"Gue tau ini gila tapi gue pengen balik ke lo, Jin.""Hye, gue udah cukup gila hadapin semua jalan pikir lo. Tapi percuma gue udah janji."
Mau segila apapun Hyunjin, gadis itu tersenyum geli. Mulutnya masih ingin berbicara lanjut mengenai hubungan mereka.
"Sebagai teman."
"Hmm?"
"Iya, gue balik ke lo sebagai teman. Kayak pas kita SMA dulu. Lagian Siheon udah berkorban banyak buat gue, lo aja yang gak tau," ucap Hyeyeon.
"Gue tau lo udah ada rasa sama Baekhyun kan? Kenapa lo pake acara kabur segala coba?"
"Menikah di usia muda itu bukan kemauan gue."
"Baiklah, gue dukung hubungan lo 1000%."
Baru kali ini hati Hyeyeon lega. Yang dia perlukan dari dulu adalah mengungkapkan perasaan tanpa harus memiliki karena ada laki-laki lain yang menarik perhatiannya.
"Pasti Siheon yang nyuruh lo buat nepatin janji, kan?"
"Kalo bukan dia, gue mau dengerin siapa coba?"
Hyunjin tiba-tiba memeluk Hyeyeon dan berkata bahwa mereka akan selamanya menjadi teman. Teman yang berbagi rasa cinta dan perjuangan yang lama untuk bersatu namun seakan takdir tidak menyetujuinya, akhirnya mereka memilih jalannya masing-masing. Mereka bagai magnet, hanya tarik menarik, jika tidak cocok maka mereka akan melepaskan diri mencari magnet lain yang cocok.
***
Sepanjang jalan Siheon tidak membuka mulut. Jika ada Baekhyun atau Hyeyeon di dalam mobil mungkin gadis itu akan berulah namun Hyunjin menolak Baekhyun ikut dengan mereka karena alasan yang cukup masuk akal bagi Baekhyun. Ia tahu anak muda sekarang seperti apa tingkahnya.
"Kita ke rumah sakit ya," ajak Hyunjin. Ia ngeri melihat mata Siheon meskipun mata itu ditutupi pakai tisu oleh Siheon.
"Malu lah gue keluar-keluar mata bonyok begini."
"Aelah, gue ada kacamata hitam di belakang. Bentar gue ambilin."
Hyunjin memutar badannya ke belakang, merogoh kantung jok di belakang Siheon.
"Mau ya? Hmm?" puppy eyes milik Hyunjin melunturkan keketusan wajah Siheon. Gadis itu memakai kacamata hitam kemudian mengangguk dengan senyuman kecil.
Entah kenapa di sore menjelang malam ini terasa cepat bagi Siheon. Langkahnya juga tampak ringan setelah berbincang dengan Baekhyun dan sekarang berduaan dengan Hyunjin di saat hubungan mereka diujung tanduk.
"Jadi, gimana?"
"Hm?"
"Hyeyeon.. Lo nerima dia?"
"Iya, gue udah janji sama lo sama dia juga. Mungkin hari ini terakhir kita berduaan."
"Gapapa, emang takdir gue buat sama Chenle dan Guanlin."
Hyunjin menunjukkan raut tidak suka, dia paling risih kalau nama Guanlian disebut.
"Chenle aja, Guanlin jangan."
"Haha, kenapa lo yang ngatur gue?" ketus Siheon. Niat Hyunjin kan hanya sedikit berdrama.
"Soalnya, Hyeyeon minta gue jadi temennya aja."
"Berhenti!" Siheon menghentikan laju mobil Hyunjin. Ia merasa ada yang tidak beres, Siheon jelas sekali melihat gelagat Hyeyeon masih menyukai Hyunjin tapi.. kenapa ia terlalu senang untuk marah sekarang?
"Gue gak mau lo nyampah ya, Jin. Lo gak maksa Hyeyeon buat ngejauh kan?"
"Oh my god, Siheon. Gue gak ngerti lagi cara berpikir lo. Sekarang gue tanya, dari hati lo yang paling dalam, lo suka gue nggak?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Time To Have You | Hwang Hyunjin ✔
Short Storysequel wyls 1&2 kalau sekarang tidak bisa, mungkin nanti ©joaapark 2018