Chapter 3

304 14 0
                                    

BAD NEWS .

" Aang , gimana hasil pertemuan kamu dengan Tata ? kapan Bunda dan Ayah bisa menemui kedua orang tuanya untuk membicarakan masalah hubungan kaluan berdua , " Bu Anisa sang Bunda ke Aang atau Bintang .

Bintang menghentikan acara mengunyahnya dan menoleh ke arah sang Bunda , " Aang belum ketemu Tata lagi Bund , "

" lah .. katanya malam minggu kemaren kamu mau ketemuan sama Tata ? " kini giliran sang Ayah yang buka mulut .

" Gak jadi , "

" lah .. terus kamu kemana ? kata Bibi kamu balik tengah malam ? "

" Aang nongkrong di rumah Bulbul , Bund , " sang Bunda beroh ria dan kembali menikmati sarapan paginya .

" ngomong - ngomong soal Bulan , bagaimana kabar dia sekarang ? sudah lama gak main kerumah , "

" iya .. bener kata Bunda , sudah lama si Bulan gak datang kesini ? "

" Bulbul sehat kok Bund , Yah . Ya .. Bunda dan Ayah kan tau sendiri anak itu gimana , sekarang dia malah asyik dengan oli plus mobil - mobil rusak dibengkel Angit , "

" Itu anak , kamu bawa dia gih malam ini kerumah . Bunda bakalan make over dia biar jadi cewek beneran , " Bintang sontak tertawa mendengar cicitan Bundanya , " kenapa ketawa ? "

" gak bakalan dech Bunda berhasil , orang Ayahnya saja gak digubris sama sekali , "

" masak sich ? " Bintang menganggukkan kepala tanda mengiyakan , " ya .. Bunda maklum sich , selama ini dia kan dibesarkan tanpa campur tangan seorang wanita . Jadi wajarlah kalau dia seperti itu , "

" em .. Aang berangkat dulu Bund , Yah . Ada meeting dengan klien pukul 9 nanti , "

" ya udah sana , hati - hati nyetirnya , " pesan Bu Anisa .

Setelah berpamitan , Bintang langsung berlalu keluar dari ruang makan .

*****

Bintang baru saja sampai di kantornya . Dia berpapasan dengen beberapa karyawannya yang baru datang . Sesekali terdengar sapaan ramah yang diberikan oleh mereka , Bintang sendiri membalas sapaan ramah tersebut dengan senyuman khasnya .

" Pagi Pak Bintang , " sapa perempuan berkulit sawoh matang yang duduk di depan ruangannya yang tak lain adalah sekertarisnya .

" Pagi juga Sari , " Sari bangun dari duduknya dan mengikuti langkah kaki sang atasan memasuki ruangannya , " kamu sudah siapkan berkas - berkas untuk meeting jam 9 nanti ? " tanya Bintang sambil duduk di kursi kebesarannya .

" sudah Pak , saya juga sudah menghubungi pihak klien untuk mengingatkan janji meeting nanti , "

" OK , kamu atur agenda saya hari ini . Sudah itu saja , "

" Ini saja Pak , ada yang mau ditambahkan ? "

" tidak , "

" baik Pak , "

" Sari , " Sari yang sudah di depan pintu dan akan keluar mengurungkan niatnya , " tolong kamu bilang ke OB untuk bawain air putih keruangan saya , "

" baik Pak , "

Setelah Sari benar - benar keluar , Bintang mulai bekerja . Membaca salah satu berkas yang ada dimeja kerjanya . Suara ketukan membuat aktivitasnya terhenti .

" masuk , "

" permisi Pak , ini air putih yang Bapak minta , " ternyata yang mengetuk pintu adalah OB .

" Terimakasih , "

Tepat pukul 9 kurang lima menit Bintang keluar dari ruangannya menuju ruang meeting . Kebiasaan Bintang sebelum meeting selalu mematikan HPnya , begitu juga yang saat ini dia lakukan . Tapi niatnya berubah seketika saat melihat ada satu pesan masuk . Bintang tersenyum melihat nama si pengirim .

BULAN dan BINTANGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang