"Apa kau tau mereka pergi kemana?" Tanya Jungkook pada Seokjin yang memberitahukannya bahwa Soojung dan Hara baru saja pergi meninggalkan rumah.
"Entahlah.. mereka bilang hanya ingin pergi ke taman, aku menyetujuinya karena sudah lama sejak terakhir kali Soojung keluar rumah.." sahut Seokjin yang masih memegang spatula di tangannya.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih.." Jungkook membungkuk dan berterima kasih pada Seokjin, sebelum pergi membelakangi laki laki itu.
Pikiran Jungkook menerawang, menebak kemana kira kira perginya gadis itu. Ia memegang erat ranselnya sambil mencoba berfikir, taman mana yang Hara dan Soojung tuju.
Ia akhirnya memutuskan untuk berjalan menyusuri setiap sudut jalan menuju rumahnya, mengecheck setiap taman yang ada, ketika ia melihat Hara sedang membeli 2 buah eskrim di sebuah toko kelontong dekat rumahnya.
"Hara-ya!" Panggil Jungkook, yang di respon oleh Hara.
"Oh! Jungkook-ah! Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Hara sambil memegang dua buah eskrim di kedua tangannya.
"Rumahku dekat sini.." jawab Jungkook singkat,
"Kau sendiri, apa yang kau lakukan disini?" Lanjut Jungkook."Aaah, aku menemani Soojung pergi ke taman di ujung jalan ini, lalu ia bilang tiba tiba ia ingin makan eskrim, makanya ku belikan, kau mau bergabung bersama kami?" Jawab Hara menawarkan.
"Hmm.. boleh juga.. lagi pula tidak ada orang di rumahku, tidak ada salahnya aku bermain sebentar." Jawab Jungkook.
Hara dan Jungkook pun pergi menuju taman di ujung jalan yang tidak jauh dari tempat Hara membeli eskrim. Baru saja Hara menginjakan kakinya di taman itu, ia baru sadar bahwa Soojung tidak ada di sana.
"Apa bukan taman yang ini ya?" Tukas Hara bingung..
"Ada apa?" Tanya Jungkook.
"Seingatku aku meninggalkannya di sini.. tapi.. kemana perginya Soojung?"
Hara melihat sekeliling Taman menyusuri taman yang tidak terlalu luas itu bersama Jungkook. Namun tidak juga menemukan Soojung.
"Astaga Lee Soojung.. ini benar benar tidak lucu.." Hara jatuh bersimpuh di atas rerumputan.
Setelah kurang lebih 30 menit ia dan Jungkook berputar mengitari taman, namun tidak juga ia menemukan sosok Lee Soojung. Tubuhnya terasa lemas ketika mengetahui Soojung tidak ada di tempat itu.
"Si Seokjin bawel itu bisa membunuhku kalau tahu aku kehilangan adiknya.. Lee Soojungg!!! Astagaa.. kau membuatku gila."
"Apa dia tidak mengatakan sesuatu padamu Hara-ya?" Tanya Jungkook yang berusaha tenang.
"Tidak.. dia bilang, dia hanya ingin meminta bantuanku untuk menemaninya pergi ke taman, berjalan jalan menikmati angin sore, dan kemudian melihat bin.." Hara terdiam, kemudian menatap Jungkook dan segera menarik laki laki itu pergi dari tempat itu.
"Yha! Choi Hara, apa yang kau lakukan!!" Jungkook hanya mengikuti Langkah kaki Hara yang menariknya.
"Aku tau kemana ia pergi" sahut Hara.
•••••••••
"Berhenti di sini pak.." pinta Soojung pada supir taksi yang di tumpanginya.
Setelah membayar sejumlah uang, Soojung turun dan memasuki sebuah gedung yang ia tuju. Tubuhnya terasa lemas, jantungnya berdegup cepat, ketika melangkahkan kakinya memasuki lobby.
Aroma bunga krisan sangat kuat, bercampur dengan aroma bunga bunga lainnya dan juga aroma dupa. Ia menusuri setiap koridor gedung itu dengan langkah yang berat.
Tangannya bergetar hebat, kedua matanya mulai basah, hampir menumpahkan air mata. Kakinya terus melangkah, seakan akan mengingat tentang sebuah memori yang pernah ia lupakan.
Ia berdiri tepat di sebuah lemari kaca berisi puluhan guci di dalamnya. Jemarinya menscan setiap inci lemari itu. Hingga berhenti tepat di sebuah papan bertuliskan nama dari pemilik guci tersebut.
Semua memori yang pernah Soojung lupakan kini terputar kembali. Semua yang pernah ia lewati bersama dengan pemilik nama yang terpajang di sebuah sudut penyimpanan guci itu..
"Jangan menangis.." suara itu terus berputar di kepala Soojung, menciptakan lantunan yang cukup untuk menggetarkan hatinya. Namun kalimat itu tidak cukup untuk membuat dirinya menahan tetesan air dari pelupuk matanya.
"Bodoh.." gumam Soojung sambil berusaha keras menopang tubuhnya yang seakan tidak lagi memiliki sedikitpun energi untuk berdiri.
"Apa yang aku lakukan selama ini.." Soojung masih terus meratapi dirinya sendiri, ia tidak menyangka dirinya dapat menghilangkan sebuah memori yang begitu menyakitkan selama 2 tahun
Ia juga membangun pikirannya sendiri agar seakan akan itu adalah sesuatu yang nyata, demi untuk menghilangkan kenangan menyedihkannya.
•••••••
Hara berlari menyusuri setiap sudut koridor gedung yang ia masuki, dengan Jungkook yang mengikuti dibelakangnya. Nafasnya tersengal, ia khawatir Soojung melakukan hal yang buruk.
Jungkook tidak banyak berbicara, ia hanya diam mengikuti Hara, wajah panik Hara bagi Jungkook sudah cukup menggambarkan situasi yang ia hadapi saat ini.
Baru Jungkook akan membuka mulut untuk bertanya, langkah kaki Hara sudah berhenti. Tubuhnya bergetar, tidak ada suara apapun yang keluar dari mulut rewel Hara.
Jungkook maju, mendekati Hara, penasaran dengan apa yang gadis itu lihat. Entah ada dorongan apa dari dalam tubuhnya. Tiba tiba saja seluruh tubuh Jungkook terasa kaku, ketika melihat pemandangan di hadapannya.
Jungkook kembali menatap wajah Hara yang kini sudah dibanjiri dengan air mata. Situasi macam apa yang tengah ia hadapi saat ini, cukup sulit untuk Jungkook cerna.
••••••
*Flashback 4 Tahun yang lalu
"Berhentilah menangis Lee Soojung.. nanti kakakmu akan salah paham dan memarahiku kalau sampai mereka melihat kau menangis seperti ini.." ucap Minhyun kala itu sambil menepuk nepuk punggung Soojung.
"Kenapa aku bisa tidak tahu kalau Momo sudah matiiii!! Huaaaa!!" Soojung tetap saja menangis, meratapi kepergian Momo, Ikan yang Minhyun pelihara.
"Padahal dia Ikan ku, kenapa kau yang terpuruk sih?"
"Minhyun-ah!! Kenapa kau tegaa tidak memberi tahukuuu!!"
"Bukankah aku mengatakannya padamu lewat telfon 2 hari yang lalu? Ingatanmu sunggu buruk kalau menyangkut hal seperti ini.."
Minhyun berdiri dan menarik tangan Soojung untuk berdiri dari posisinya sekarang yang sedang duduk di depan makam Momo.
"Ayolaah bangun dan pergi dari sini, kau sangat jelek ketika menangis seperti ituu.. wajar saja kalau bersedih, tapi jangan biarkan wajahmu juga ikut mengalir bersama air matamu itu."
"HWANG MINHYUN!"
Tanpa banyak bicara Minhyun langsung menggendong Soojung dan membawanya menjauh dari tempat itu, sementara Soojung masih saja menangis meratapi kepergian ikan lucu itu.
"Berhentilah Lee Soojung! jebal~~" Minhyun sibuk menghapus air mata Soojung, yang sedari tadi tidak kunjung berhenti.
"Ikan saja kau tangisi seperti ini, bagaimana kalau aku suatu saat nanti, apa kau akan melakukan hal yang sama?"
Baru selesai Minhyun mengucapkan kalimatnya, ia langsung mendapat pukulan yang cukup keras di kepalanya. Soojung memukul kepala Minhyun yang keras itu dengan tangan kosong.
"WAEEE?!"
"Bicara seperti itu lagi, ku buat pita suaramu itu tidak berfungsi.." jawab Soojung.
"Aku tidak tahu apa jadinya aku kalau kau meninggalkanku selamanya Minhyun-ah..." Soojung bergumam pada dirinya sendiri dan terdiam memandang punggung laki laki itu.
Kurasa kini kau tahu Soojung apa yang kau lakukan ketika waktu itu tiba..

KAMU SEDANG MEMBACA
The Moon and The Star
Fanfiction"Kalau ku ibaratkan.. Ia bagaikan bintang yang berhamburan di langit luas.. memenuhi langit malam yang sulit kau tebak.. Bintang yang tidak pernah berubah.. Hanya saja disuatu malam ia akan muncul dan di malam berikutnya ia akan hilang.. Lalu.. Baga...