hari ini dia datang sendri?, kemana perempuan yang kemarin menemaninya?’
Tidak jauh berbeda dengan kemarin, dia menggunakan setelan All Black dengan Oversized Tee bertulikan ‘Metalica’, celana jeans hitam yang robek dibagian lutut, sepatu Vans hitam dan tas kecil berwarna hitam yang ia gendong di punggungnya. Namun sekarang dia mengurai rambut panjang kecoklatannya.
Well, i’ve lived for almost 19 years, and i never trust some stupid thing called ‘Love at The First Sight’. Butt, yea. When she entered the room with her head hanging low and the wind that going trough her hair. I fall for her. – A.

KAMU SEDANG MEMBACA
Night Ride
RomanceJust take me anywhere with you, just me and you under the citylight