Bersama itu... kebahagiaan

1.4K 125 1
                                    

Sehun yang telah menyelesaikan satu jadwalnya pada hari ini yaitu sebuah pemotretan di Pagi hari membuatnya bisa bersantai dan menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. Dari menemani Jihyuk bermain di sebuah pusat perbelanjaan, berbelanja mainan untuk Jihyuk serta berbelanja beberapa potong gaun untuk Irene yang tak lupa juga membeli beberapa potong kemeja dan kaos untuk Sehun, hingga makan siang di restoran favorit mereka.

Dan malam ini, seusai makan malam, mereka berencana untuk menonton sebuah film yang tak sempat ditonton ketika tengah tayang di bioskop. Sebelum menonton, mereka bertiga bersama-sama menyiapkan cemilan untuk menemani mereka menonton nantinya.

"Woah" seru Jihyuk takjub saat melihat letupan-letupan jagung yang perlahan berubah menjadi popcorn.

Sehun yang menggendong Jihyuk merasa gemas dengan ekspresi kagum milik Jihyuk yang mirip sekali dengannya.

"Senang sekali sih" ujar Sehun gemas dan menciumi perpotongan leher putranya membuat Jihyuk terkikik.

Irene yang tengah membuat saus karamel hanya tersenyum tipis melihat interaksi antara suami dan anaknya tersebut.

"Appa setelah semua jagung itu menjadi popcoln, selanjutnya apa?" tanya Jihyuk seraya menatap kedua mata Sehun dengan matanya yang berbinar.

"Kita tuang saus karamel yang dibuat oleh Eomma ke popcornnya agar popcornnya lebih enak" jawab Sehun.

"Jihyuk turun ya, Appa mau menuang popcorn ini ke dalam mangkuk" lanjut Sehun seraya menurunkan Jihyuk di atas meja minibar.

Selanjutnya Sehun mengambil sebuah mangkuk besar dan menuang popcorn tersebut, memberikan sedikit garam sebagai penyedap.

"Nah, saus karamelnya sudah siap" ujar Irene yang sudah berdiri disebelah Sehun.

Setelahnya Irene menuangkan saus karamel tersebut dan mengaduk popcorn agar sausnya merata, dituangkannya popcorn yang telah merata dengan saus karamel tersebut ke sebuah nampan dan memisahkan popcorn-popcorn yang menempel.

"Eomma, sudah boleh dimakan?" tanya Jihyuk yang sudah tak sabar.

"Sebentar lagi ya" ujar Irene yang mencuci tangannya agar tak lengket.

Setelah sekitar 2-3 menit menunggu, Irene kembali menuang popcorn tersebut ke dalam mangkuk besar.

"Bagaimana? Enak?" tanya Irene yang menyuapi popcorn tersebut kepada Jihyuk.

"Ne. Sangat enak eomma" jawab Jihyuk dan tersenyum lebar.

"Kajja... Kita menonton" seru Sehun seraya meraih Jihyuk ke dalam gendongannya, sementara tangan yang satunya melingkar di pinggang Irene.

Setelah tiba di ruang Home Theater, Jihyuk segera turun dari gendongan Sehun dan duduk dengan nyaman bersama Irene, sementara Sehun menyiapkan film yang akan ditonton

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah tiba di ruang Home Theater, Jihyuk segera turun dari gendongan Sehun dan duduk dengan nyaman bersama Irene, sementara Sehun menyiapkan film yang akan ditonton.

Jihyuk yang duduk diantara Sehun dan Irene itu nampak fokus dengan film yang telah berputar itu. Kedua alisnya terkadang menukik, atau muncul kerutan di dahi menandakan bahwa Jihyuk tengah fokus.

"Sehunnie, Jihyuk benar-benar fotocopyanmu" bisik Irene kepada Sehun saat melihat ekspresi Jihyuk yang sangat mirip dengan Sehun.

Sementara Sehun yang mendengarnya hanya tersenyum bangga.

Setelah popcorn telah habis, yang sepenuhnya dihabiskan oleh Jihyuk, Jihyuk mulai memposisikan dirinya bersandar di pelukan Sehun. Posisi yang sangat nyaman dan hangat untuknya.

Sehun melirik istri dan anaknya itu yang telah tenggelam dalam jalan cerita dari film yang telah setengah jalan. Tangan kanan Sehun bergerak untuk menggenggam tangan kiri istrinya.

Irene yang merasakan genggaman hangat dari suaminya itu hanya menoleh bertanya yang mendapatkan jawaban senyum manis dari suaminya.

"Appa.. Kenapa pegang-pegang tangan Eomma?" omel Jihyuk dan melepaskan genggaman tangan kedua orang tuanya.

"Wae?" tanya Sehun dan kembali meraih tangan Irene.

"Appa" keluh Jihyuk yang kembali memisahkan genggaman tersebut, bahkan kini Jihyuk mengarahkan tangan Sehun untuk melingkari perutnya.

Irene yang melihat hal itu hanya mampu menghela nafas sebelum dengan lembut ia membuka pelukan Sehun kepada Jihyuk dan mendekatkan dirinya kepada kedua namja tersayangnya, membuat Sehun menjadi memeluk dirinya dan juga Jihyuk.

"Nah, jika seperti ini bagaimana?" tanya Irene lembut yang membuat pasangan Ayah dan Anak itu tersenyum lebar.

"Aigoo" gumam Irene tak kuasa melihat aksi kedua namjanya yang menggemaskan itu. Irene memeluk gemas putranya serta mencium kedua pipinya sementara Sehun menerima sebuah kecupan manis di bibirnya.

Acara nonton film yang manis bukan?































TBC

Dan cerita ini terinspirasi dari akun ig @Expectful

Berhubung videonya gak bisa ku tampilkan, buat kalian yang kepo bisa cek aja akun itu. Aku sangat gemas dengan salah satu video di akun itu, dimana si anak itu seperti cemburu ketika ibunya mencoba menggenggam tangan ayahnya.

Untuk cr fotonya aku lupa dari mana, soalnya itu muncul di explore ig aku.

Kenapa ini sangat pendek? Ya karena aku menulis ini setelah terinspirasi dari akun yang aku sebutkan diatas, karena sebenarnya aku sedang berada di tahap writer's block. Jadi, aku benar bingung dan buntu untuk dan bagaimana menuangkan jalan cerita yang ada di otak aku ke dalam tulisan, aku sedang bingung dengan pilihan katanya oleh sebab itu aku sangat mohon maaf jika tulisan pada part ini terasa garing(?)

Oh Family [ON HOLD]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang