Musim dingin tahun ini lebih mirip penderitaan.
Terutama untuk Jihoon yang mewarisi kulit sensitif ibunya.
Sudah 3 hari kulitnya bermasalah dan pecah-pecah yang cukup parah muncul di bibirnya yang memang selalu lebih kering dari bagian kulitnya yang lain.
Pecah-pecah itu berakhir menjadi luka dan sangat perih jika terkena gesekan.
Dan itu cukup mengganggu aktivitasnya.
Suhu dingin yang luar biasa saja sudah mengganggu, apalagi jika ditambah dengan masalah ini.
Jihoon bahkan jadi terlihat tidak ramah karena tidak bisa tersenyum lebar-lebar.
Meskipun demikian, ini sudah bukan hal yang baru sehingga Jihoon tidak banyak mengeluh.
.
Berbeda dengan Daniel.
Pria Kang itu baru pulang dari luar kota, tapi begitu mereka bertemu, kondisi Jihoon sudah seperti itu.
Jadilah ia sudah mengeluh 3 hari berturut-turut karena tidak bisa cium-cium seperti biasanya. Bahkan walaupun hanya mencuri sedikit.
.
Biarkan saja.
Anggap saja latihan (?).
Lagipula, mencuri itu perbuatan yang nakal.
.
Pagi yang lain telah tiba.
Jihoon berdiri di ambang pintu kamar, mengamati Daniel yang sempat menggeliat dan mengecek jam, tapi kembali bergelung di dalam selimut sambil menggeram kesal sendiri.
Jihoon tersenyum gemas, lalu diam-diam meringis karena kulit bibirnya yang kering jadi meregang karena tersenyum.
Sepertinya Kang Daniel kesal karena malam cepat sekali berlalu dan ia harus kembali ke rutinitasnya lagi.
Jihoon berjalan tanpa suara menghampiri sisi ranjang dimana Daniel berbaring telentang, lalu duduk di space kosong yang tersisa.
Kepala Daniel adalah satu-satunya bagian tubuh yang kini tidak tertutup selimut.
Jihoon menaruh kedua sikunya di masing-masing sisi kepala Daniel, kemudian mendekatkan wajah dan menggesekkan hidungnya yang mancung ke ujung hidung Daniel beberapa kali. Eskimo kiss.
Setelahnya, ia mengangkat kepala untuk melihat reaksi Daniel, "Hyung-ah~" bisiknya lalu tersenyum kecil sendiri.
Jihoon merasa konyol, tapi ia kembali menggesekkan hidungnya, "Daniel hyung, sayang~ pangeranmu sudah datang."
Jihoon ingin tertawa ketika ia lihat bibir Daniel berkedut menahan senyum, tapi tidak bisa.
"Apa putri tidur tidak akan bangun kalau pangeran menciumnya seperti ini?"
Jihoon mengulangi gerakannya, dan sesaat kemudian akhirnya Daniel tertawa geli.
"Putri tidurnya bangun, tapi tidur lagi."
Masih di posisinya, Jihoon masih berusaha menahan senyumnya agar tidak terlalu lebar.
.
Daniel menaruh kedua tangan di saku celana bahannya, menatap Jihoon tanpa berkedip dan tanpa bersuara dengan sorot tajamnya.
Jihoon yang sadar sedang diperhatikan sebegitunya, melirik sesaat lalu dengan sengaja menarik dasi Daniel yang sedang ia ikat, "Jangan sok keren."
"Jahat." Daniel berseru sedih.
"Kenapa? Ada yang ingin kaukatakan?"
"Jihoon-ah,"
"Hm."
"Maaf, liburan kita jadi tertunda."
Jihoon merapikan dasi Daniel yang sudah selesai ia ikat, kemudian mengusap jas di bagian dada pria itu, memastikannya tidak kusut.
"Tidak apa-apa, kalau ada yang lebih penting. Kita bisa berangkat musim semi saja, aku yakin cuacanya akan lebih bagus." jawab Jihoon kalem disertai senyum kecil.
"Senyummu tidak ikhlas begitu."
"Apa hyung tidak mengerti aku sedang kesakitan?"
"Hehehe, maaf, maaf."
"Kau sudah selesai. Sana, berangkat."
"Jihoon-ah."
"Hm?"
"Hari ini juga tidak bisa?"
Jihoon tahu apa yang Daniel maksud, dan ia hanya menghela napas lalu menggeleng.
"Walaupun aku akan pergi berhari-hari lagi?"
Jihoon kembali menggeleng.
"Jahat. 😢"
Aigo, pria besar ini.
"Kemarilah."
Jihoon mengulurkan tangan untuk meraih sisi-sisi wajah Daniel dan membawanya ke hadapannya, kemudian menggesekkan hidung mereka lagi.
Daniel terkekeh geli, tapi kemudian terkekeh sedih, "Kasihan sekali aku."
Tapi akhirnya ia menyerah. Ia menarik pinggang Jihoon mendekat dan menciumi puncak kepala, dahi, hidung, dan kedua pipi buntelan kesayangannya itu.
Dan terakhir, menggesekkan hidung lagi sambil tertawa.
"Cepat sembuh, sayang."
"Eum." Jihoon mengangguk dan memeluk Daniel, "Semoga berhasil dengan urusanmu. Jangan lupa beri kabar."
"Siap!"
"Dan jangan nakal."
"Siap, kapten!"
.
A/N:
Aku kok senyum-senyum sendiri ngetiknya :""""") untung cuma drabble, huhuhuMakasih untuk yang udah mampir dan baca. Ditunggu apresiasinya 😍
Omong-omong, aku mau mengakui dosa. Work ini gak sengaja aku unpub tgl 17 atau 18 yg lalu. Emang dasar masih anak baru di dunia oranye :") terus aku baru tau banget kalo nge-unpub bisa bikin work nya hilang dari reading list. Maaf ya untuk yg udah nambahin work ini ke reading list, terus tiba-tiba ilang dari listnya. Semoga kebegoan ini gak terulang lagi :"""))

KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Gestures [NielWink]
FanfictionDitulis kalau ada ide saja, jadi tidak ada tamatnya. [Alternate Universe] Drabbles and oneshots about sweet gestures in Kang Daniel and Park Jihoon relationship. So, well... it's mostly fluff. WARNING: 📍 Shounen-ai/Yaoi/Boys love 📍 Pairing: NielWi...