Part6 -Rencana Kedua, Berhasil?!?!?

31 2 0
                                    

(Pict : Meyra Olivia)

"Please, jangan deg-degan kayak gini." -Meyra


Happy Reading..

Kring... Kring... Kring...

Bel tanda pulang sudah bebunyi. Akhirnya Allesha bisa bernafas lega sekarang, setelah 3 jam ditemani oleh pelajaran matematika, pelajaran yang paling tidak ia sukai. Selain karena itu, Allesha juga bersemangat karna hari ini ia akan ditraktir oleh Alden, sambil menjalankan rencana kedua'nya, yang sudah ia pikir'kan matang-matang.

"Mey, lo hari ini gak les musik kan?" Tanya Allesha pada Meyra. "Iya, kenapa emang?"

"Emm... Gue ada rencana kedua." Ucap Allesha, dengan nada berbisik.

"Kayak'nya kita gausah lanjutin ini deh Sha. Lagian gue ju---"

"Pokonya kita harus lanjutin ini, sampe lo bener-bener bisa deket sama dia, oke." Allesha memotong pembicaraan Meyra.

Meyra hanya mengangguk pasrah, "Terserah lo deh, jadi apa rencana nya?" Tanya Meyra, Allesha mengibas-ngibaskan tangannya agar  Meyra lebih mendekat kearah'nya.

"Hari ini, gue bakal ditraktir Alden, dan gue bakal ajak lo." Ucap Allesha.

Seketika Meyra mengingat kejadian dikantin saat ia ditinggal'kan oleh Alden, beberapa jam yang lalu.

"Ah, nggak. Gue gamau ikut. Nanti dia malah ninggalin gue lagi." Tolak Meyra.

"Enggak Mey, lo percaya kali ini pasti bakal berhasil. Dan--"

"Kita jadi pergi kan Cha?" Tiba-tiba Alden memotong pembicaraan mereka yang terdengar berbisik-bisik itu. Seketika mereka menjauhkan diri masing-masing. Allesha tersenyum kikuk, seperti orang yang sedang ke gap melakukan suatu hal yang rahasia.

"Jadi dong. Lo duluan aja Den kesana nya, nanti gue nyusul. Gue mau ada urusan dulu sebentar." Ucap Allesha pada Alden. Alden mengangguk mengerti, "Oke." Setelah itu Alden pergi meninggalkan kelas.

"Huh, untung gak ketauan sumpah jantung gue hampir mau copot Sha." Ucap Meyra. "Yaudah jadi rencana nya, nanti gue sama lo kesana. Terus setelah sampai sana gu---"

"Lo bakal pergi dengan alasan yang gak masuk akal lagi, gitu? Terus nanti gue bakal ditinggal lagi sama Alden." Potong Meyra, Allesha menatap Meyra kesal.

"Denger dulu dong Mey." Kesal Allesha, Meyra hanya mengangkat bahu'nya acuh.

"Jadi nanti gue bakal pergi tapi dengan alasan yang masuk akal. Dan nanti lo ceritanya pura-pura nanya tentang pelajaran apa kek gitu, terus kan nanti lo pasti dianter pulang deh sama dia, dan lo sama dia jdi deket, gimana bagus kan rencana gue?." Jelas Allesha, Meyra hanya mengangguk.

"Tapi Sha, jujur aja gue kalo deket sama dia cuma berdua, pasti gugup gitu. Seakan, kata-kata yang udah gue susun di otak untuk jadi topik pembicaraan mendadak tertahan ditenggorokan hanya dengan melihat muka dia. Gue harus gimana?" Ucap Meyra, ia berkata jujur soal ini. Entah kenapa lidah meyra terasa kelu jika sedang berdua saja bersama Alden, ia jadi merasa terlihat seperti orang bodoh.

Real HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang